Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mengalami cedera kaki atau patah tulang di kaki, maka Anda membutuhkan bantuan tongkat penyangga kaki (kruk) untuk berjalan dan melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Bagi orang yang baru pertama kali menggunakan tongkat kruk, maka akan terasa sakit dan tidak nyaman. Hal ini disebabkan karena hampir sebagian besar penderita cedera kaki tak mengetahui bagaimana menggunakan tongkat kruk dengan benar dan baik. Lalu bagaimana cara memakai tongkat kruk dengan benar?

Cara menggunakan tongkat kruk yang benar saat cedera kaki

Bila dokter Anda menyarankan untuk membatasi gerakan, bisa jadi Anda diminta untuk menggunakan tongkat kruk ketika Anda berjalan dan berkegiatan sehari-hari. tongkat kruk ini berfungsi mengurangi beban berat badan yang tadinya ditopang oleh kedua kaki Anda. Ibaratnya, tongkat kruk berguna sebagai kaki tambahan untuk Anda.

Jika Anda diminta untuk memakai tongkat kruk karena mengalami cedera kaki, maka berikut adalah berbagai cara menggunakannya dengan benar:

1. Sesuaikan ukuran tongkat kruk

Tongkat kruk dapat diatur ukuran tingginya. Hal ini untuk memudahkan Anda untuk menyesuaikannya dengan tinggi badan Anda. pastikan bahwa Anda mengaturnya dengan benar, dengan cara berikut:

  • Bagian paling atas tongkat – yang digunakan sebagai bantalan ketiak – harus berjarak 2 jari dari ketiak Anda.
  • Bagian pegangan tongkat tepat berada di sebelah telapak tangan atau pergelangan tangan.

2. Jangan lupa untuk periksa bantalan yang terpasang pada tongkat

Hal ini harus Anda lakukan, sebab jika tidak Anda akan merasa kurang nyaman ketika menggunakan tongkat kruk tersebut. Bantalan di bagian ketiak harus lembut. Pastikan juga bantalan tongkat yang paling bawah – yang bergesekan dengan lantai – tidak aus sehingga menjadi licin.

3.  Bangun dari duduk menggunakan tongkat kruk

Jika Anda ingin bangun dari posisi duduk, maka sebaiknya Anda pegang kedua tongkat kruk dengan satu tangan. Usahakan juga menempatkan tongkat pada sisi kaki Anda yang sakit. Misalnya, bila Anda mengalami cedera kaki sebelah kanan, maka pegang tongkat Anda di sebelah kanan pula untuk menjadi tumpuan tubuh. Setelah itu, Anda dapat berdiri dengan membuat kaki yang tidak cedera dan tongkat sebagai penopang tubuh.

American Orthopeadic Foot & Ankle Society

4. Berjalan dengan tongkat penyangga

Pertama-tama, gerakan kedua tongkat bersama-sama sekitar 45 cm ke arah depan. Tentu jarak ayunan tongkat dengan tubuh, harus disesuaikan, bila terlalu 45 cm terlalu jauh, bisa Anda pendekan, begitu juga sebaliknya. Selalu ambil langkah pendek saat menggunakan tongkat kruk, agar Anda tidak jatuh.

Sementara kedua tongkat diayunkan ke depan, tubuh ditopang pada kaki yang tak terkena cedera. setelah mengayunkan tongkat, Anda dapat melangkahkan kaki yang sehat mengikuti ke arah ayunan tongkat. Ingat, jangan sampai Anda menjejakan kaki yang mengalami cedera.

5. Naik dan turun tangga dengan tongkat penyangga

Saat akan menaiki tangga, posisikan tubuh Anda sedekat mungkin dengan anak tangga yang akan dinaiki. Kemudian, langkahkan kaki Anda yang sehat untuk menaiki anak tangga dan biarkan kedua tongkat menjadi penopang tubuh Anda. setelah sampai di atas anak tangga, posisikan tongkat kembali di samping tubuh. Anda dapat mengulangi hal ini hingga semua anak tangga terlewati.

American Orthopeadic Foot & Ankle Society

Sementara, ketika turun, biarkan kedua tongkat Anda yang menjejakkan pada anak tangga terlebih dahulu. Setelah itu, Ada dapat melangkah turun dengan memusatkan semua beban tubuh pada tongkat.

6. Hal lain yang harus diperhatikan saat menggunakan tongkat kruk

Mungkin Anda akan merasa lelah ketika berjalan atau menaiki tangga dengan menggunakan tongkat kruk. Namun, jangan sekali-kali Anda mengistirahatkan bahu Anda pada tongkat, sebab hal ini buruk bagi postur tubuh dan tulang belakang Anda.

Selain itu, ketika menaiki atau menuruni tangga, sebaiknya dilakukan dengan perlahan. Selain itu, selalu perhatikan area jalan Anda, apakah basah dan becek, sebab akan membuat bantalan pada tongkat menjadi licin dan Anda berisiko untuk terjatuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit