Anus Gatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anus gatal?

Anus gatal, juga dikenal dengan pruritus ani, adalah sensasi gatal di sekitar anus (lubang di mana feses keluar dari tubuh). Anus gatal adalah sebuah gejala, bukan penyakit, dan memiliki banyak penyebab. 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, kebanyakan orang dengan anus gatal tidak memiliki penyakit pada dubur. Sebaliknya, sensasi gatal adalah tanda bahwa satu atau lebih kondisi mengiritasi kulit.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Umum terjadi dan memengaruhi kedua jenis kelamin dan orang-orang segala usia. Seseorang dengan diabetes lebih berisiko terkena kondisi ini. Pengobatan bisa mengendalikan gejalanya, tapi masalahnya bisa datang lagi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anus gatal?

Beberapa gejala anus yang gatal yaitu:

  • Gatal-gatal, kulit kemerahan di sekitar anus
  • Kulit lecet karena digaruk
  • Gatal-gatal semakin sering dan semakin buruk saat malam
  • Kulit bertambah tebal dan peradangan kronis (bengkak, kemerahan) bisa terjadi. Kulit yang rusak bisa terkena infeksi bakteri

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Demam tinggi
  • Anus yang merasakan gatal lebih dari dua bulan
  • Pendarahan pada anus

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Selalu lebih baik diskusikan dengan dokter Anda apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab anus gatal?

Seringkali, penyebabnya tidak diketahui. Banyak penyebabnya seperti:

  • Infeksi jamur, virus herpes, human papilomavirus (HPV, yang menyebabkan kutil pada kelamin), cacing kremi, tungau (yang menyebabkan kudis), dan kutu. Kondisi kulit seperti kontak dermatitis, psoriasis, dan dermatitis seboroik, dapat memulai anus gatal
  • Sabun, jeli dan busa kontrasepsi, kertas toilet wangi, semprotan deodoran, dan semprotan air bisa menyebabkan kontak dermatitis.
  • Orang dengan diare kronis bisa gatal-gatal
  • Penyakit dubur, seperti wasir, fisura, fistula, dan prolaps dubur, dapat menyebabkan gatal-gatal
  • Wanita sebelum atau setelah menopause mungkin mengalami gatal-gatal karena keputihan atau tingkat estrogen rendah
  • Jika Anda tidak membersihkan anus setelah membuang air, kotoran yang tertinggal bisa menyebabkan gatal dan sensasi terbakar. Bersihkan area anus dengan lembut dengan air lalu keringkan dengan kain bersih atau satu sampai dua lembar kertas toilet bebas pewarna.
  • Menyeka atau mengusap bagian anus terlalu keras dan kasar bisa menyebabkan terasa gatal. Jangan gunakan sabun, air panas, bubuk obat, semprotan atau deodoran di bagian anus. Barang-barang tersebut bisa menghancurkan pelindung pada kulit bagian anus yang melindungi area sensitif ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Ada banyak faktor risiko anus gatal, seperti:

  • Sensitivitas kulit: kontak dengan permukaan yang kasar atau beberapa bahan kimia seperti sabun, parfum, tisu.
  • Penyakit lain: diare kronis, wasir, dan masalah kulit (seperti psoriasis dan kontak dermatitis) dapat menyebabkan anus gatal-gatal
  • Kanker anus.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk anus gatal?

Kunci pengobatan ini adalah perawatan diri dan menghindari hal-hal yang menyebabkan gatal-gatal. Jaga area yang gatal tetap bersih, sejuk, dan kering.

Salep atau krim hidrokortison atau dapat mengontrol gatal pada kasus non-infeksi. Oleskan tiga kali sehari, gosok dengan lembut sampai menghilang. Hidrokortison tidak boleh digunakan selama lebih dari 5 hari, karena dapat menyebabkan iritasi dan merusak kulit.

Jika obat tidak menolong, dokter dapat memberikan resep kortison topikal atau obat lain yang lebih kuat.

Jamur, herpes, kutil kelamin, dan infeksi cacing kremi dengan kutu jika ada harus diobati dengan obat yang tepat. Penyakit anus mungkin memerlukan pengobatan lainnya.

Berapa lama rasa gatal pada anal bertahan tergantung pada penyebabnya. Jika gatal disebabkan oleh iritasi kulit yang sederhana, masalah biasanya hilang dengan cepat setelah Anda menemukan sumber iritasi dan menghindarinya. 

Dalam kebanyakan kasus, tindakan pengobatan sederhana dapat mengurangi rasa tidak nyaman dalam satu minggu dan menyembuhkan masalah secara total dalam waktu satu bulan.

Apa tes yang paling umum untuk kondisi ini?

Dokter membuat diagnosis dari gejala dan pemeriksaan anus dan kulit di sekitarnya. Studi lab kadang-kadang memerlukan identifikasi jamur. Pemeriksaan dengan mikroskop mungkin diperlukan untuk memeriksa telur cacing kremi atau tungau di kulit.

Untuk membantu menemukan penyebab anus gatal, dokter mungkin akan meminta Anda menjelaskan makanan dan obat-obatan yang Anda konsumsi, kebiasaan buang air besar, dan cara Anda membersihkan area anus Anda. 

Dokter juga akan memeriksa riwayat medis Anda, termasuk riwayat masalah anus, seperti wasir atau fisura atau masalah kulit, seperti psoriasis, eksim, atau seborea. 

Jika anus gatal Anda disebabkan oleh iritasi di daerah anus, dokter biasanya mendiagnosis berdasarkan pola makan, kebersihan pribadi, dan pemeriksaan fisik. Terkadang, dokter akan meminta sampel feses jika mencurigai adanya infeksi cacing atau parasit. 

Dalam kasus yang langka, dokter mungkin perlu memeriksa daerah tersebut dengan memasukkan alat pengamat khusus ke dalam anus Anda. Ini dapat disebabkan oleh masalah di dalam rektum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anus gatal?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi anus gatal:

  • Jaga area yang gatal tetap bersih, sejuk, dan kering. Melakukan kebiasaan bersih yang baik dapat membantu mencegah gatal. Ini termasuk menahan diri untuk menggaruk. 
  • Gunakan sabun biasa yang tidak beraroma. Hindari penggunaan sabun dan deterjen dengan pewarna dan parfum untuk mencegah iritasi kulit.
  • Bersihkan area dengan tisu tanpa aroma yang dibasahkan, atau 1 gumpalan kapas setelah buang air besar.
  • Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Pakai pakaian longgar dan celana dalam katun. Cara ini dapat mengurangi risiko iritasi dan kelembapan. 
  • Hubungi dokter jika area Anda terasa terinfeksi. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Maag (Dispepsia)

    Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 13 mins read

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . 4 mins read

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . 9 mins read

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
    selulitis pada anak

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 4 mins read
    penyakit GERD adalah

    GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 13 mins read
    gastritis adalah radang lambung

    Gastritis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 12 mins read