Menyembuhkan Cedera Olahraga Dengan Metode RICE

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cedera fisik merupakan suatu hal yang dapat mengganggu aktivitas. Meskipun begitu, hal ini merupakan sesuatu yang dapat dialami siapa saja dan kapan saja. Cedera fisik akut seperti keseleo yang diakibatkan otot ditarik terlalu kuat atau memar akibat benturan dapat menyebabkan rasa nyeri. Hal tersebut menandakan ada jaringan yang telah rusak.

Jenis cedera tersebut dapat ditangani sendiri di rumah tanpa harus berobat ke dokter, atau menggunakan metode terapi cedera yang dikenal dengan RICE. Metode RICE merupakan singkatan dari beberapa tahapan yaitu rest, ice, compression, dan elevation.

kompres es setelah cedera

Cara menyembuhkan cedera olahraga dengan terapi RICE

Rest (istirahatkan)

Hentikan aktivitas segera mungkin ketika tubuh merasa nyeri merupakan hal penting, ini karena rasa nyeri adalah pertanda telah terjadi kerusakan pada bagian tertentu. Pada tahapan ini, mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera bertujuan untuk menghentikan luka menjadi lebih parah yang akan menghambat pemulihan.

Mengistirahatkan bagian yang mengalami cedera dilakukan dengan tidak memberikan beban yang terlalu berat dan tekanan langsung pada area yang sakit. Dianjurkan untuk menghentikan aktivitas yang menggunakan bagian tubuh dengan cedera selama 24-48 jam. Gunakanlah alat bantu untuk meminimalisir gerakan jika diperlukan.

Ice (kompres es)

Kompres es pada area cedera berguna untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada jaringan yang rusak. Suhu dingin membuat area cedera menjadi lebih kebal dari rasa nyeri.

Terapkan metode ini dengan menempelkan kompres es pada area yang cedera. Hindari untuk menempelkannya secara langsung ke permukaan kulit. Anda dapat membalut es dengan handuk atau kain terlebih dahulu sebelum menempelkannya ke area yang nyeri. Ini untuk menghindari radang dingin atau kerusakan jaringan tubuh akibat suhu yang teralu dingin. Kompres bagian luka dengan es selama 10 menit lalu lepas selama 10 menit, ulangi siklus sesering mungkin selama 24-48 jam sejak mengalami cedera.

Compression (berikan sedikit tekanan)

Hal ini dilakukan dengan cara memberikan sedikit tekanan yang merata di area cedera dengan menggunakan perban atau pembalut yang elastis. Cara ini bertujuan untuk mencegah area yang cedera mengalami pembengkakan.

Meskipun demikian, hindari untuk mengaitkan perban terlalu kencang karena dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang sangat dibutuhkan oleh area cedera. Jika perban terlalu kencang menekan area cedera, tandanya yaitu muncul rasa seperti kesemutan, kebal terhadap sentuhan, dan terasa sedikit lebih dingin.

Elevation (mengangkat bagian yang cedera)

Mengangkat bagian yang cedera bertujuan untuk meminimalisir pembengkakan dengan membuat cairan terserap dari area yang mengalami cedera. Misalnya jika mengalami cedera pada bagian kaki, maka teknik elevasi dapat dilakukan dengan meletakkan kaki secara lurus dengan dan diganjal dengan bantal ketika duduk di sofa atau tempat tidur.

cedera paha

Kapan metode RICE dapat digunakan?

Terapi RICE hanya efektif untuk menyembuhkan cedera olahraga yang sifatnya ringan hingga sedang. RICE direkomendasikan jika seseorang mengalami keseleo, terkilir, memar, dan cedera lainnya pada jaringan halus. Cedera yang dapat diatasi dengan terapi RICE biasanya disebabkan oleh terjatuh, gerakan yang tidak lazim, cara mengangkat benda berat yang salah, atau gerakan memutar secara tiba-tiba.

Metode RICE juga dapat dilengkapi dengan mengonsumsi obat nonsteroid antiradang yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen. Penggunaan obat ini bertujuan untuk mengendalikan proses peradangan dan mengurangi rasa nyeri.

kaki perban luka
Sumber: Reader’s Digest

Apakah metode RICE selalu efektif?

Metode terapi RICE tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan cedera olahraga jika terjadi cedera mendalam yang lebih serius. Misalnya kalau ada kerusakan parah dari jaringan halus atau ada tulang yang patah. Hal tersebut kemungkinan membutuhkan terapi fisik lanjutan.

Segera temui dokter jika cedera menjadi lebih serius meskipun sudah dilakukan metode RICE. Biasanya cedera ringan akan membaik dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Cedera yang lebih serius ditandai dengan:

  • Pembengkakan dan bertambah nyeri
  • Bagian tubuh yang mengalami cedera berubah warna
  • Terdapat perubahan bentuk organ yang cedera seperti nampak benjolan besar atau bagian tubuh bengkok ke arah sudut abnormal
  • Persendian terasa tidak stabil akibat cedera
  • Tidak mengangkat benda dengan beban tertentu pada bagian tubuh yang cedera
  • Terdengar suara tulang ketika menggerakan bagian tubuh yang cedera
  • Mengalami demam
  • Mengalami pusing yang parah
  • Mengalami gangguan napas

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Badan Masih Sakit Setelah Olahraga, Bolehkah Lanjut Latihan Lagi?

Olahraga terkadang membuat badan nyeri tak karuan. Jika badan masih sakit setelah olahraga, jangan langsung asal olahraga lagi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebugaran, Hidup Sehat 23 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Lutut Sakit Saat Ditekuk? Ini 4 Kondisi yang Bisa Jadi Pemicunya

Tak melulu karena keseleo atau terkilir, faktanya ada banyak hal yang bisa menyebabkan Anda mengalami lutut sakit saat ditekuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nyeri Kronis, Health Centers 17 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak orang mengira kalau nyeri dada saat olahraga disebabkan karena terkena serangan jantung. Padahal, belum tentu! Cari tahu penyebabnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Gejala dan Cara Mengobati Darah Beku di Kuku

Pernahkah Anda mengalami cedera kuku seperti kejatuhan barang berat? Jika sudah begitu Anda akan melihat adanya darah beku di kuku.Begini cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
screening dalam olahraga

Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 4 menit
mencegah jatuh terpeleset

Ingat 6 Tips Ini Agar Anda Tidak Mudah Jatuh atau Terpeleset di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2019 . Waktu baca 4 menit