Astrositoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu astrositoma?

Astrositoma adalah jenis tumor glioma paling umum yang terbentuk dari astrosit. Otak merupakan organ utama sistem saraf pusat dan terdiri atas sel‐sel saraf (neuron) yang saling mendukung (glial). Sel‐sel yang berlainan membuat jaringan glial termasuk astrosit. Sekitar 50 persen tumor otak primer adalah astrositoma.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasian penyakit ini menjadi empat tingkat tergantung seberapa cepat pertumbuhan dan kemungkinan menyebar ke jaringan otak terdekat.

  • Astrositoma tingkat I (juvenile pilocystic astrositoma). Juvenile pilocystic astrositoma paling sering terjadi  pada anak-anak dan remaja. Pada tahap ini, tumor umumnya menyerang serebelum, otak besar, jalur saraf optik, dan batang otak.
  • Astrositoma tingkat II (low-grade astrositoma atau astrositoma diffuse). Tumor ini tumbuh relatif lambat dan biasanya tidak memiliki batas yang jelas. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 20-40 tahun.
  • Astrositoma tingkat III (anaplastik astrositoma). Pada tahap ini tumor tumbuh lebih cepat daripada astrositoma kelas II. Kondisi ini terjadi paling sering pada orang dewasa yang berusia atara 30-50 tahun.
  • Astrositoma tingkat IV (glioblastoma atau GBM). Pada tahap ini tumor sudah menyebar dan berkembang agresif. GBM paling sering terjadi pada orang dewasa antara usia 50 dan 80, dan umumnya paling sering terjadi pada pria.

Seberapa umumkah astrositoma?

Astrositoma  adalah  tumor  otak  yang  paling  sering  terjadi  pada  orang  dewasa. Namun, anak‐anak  juga  bisa terkena  penyakit  ini. Silakan  diskusikan  dengan  dokter  Anda  untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala astrositoma?

Gejala  tahap  awal  meliputi  sakit  kepala  (bisa  disertai  mual  dan  muntah) atau  kejang‐kejang. Gejala lain berupa lemas pada otot lengan atau kaki salah satu sisi tubuh, masalah penglihatan atau berbicara.

Dalam  beberapa  kasus,  pasien  akan  mengalami  perubahan  mental, misalnya  linglung, disorientasi,  penurunan kemampuan mengingat, serta mudah tersinggung. Kemungkinan  terdapat  tanda‐tanda  atau  gejala  yang tidak  disebutkan. Jika  Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda periksa ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter  jika Anda mengalami  sakit  kepala berat  yang disertai mual dan muntah, lemah otot pada satu sisi tubuh Anda, kejang-kejang, atau masalah penglihatan serta sulit berbicara. Jika Anda memiliki efek  samping terhadap pengobatan, seperti demam  setelah menjalani kemoterapi,  Anda  harus  segera  menemui  dokter  untuk  mendapatkan  diagnosis  yang akurat.

Penyebab

Apa penyebab astrositoma?

Penyebab  astrositoma  belum  diketahui. Namun, penyakit  ini tidak  bersifat  menurun  dan tidak dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk astrositoma?

Belum ada faktor risiko yang jelas  mengapa seseorang  dapat  terserang  astrositoma. Berdasarkan  penelitian,  penyakit  yang  berhubungan  dengan  sistem  saraf  seperti neurofibromatosis serta penyakit genetik lainnya dapat memicu pertumbuhan astrositoma.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk astrositoma?

Ada tiga jenis pengobatan umum untuk mengatasi astrositoma adalah:

Di  antara  kebanyakan  penderita  astrositoma,  mereka  memilih  jalan  operasi  untuk menyingkirkan  seluruh bagian tumor. Operasi  radikal pengangkatan tumor otak ini  akan memperpanjang hidup para pasien. Namun, tidak semua operasi pengangkatan tumor otak ini  selalu  berhasil. Anda harus mempertimbangkannya  terlebih  dahulu  sebelum  Anda memilih metode ini. Selain  itu,  terapi  radiasi  dan kemoterapi  merupakan  dua  terapi  kombinasi  untuk menghancurkan sel‐sel tumor residu dan membatasi kemungkinan tumor tumbuh kembali. Beberapa faktor yang dapat menuntukan keberhasilan pengobatan astrositoma adalah:

  • Jenis tumor
  • Banyaknya tumor yang diangkat
  • Lokasi tumor
  • Usia  pasien (kemungkinan  keberhasilan  pembedahan  lebih  besar  pada  orang  usia muda)

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk astrositoma?

Dokter  akan  membuat  diagnosis  berdasarkan  gejala‐gejala  yang  muncul,  namun kemungkinan  gejala tahap pertama tidak tampak jelas dan  seringkali mirip dengan  sakit kepala atau infeksi sinus, sehingga sulit untuk didiagnosis.

Dokter juga akan menggunakan MRI dan pindaian CT scan. Jika MRI atau CT scan menunjukkan adanya suatu massa di dalam  otak, satu‐satunya  cara  untuk  membuktikan diagnosis  adalah  melakukan  biopsi.

Dalam metode  biopsi, dokter akan mengambil sepotong kecil  massa  tersebut  dan menelitinya menggunakan mikroskop.Astrositoma dapat digolongkan ke dalam tahap I, II, III atau IV. Tahap I dan II adalah tumor tahap awal, sementara tahap III dan IV adalah tumor tingkat lanjut. Sistem pengelompokan ini membantu dokter untuk menetapkan metode pengobatan  serta prognosis yang  cocok bagi pasien.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi astrositoma?

Beberapa  gaya  hidup  dan  pengobatan  rumahan  yang  dapat  membantu  Anda  mengatasi astrositoma adalah:

  • Ikuti seluruh ketentuan yang diberikan oleh dokter pasca‐pengobatan.
  • Lakukan  pemeriksaan  ulang  secara  berkala  untuk  memantau  perkembangan penyakit serta kondisi kesehatan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nyeri akibat kejang otot punggung bisa terasa makin parah ketika Anda membungkukkan badan. Simak berbagai cara mudah mengatasi kejang otot punggung di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit