Anemia Gravis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu anemia gravis?

Anemia gravis adalah jenis anemia yang tergolong berat dan ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah 8 g/dL. Anemia gravis bukan hanya menyebabkan lelah dan kelemahan, tapi juga berisiko menimbulkan komplikasi berupa kerusakan beberapa organ tubuh. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia gravis adalah kondisi yang bisa terjadi pada ibu hamil atau orang dengan penyakit kronis, seperti kanker atau sakit ginjal. Konsultasi ke dokter apabila Anda merasa mengalami tanda-tanda dan gejala anemia

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia gravis?

Tanda dan gejala anemia gravis pada setiap orang dapat berbeda. Namun, gejala anemia ini termasuk parah dan dapat terjadi dalam waktu lama. Berikut adalah gejalanya:

  • Lelah yang ekstrem
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sering sesak napas dan sakit di dada
  • Pusing 
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala

Penyebab

Apa penyebab anemia gravis?

Jenis-jenis anemia dibedakan menurut penyebabnya. Anemia gravis adalah kondisi yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah sehat. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perdarahan berat, seperti kecelakaan atau jatuh.

Selain itu, cedera fisik serius juga dapat merusak organ, pembuluh darah, dan tulang belakang yang menghasilkan darah.

Perdarahan dalam juga dapat menyebabkan anemia gravis. Biasanya ini dapat disebabkan karena kondisi penyakit yang menyerang sistem pencernaan Anda.

Saat sistem pencernaan terganggu, nutrisi dan vitamin yang membantu produksi sel darah merah tidak dapat dicerna dengan baik. Penyakit yang berisiko menyebabkan perdarahan dalam pencernaan adalah polip usus besar, kolitis, dan tukak lambung.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kondisi ini?

Anemia adalah kelainan darah yang terjadi jika sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Ketika kekurangan zat besi di dalam tubuh Anda, sumsum tulang Anda membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang mengandung hemoglobin.

Lantas, apa lagi hal-hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami anemia gravis?

1. Kekurangan vitamin

Tubuh yang kekurangan vitamin, terutama folat, vitamin B-12, dan juga vitamin C, tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah. Ketiga vitamin tersebut sangat berperan dalam produksi sel darah merah

2. Penyakit tertentu

Penyakit kronis seperti kelainan pada sumsum tulang, kanker, infeksi HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, atau penyakit autoimun kronis adalah faktor pemicu anemia gravis.

Penyakit kronis dapat menyebabkan Anda mengalami anemia parah dalam waktu lebih dari 3 bulan. Penyakit-penyakit tersebut umumnya memengaruhi proses produksi sel darah merah, baik secara langsung maupun tidak.

Efek samping minum obat tertentu untuk pengobatan penyakit di atas juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup.

3. Keturunan

Faktor bawaan atau keturunan, bisa menjadi salah satu hal yang membuat Anda berisiko kena anemia gravis. Beberapa kondisi bawaan bisa membuat bentuk sel darah merah menjadi abnormal dan produksinya terganggu.

Akibatnya, oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh secara maksimal. Sel darah yang berbentuk abnromal juga dapat mati sebelum waktunya, sehingga Anda mengalami anemia.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis anemia, dokter mungkin akan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan, seperti:

1. Pemeriksaan kondisi fisik dan gejala

Untuk mendiagnosis anemia, dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan Anda sembari melakukan pemeriksaan fisik,

Anda dapat membantu dengan memberikan jawaban terperinci tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, makanan dan obat apa yang Anda konsumsi. Dokter Anda akan mencari gejala anemia dan petunjuk fisik lainnya yang mungkin mengarah pada penyebabnya.

2. Pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count)

Pemeriksaan darah lengkap digunakan untuk menghitung masing-masing jumlah sel darah Anda berdasarkan sampel. Untuk kondisi anemia, dokter akan fokus melihat kadar sel darah merah (hematokrit) dan hemoglobin dalam darah Anda.

Dikutip dari dokumen yang dipublikasikan Badan Kesehatan Dunia, nilai hematokrit dewasa normal umumnya antara 40-52% untuk pria, dan 35% dan 47% untuk wanita.

Sementara itu, jumlah hemoglobin normal pada orang dewasa umumnya 14-18 g/dL untuk pria dan 12-16 d/dL untuk wanita.

3. Tes tambahan lainnya

Tes darah tambahan lainnya kemungkinan akan dianjurkan dokter. Fungsinya untuk  mendeteksi penyebab anemia yang jarang, seperti serangan kekebalan pada sel darah merah, sel darah merah rapuh, atau cacat enzim. 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan hitungan retikulosit, bilirubin, dan kandungan di dalam  urin lainnya untuk menentukan seberapa cepat sel darah Anda dibuat. 

Hanya dalam kasus yang jarang terjadi, dokter perlu mengeluarkan sampel sumsum tulang untuk menentukan penyebab anemia Anda.

Pengobatan

Apa saja pengobatan untuk anemia gravis?

Anemia dapat ditangani dengan berbagai pilihan pengobatan sesuai penyebab hingga tingkat keparahannya. Berikut pengobatan yang mungkin bisa mengatasi anemia gravis dan menghindari risiko komplikasi akibat anemia jenis ini:

1. Transfusi darah

Apabila Anda mengalami anemia gravis, dokter akan memberikan transfusi darah untuk menambah darah dalam tubuh Anda.

Transfusi sel darah merah dapat diberikan kepada pasien dengan anemia gravis. Biasanya pengobatan ini diberikan pada orang yang mengalami anemia berat yang sedang mengalami perdarahan aktif atau memiliki gejala signifikan seperti nyeri dada, sesak napas, atau lemah.

Transfusi diberikan untuk menggantikan sel darah merah yang kurang dan tidak akan memperbaiki masalah kekurangan zat besi sepenuhnya.

2. Mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan

Kondisi anemia berat yang terjadi karena kekurangan nutrisi  dapat dibantu diatasi dengan minum suplemen dan vitamin tambahan. Dokter umumnya Anda menganjurkan minum suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin C. 

3. Mengobati penyebab anemia terlebih dahulu

Anemia biasanya muncul karena beberapa penyebab tertentu. Itu sebabnya, dokter akan mengatasi anemia yang Anda miliki dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya terlebih dulu. Apabila anemia yang Anda alami akibat penyakit kronis, dokter akan berusaha mengobati penyakit itu dulu, baru perlahan memperbaiki kondisi anemia Anda. 

Untuk kasus anemia karena kelainan sumsum tulang, dokter akan menganjurkan transplantasi sumsum tulang. Prosedur ini digunakan untuk mentransfer sel sumsum tulang sehat ke pasien anemia. Diharapkan sumsum tulang pasien dapat memproduksi sel darah yang baru, jumlahnya cukup, dan sehat.

Pencegahan di Rumah

Bagaimana cara mencegah dan merawat anemia gravis di rumah?

Beberapa kondisi anemia berat umumnya dapat dicegah. Anda dapat membantu mencegah anemia parah dengan dengan memilih makanan penambah darah yang mengandung nutrisi, seperti:

  • Zat besi, bisa didapat dari daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, lentil, sereal yang mengandung  zat besi dan sayuran, seperti bayam dan sawi
  • Folat (B9) dan vitamin B12, dari kacang-kacangan, roti, sereal, pasta, dan susu kedelai.
  • Vitamin C, yang berasal dari buah jeruk, melon, dan stroberi untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Sering merasa tidak ada tempat dan waktu untuk bercinta setelah memiliki buah hati? Baiknya, simak tips mencuri waktu untuk berhubungan seks di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
infeksi saluran kencing pada wanita menopause

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit
nyetrum ketika disentuh

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hemiplegia adalah

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit