Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Foto Rontgen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sinar roentgen atau X-ray, yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan rontgen, ditemukan oleh fisikawan Jerman bernama Wilhelm Roentgen, tepatnya pada tanggal 8 November 1890. Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia tanpa dilakukan pembedahan (non-invasive procedure) sehingga dunia kedokteran sangat terbantu dengan temuan ini. Berkat prestasinya, Roentgen dianugerahi Nobel pada tahun 1901.

Kapan foto rontgen diperlukan?

Pemeriksaan rontgen merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dari penegakkan diagnosis di samping pemeriksaan laboratorium.  Rontgen dilakukan untuk melihat patah atau retak tulang, memantau perkembangannya, dan menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan.

Kondisi penyakit yang membutuhkan pemeriksaan rontgen sebagai contoh adalah arthritiskanker tulang, penyakit paru-paru, masalah pencernaan, pembesaran jantung, batu ginjal, batu saluran kemih, dan kejadian tertelan zat asing.

Apakah rontgen memiliki risiko?

X-ray hanya menggunakan sedikit radiasi, sehingga jumlah ekspos sinar masih dianggap aman untuk orang dewasa. Berbeda halnya dengan janin di dalam rahim, sehingga bagi ibu hamil biasanya dilaksanakan pemeriksaan radiologi dengan jenis lain yang lebih aman seperti MRI.

Selain itu, beberapa kondisi pemeriksaan rontgen ada yang memerlukan penelanan atau penyuntikan zat kontras agar pada hasil foto daerah yang ingin dilihat dapat tergambar dengan jelas. Kontras yang biasa digunakan adalah jenis iodine yang ada beberapa orang dapat menyebabkan alergi. Reaksi alergi yang dapat terjadi adalah kemerahan pada kulit, gatal, dan mual. Pada kasus yang sangat jarang dapat terjadi syok anafilaktik, hipotensi parah, dan serangan jantung.

Jenis-jenis pemeriksaan foto thorax

Proyeksi PA (Postero-Anterior )

Cara pemeriksaan foto thoraks dengan proyeksi PA (Postero-Anterior),yaitu:

  • Sinar dipancarkan ke arah film melalui punggung (posterior) pasien. Biasanya, pasien akan diminta untuk berdiri tegak dengan, region anterior (perut) ditempelkan pada film.
  • Tangan bertolak pinggang untuk mengangkat tulang belikat agar region paru tidak tertutupi.
  • Pasien diminta untuk menarik napas dalam saat sinar ditembakkan agar rongga thoraks dapat mengembang secara maksimal, diafragma akan terdorong ke rongga abdomen (perut) sehingga dapat dihasilkan gambaran paru/jantung seperti aslinya. Pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan di ruang radiologi

Proyeksi AP (Antero-Posterior )

Cara pemeriksaan foto thoraks dengan proyeksi AP (Antero-Posterior), yaitu:

  • Proyeksi AP bisa dilakukan pada pasien dengan posisi telentang, duduk, atau terlentang namun sudut batang badang 45 atau 90 derajat dari bidang datar.
  • Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat berpindah tempat (mobilisasi) karena berbagai penyebab, sering kali terjadi pada pasien pasca bedah.
  • Alat yang digunakan adalah adalah alat foto portable.
  • Hasil foto proyeksi AP biasanya menghasilkan kualitas foto yang kurang baik dibanding proyeksi PA

Proyeksi lateral

Cara pemeriksaan foto thoraks dengaan proyeksi lateral, yaitu:

  • Posisi ini dilakukan sesuai pada indikasi baik lateral kanan maupun lateral kiri
  • Biasanya dilakukan jika diperlukan untuk menegakkan diagnosis yang tidak diperoleh dengan foto proyeksi lainnya.

Persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalani rontgen

Berdasarkan jenis persiapannya, pemeriksaan X-Ray terbagi atas:

Radiografi konvesional tanpa persiapan

Pasien dapat langsung difoto saat datang.

Radiografi konvensional dengan persiapan

  • Pemeriksaan organ abdomen (perut) memerlukan puasa beberapa jam atau hanya makan makanan tertentu agar usus dapat tergambar dengan jelas tanpa adanya penutupan dari feses.
  • Pada pemeriksaan saluran kemih, Anda akan diminta berbaring telentang dengan tangan menjauh dari tubuh. Serta sebelum pemeriksaan Anda akan diminta untuk meminum banyak air atau dan menahan kencing agar dapat terlihat gambaran yang bagus pada buli-buli (kandung kemih).
  • Pemeriksaan dada proyeksi posterior anterior (PA) dilakukan dengan posisi berdiri, baju harus diturunkan sampai ke pinggang. Anda akan diminta untuk menahan nafas saat foto diambil.
  • Jika rontgen dilakukan pada daerah tengkorak, penjepit atau hiasan rambut, kaca mata, dan gigi palsu harus dipindahkan.

Persiapan teknis lainnya sebagai berikut:

  • Memakai pakaian yang nyaman dan longgar agar mudah untuk membukanya, namun pada beberapa rumah sakit akan diberikan gaun untuk dipakai.
  • Mencopot perhiasan, jam atau alat-alat yang mengandung logam pada tubuh. Jika Anda memiliki implantasi metalik di dalam tubuh dari operasi sebelumnya, segera laporkan ke dokter karena implant akan memblokir sinar X-Ray untuk menembus ke dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit