home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Hanya Pakai Tisu, Lakukan Cara Cebok dengan Benar Usai Buang Air Kecil dan Besar

Tak Hanya Pakai Tisu, Lakukan Cara Cebok dengan Benar Usai Buang Air Kecil dan Besar

Kebiasaan BAB dan buang air kecil setiap orang bisa berbeda-beda. Selain frekuensi, kebiasaan membersihkan anus masing-masing orang setelah BAB pun tidak sama. Nah, berhubung letak anus dan uretra (tempat keluaranya urine) berdekatan, area ini rentan memunculkan aroma tak sedap bila tidak dibersihkan dengan baik. Oleh karena itu, mari pelajari cara cebok atau membersihkan anus yang baik dan benar melalui ulasan berikut, ya!

Kenapa harus tahu cara cebok yang baik dan benar?

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pun menganjurkan Anda untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Nah, saat menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan diri, penting juga untuk mengetahui cara membersihkan pantat dan anus secara menyeluruh. Mengapa demikian?

Pasalnya, kotoran alias feses yang dikeluarkan dari anus saat buang air besar mengandung ribuan kuman, begitu juga dengan urine yang keluar setelah buang air kecil.

Jika Anda buang air kecil dan besar lalu tidak membersihkan area organ intim dengan baik, bakteri dari feses dapat menempel ke tangan dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Terlebih bila Anda langsung menyentuh makanan, bakteri yang ada di tangan akan berpindah ke makanan dan menyebabkan keracunan makanan. Hiiyy… seram, bukan?

Selain menyebarkan penyakit, area intim dan anus juga dapat mengalami iritasi jika tidak dibersihkan dengan benar.

Cebok dengan sabun mandi nyatanya tidak dianjurkan. Menurut situs Health Direct, sabun mengandung bahan yang bisa menghilangkan minyak alami di permukaan kulit sekitar anus.

Bila minyak alami ini hilang, kulit sekitar organ intim dan anus jadi rentan kering karena kehilangan kelembapan sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

Berbagai penelitian pun melaporkan bahwa pewangi dan pengharum yang ditambahkan dalam sabun dan berbagai produk perawatan diri lainnya bisa menyebabkan iritasi di kulit.

Hal ini juga termasuk produk wewangian yang berasal dari minyak esensial.

Selain itu, sabun mandi biasanya mengandung pH sangat tinggi alias bersifat basa. Bahkan, jauh lebih tinggi daripada pH alami kulit di sekitar organ intim dan anus.

Ketika pH di sekitar kulit organ intim dan anus terganggu dan berubah, risiko terjadinya infeksi pun akan semakin tinggi.

Hal ini memberikan kesempatan bagi bakteri jahat untuk tumbuh dan berkembang biak di sana.

Pada banyak kasus, risiko iritasi dan infeksi umumnya akan lebih mudah dialami oleh orang-orang yang punya kulit sensitif.

Bagaimana cara cebok yang benar?

Anus dan uretra yang mengalami iritasi rentan memicu berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya.

Ya, iritasi pada bokong atau pantat dapat memicu ambeien (wasir) dan abses anal. Bila dibiarkan terus, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan pantat gatal.

Uretra yang tidak dibersihkan sampai tuntas setelah buang air kecil juga berisiko menimbulkan iritasi.

Nah, supaya Anda terhindar dari berbagai kondisi tersebut, penting untuk mengetahui cara cebok yang benar.

Berikut beberapa cara membersihkan anus yang perlu Anda simak baik-baik.

1. Usap dari arah depan ke belakang

penyebab pantat gatal

Kebanyakan orang sering salah langkah saat membersihkan area pantat termasuk anus, yaitu mengusapnya dari arah belakang ke depan.

Meskipun memang lebih mudah dilakukan, tetapi cara ini justru dapat menyebabkan perpindahan bakteri dari anus ke vagina dan memicu infeksi saluran kencing.

Jika Anda salah satu yang melakukan kebiasaan tersebut, mulai sekarang segera ubah dengan mengusapnya ke arah yang berlawanan, yakni dari arah depan ke belakang.

Anda dapat menggunakan tisu basah untuk mempermudah saat menyeka area sekitar bokong. Akan tetapi, perhatikan lagi bahan kimia yang terkandung dalam tisu basah.

Hindari kandungan methylisothiazolinone yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Sebaiknya, pilihlah tisu basah yang mengandung bahan-bahan alami, misalnya lidah buaya atau witch hazel, yang cenderung aman untuk kulit bokong yang sensitif dan bisa mencegah iritasi.

2. Pakai sabun bebas pewangi

persiapan saat new normal

Kunci terpenting untuk menjaga kebersihan organ intim dan anus adalah membilasnya dengan air.

Namun, hal ini nyatanya tidak semudah mengguyur sela-sela bokong dengan air, menggosoknya dengan sabun, lalu mengeringkannya begitu saja.

Perhatikan jenis sabun yang Anda gunakan sebelum mulai membersihkan pantat. Pasalnya, tidak semua sabun aman untuk kulit bokong yang sensitif.

Pilihlah sabun bebas pewangi, lalu gosokkan secara perlahan pada lubang anus untuk membersihkan sisa-sisa bakteri yang menempel.

3. Bilas dengan air

Setelah menggosok lembut area bokong dengan sabun, segera bilas dengan air.

Pastikan tidak ada sisa-sisa sabun yang menempel pada lipatan organ intim serta bokong yang dapat memicu pertumbuhan bakteri.

Tepuk-tepuk area bokong dengan tisu kering atau handuk lembut untuk mengeringkannya. Ingat, pastikan seluruh bagian pantat benar-benar kering hingga ke sela-selanya.

Kondisi pantat yang lembap menjadi lingkungan favorit bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan pantat gatal.

4. Cuci tangan hingga bersih

merasakan gejala covid

Setelah Anda selesai cebok dan mengeringkan area sekitar pantat dengan baik, jangan lupa cuci tangan dengan menggunakan sabun hingga benar-benar bersih.

Lagi-lagi, ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang yang mungkin terjadi saat Anda menyentuh makanan atau bersalaman dengan orang lain setelah buang air besar.

Bila memungkinkan, gunakan air hangat yang lebih efektif membunuh sisa-sisa bakteri yang mungkin masih berkumpul di permukaan tangan Anda.

Jangan lupa keringkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum mulai menyentuh makanan atau mulai beraktivitas lagi, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anal care – Health Direct. (2019). Retrieved March 15, 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/anal-care 

Bum wiping techniques and thong hygiene – Go Ask Alice, Columbia University. (2014). Retrieved March 15, 2021, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/bum-wiping-techniques-and-thong-hygiene 

Pruritus Ani (Anal Itching) – Cleveland Clinic. (2018). Retrieved March 15, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15574-pruritus-ani-anal-itching#management-and-treatment 

When & How to Wash Your Hands – CDC. (2020). Retrieved March 15, 2021, from https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html 

Anal Discomfort and How to Deal with it – IFFGD. (2019). Retrieved March 15, 2021, from https://www.iffgd.org/symptoms-causes/anal-discomfort.html 

Song, S., & Kim, S. (2011). Pruritus Ani. Journal Of The Korean Society Of Coloproctology, 27(2), 54. https://doi.org/10.3393/jksc.2011.27.2.54

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x