Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 April 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Wajar untuk merasa cemas sesekali. Namun, jika kecemasan yang Anda alami terjadi terlalu sering, berlebihan, dan tanpa alasan yang kuat, Anda mungkin mengidap gangguan kecemasan alias anxiety disorder.

Orang dengan gangguan kecemasan akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal. Dalam kasus yang parah, gangguan kecemasan juga bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Kondisi ini dikategorikan sebagai gangguan mental, yang tentunya beda dengan cemas biasa. 

Dikutip dari National Institute of Mental Health, ada berbagai jenis anxiety disorder, yaitu:

Generalized anxiety disorder (GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus dan cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekalipun, alias baik-baik saja. Rasa khawatir dan tegang yang berlebihan terkadang juga disertai dengan gejala fisik, seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, dan bahkan kesulitan tidur (insomnia).

Meski sulit untuk menenangkan diri, orang yang sedang mengalami GAD umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Jika dibiarkan terus-terusan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

Social anxiety disorder, alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang.

Gugup ketika bertemu orang lain (terutama orang asing atau orang yang cukup penting) itu wajar saja. Namun, ketika Anda selalu merasa gugup, bahkan takut, berada di lingkungan baru sampai berkeringat dan merasa mual, Anda mungkin mengalami kecemasan sosial.

Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang umumnya hanya dialami sebentar, kondisi ini justru berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Sumber penyebab dari kecemasan sosial adalah rasa takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial adalah satu jenis dari fobia kompleks. Jenis fobia tersebut memiliki dampak yang merusak, bahkan sampai melumpuhkan, kehidupan penderitanya. Pasalnya, gangguan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah.

Gangguan panik (panic disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas.

Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur. Banyak orang sering menganggap berbagai gejala tersebut sebagai serangan jantung.

Gangguan panik ini bisa ditandai dengan munculkan serangan panik seperti di atas. Serangan panik bisa dialami kapan dan di mana saja. Beberapa orang mungkin akan mengalami serangan panik hanya dalam hitungan menit, sementara lainnya bisa mengalami hingga berjam-jam.

Fobia spesifik

Fobia spesifik juga masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Contohnya, fobia badut, laba-laba, ketinggian, balon, jarum, darah, dan lain sebagainya.

Orang dengan kondisi ini tahu bahwa ketakutan yang mereka alami berlebihan, tetapi mereka tidak bisa mengatasinya.

Seberapa umum kondisi ini?

Anxiety disorder adalah kondisi yang sangat umum dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang mungkin menjadi pemicu. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Sebenarnya, tanda dan gejala anxiety disorder tergantung pada jenis gangguan kecemasan yang dialami penderitanya. Berikut tanda dan gejala anxiety disorder berdasarkan jenisnya.

Gangguan kecemasan umum (GAD)

Beberapa gejala yang muncul jika Anda memiliki gangguan kecemasan umum, antara lain:

  • Mudah merasa lelah
  • Gelisah terus-terusan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir
  • Kram otot
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan atau selalu merasa kurang tidur

Gangguan panik

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala seseorang mengalami gangguan panik:

  • Merasa gelisah terus-terusan tanpa alasan yang jelas
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung meningkat
  • Napas tersengal-sengal atau memburu
  • Berkeringat dan gemetar
  • Tangan dan kaki terasa kram, kesemutan, atau bahkan mati rasa
  • Kesulitan mengendalikan ketakutan atau kecemasan
  • Otot tegang

Fobia sosial

Tanda dan gejala fobia sosial di antaranya:

  • Gugup berlebihan ketika melakukan interaksi sosial
  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulan
  • Ketakutan yang amat sangat terhadap perasaan akan diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal
  • Menghindari tatap mata dengan lawan bicara
  • Memilih berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari orang lain
  • Menarik diri dari aktivitas sosial
  • Wajah memerah ketika diminta bicara di depan banyak orang
  • Napas pendek-pendek
  • Sakit perut
  • Mual
  • Gemetar, termasuk suara 
  • Jantung berdebar-debar atau dada terasa sesak
  • Berkeringat
  • Merasa pusing atau ingin pingsan

Fobia spesifik

Seperti namanya, orang dengan fobia spesifik (tertentu) akan memiliki ketakutan yang amat sangat terhadap objek, benda, atau situasi tertentu.

Orang dengan kondisi ini mungkin akan berteriak atau menangis histeris ketika hal-hal yang mereka takuti ada di hadapannya. Beberapa gejala fisik dan emosional yang mungkin dialami orang dengan fobia objek tertentu, di antaranya:

  • Detak jantung dan napas tidak teratur ketika melihat hal yang ditakuti
  • Rasa takut berlebihan hingga berkeringat deras
  • Mendadak mual
  • Merasa marah saat di tempat atau situasi di mana ada hal-hal yang ditakutinya
  • Sangat menghindari segala hal yang berhubungan dengan hal-hal yang ditakutinya
  • Orang yang ada di posisi ini bahkan bisa mendadak lemas hingga pingsan saat ketakutan yang ia rasakan telah mencapai puncaknya

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika:

  • Anda terus-terusan dirundung rasa khawatir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Rasa takut, khawatir, dan cemas yang Anda alami sulit untuk dikendalikan
  • Mengalami stres kronis, kecanduan alkohol, menggunakan narkoba, atau memiliki masalah kesehatan mental lainnya
  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Ingat, rasa khawatir yang Anda alami mungkin tidak akan hilang dengan sendirinya atau bahkan justru bisa bertambah buruk dari waktu ke waktu jika Anda tidak segera mencari bantuan.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, psikolog, atau psikiater sebelum gangguan kecemasan Anda memburuk. Pengobatan akan jauh lebih mudah jika Anda mendapatkan pertolongan medis lebih awal.

Penyebab

Apa penyebab anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Penyebab anxiety disorder sampai saat ini belum benar-benar diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa salah satu penyebab gangguan kecemasan dipicu oleh genetik.

Jadi, jika Anda memiliki orangtua atau saudara kandung yang mengalami gangguan kecemasan, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Kejadian traumatis di masa lalu dan stres jangka panjang juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan kronis.

Bahkan, kondisi ini juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu. Ya, dalam beberapa kasus, tanda dan gejala kecemasan adalah indikator pertama dari penyakit medis.

Jika dokter mencurigai bahwa kecemasan yang Anda alami disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

Beberapa kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan gangguan kecemasan termasuk:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Masalah tiroid, seperti hipertiroidisme
  • Gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Kecanduan alkohol
  • Nyeri kronis atau sindrom iritasi usus
  • Tumor langka yang dapat memicu produksi hormon adrenalin atau hormon tertentu lainnya

Terkadang kecemasan dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor risiko anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Sebenarnya, faktor risiko untuk setiap jenis gangguan kecemasan dapat bervariasi tergantung jenisnya. Namun sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, beberapa faktor risiko umum yang bisa memicu penyebab semua jenis anxiety disorder meliputi:

1. Trauma

Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) ketika dewasa. Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga demikian.

2. Riwayat genetik

Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan kecemasan.

3. Kepribadian tertentu

Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain.

4. Mengalami gangguan mental 

Orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan.

5. Penggunaan obat-obatan atau alkohol

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.

6. Stres karena suatu penyakit

Memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih. Terutama perihal biaya pengobatan, peluang kesembuhan, hingga bagaimana Anda menghadapi masa depan nantinya. 

Selain karena penyakit, Anda juga bisa mengalami gangguan ini karena masalah di pekerjaan, kehilangan orang yang terkasih, atau bahkan impitan ekonomi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Pada umumnya, dokter akan mendiagnosis dari gejala yang Anda keluhkan dan riwayat kesehatan. Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah dan tes psikologi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang Anda alami dan memastikan diagnosis.

Bagaimana cara mengatasi anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Dua pengobatan utama untuk mengatasi (anxiety disorder) gangguan kecemasan adalah psikoterapi dan obat-obatan.

Psikoterapi

Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara atau konseling psikologis merupakan pengobatan untuk gangguan kecemasan. Psikoterapi memiliki banyak macam, tapi yang paling sering digunakan utnuk mengobati anxiety disorder adalah terapi perilaku kognitif (CBT).

Terapi ini berfokus pada hubungan antara masalah, pola pikir, dan perilaku Anda. Dalam terapi ini, Anda akan diminta untuk membuka diri dan bercerita tentang semua keluhan yang sedang Anda hadapi kepada terapis. Tak perlu merasa malu atau cemas, terapis yang menangani Anda tidak akan menghakimi dan pasti menjaga semua rahasia Anda. 

Dipandu dengan terapis, Anda akan diajak untuk mencari akar masalah yang ingin diselesaikan dan tujuan akhir yang ingin dicapai.  

Obat-obatan

Dokter juga mungkin akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu untuk meringankan gejala kecemasan yang Anda alami.

Berikut beberapa jenis obat yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi anxiety disorder:

Dokter mungkin akan meresepkan obat lainnya sesuai dengan kondisi Anda. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Tak hanya membuat Anda cemas terus-terusan, kondisi ini juga bisa menyebabkan berbagai kondisi medis serius jika Anda tidak segera diatasi. Bahkan, kondisi ini juga bisa memicu gangguan mental dan fisik yang meliputi:

  • Depresi
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
  • Gangguan pada sistem pencernaan
  • Sakit kepala dan nyeri kronis di seluruh tubuh
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Masalah di sekolah atau pekerjaan
  • Kualitas hidup yang buruk
  • Bunuh diri

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan menyerupai kondisi medis lainnya. Kondisi ini tidak akan menghilang dengan sendirinya. Penting untuk Anda mengerti tentang kondisi Anda dan ikuti rencana perawatan.

Berikut beberapa hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan yang sedang Anda alami:

  •  Tenangkan pikiran dengan melakukan meditasi atau beribadah.
  • Berendam air hangat untuk merelaksasikan otot-otot yang menegang.
  • Berolahraga selama kira-kira setengah jam bisa mengurangi kecemasan, membuat Anda lebih tenang, serta kian percaya diri.
  • Menggunakan minyak esensial untuk pijat atau aromaterapi penghantar tidur.
  • Melakukan hobi yang disukai atau bahkan mencoba hal-hal baru yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.
  • Bercerita dengan orang-orang kepercayaan Anda, entah itu keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat.
  • Jangan ragu untuk mencari dukungan ke dokter atau psikolog jika Anda memang memerlukannya.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika Anda tidak segera memeriksakan diri. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau psikolog ketika Anda mengalami kecemasan yang tidak biasa.

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang pergi ke dokter atau psikolog adalah orang “gila”. Padahal, tidak. Siapa saja boleh melakukan konsultasi ke psikolog demi menjaga kesehatan mentalnya.

Perlu dipahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan Anda. Jadi, tak perlu didiagnosis memiliki gangguan jiwa dulu untuk pergi ke psikolog.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

    Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Hidup Sehat, Psikologi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit