Akromegali

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu akromegali?

Akromegali adalah penyakit hormonal akibat hormon pertumbuhan yang berlebihan. Hal ini menyebabkan kulit dan tulang di kepala, wajah, lengan dan kaki tumbuh lebih cepat daripada tubuh, sehingga ukuran tubuh jadi lebih besar daripada orang pada normalnya.

Perubahan fisik terjadi lebih lambat dan dapat tidak terdeteksi selama bertahun–tahun. Jika tidak ditangani, akromegali dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Jika terjadi pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, maka kondisi ini menyebabkan penyakit gigantisme.

Seberapa umumkah akromegali?

Sebenarnya, penyakit akromegali adalah penyakit yang jarang terjadi. Biasanya akromegali terjadi pada dewasa paruh baya dan terjadi baik pada laki-laki maupun wanita. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala akromegali?

Tanda dan gejala yang umum terjadi jika mengalami akromegali adalah tulang pada tangan, kaki, kepala dan wajah Anda lebih besar dari tubuh.

Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Kulit menebal, berminyak, dan kasar
  • Keringat berlebih dan bau badan
  • Lelah dan otot lemah
  • Suara yang menjadi parau atau serak
  • Lidah yang membesar
  • Nyeri sendi dan gerakan sendi yang terbatas;
  • Pembesaran organ
  • Sakit kepala
  • Penurunan penglihatan;Jari-jari baal dan kesemutan
  • Perubahan siklus menstruasi pada perempuan
  • Impotensi pada laki – laki
  • Jarak antar gusi melebar
  • Mendengkur saat tidur

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penyakit akromegali adalah penyakit yang harus ditangani dengan cepat dan tepat. Maka itu, anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Tungkai bengkak dan besar, lemah otot atau paralisis otot.
  • Ada bagian bibir, hidung, lidah yang mulai tumbuh membesar dan membengkak lebih dari biasanya
  • Jarak antar akar gigi Anda melebar dari gigi normal;
  • Penglihatan terganggu, sakit kepala berlebih, baal atau nyeri saraf, dan nyeri dada.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab akromegali?

Penyebab penyakit akromegali adalah produksi yang berlebih dari hormon pertumbuhan. Penyebab tersering dari hormon pertumbuhan berlebih adalah tumor jinak pituitari.

Namun demikian, tumor pada bagian lain tubuh seperti tumor pankreas, paru, atau kelenjar adrenal juga dapat mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berlebih sehingga mengakibatkan akromegali.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk akromegali?

Hal yang bisa membuat Anda berisiko alami akromegali adalah memiliki riwayat tumor pituitari atau tumor lainnya yang mungkin meningkatkan produksi hormon pertumbuhan.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa timbul jika penyakit akromegali tak segera diobati?

Komplikasi yang akan muncul jika penyakit ini tak ditangani dengan cepat dan tepat adalah:

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk akromegali?

Terapi untuk anggota gerak yaitu:

  • Diagnosis dini dan terapi untuk tumor yang menyebabkan akromegali, dengan tujuan untuk mengurangi produksi hormon pertumbuhan berlebihan. Dokter Anda dapat merujuk Anda ke dokter spesialis endokrinologi, yang khusus mengobati masalah hormon.
  • Pembedahan untuk mengangkat tumor di kelenjar hipofisis melalui hidung atau di atas bibir dan tidak meninggalkan bekas.
  • Menghilangkan tumor dengan terapi radiasi.
  • Biasanya dokter akan menggunakan gabungan metode terapi agar lebih efektif dan cepat. Akromegali membutuhkan terapi jangka panjang. Pembedahan biasanya berhasil namun kadar hormon dapat tidak kembali ke normal, sehingga harus dibantu dengan obat-obatan setelah operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk akromegali?

Dokter akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian dokter mungkin akan meminta Anda untuk mengukur kadar hormon pertumbuhan, menjalani tes supresi hormon pertumbuhan, dan pemeriksaan pencitraan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan terkait hormon pertumbuhan untuk melihat apakah terdapat kadar hormon pertumbuhan yang berlebih. Pemeriksaan MRI untuk melihat apakah ada tumor pada pituitari, pankreas, paru, atau kelenjar adrenal yang mungkin menjadi penyebab akromegali.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi akromegali?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi akromegali:

  • Lakukan instruksi dokter dengan baik dan bekerja samalah dalam proses terapi. Anda harus menghubungi dokter jika mengalami efek samping obat seperti mual, rasa melayang, pusing, jangan semena-mena berhenti konsumsi obat.
  • Kontrol secara teratur (sesuai anjuran dokter). Dokter Anda akan memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, dan kesehatan jantung Anda untuk melihat adanya komplikasi penyakit.
  • Gejala tidak akan menghilang dengan cepat. Terapi membutuhkan waktu yang lama dan keinginan pasien serta orang yang disayanginya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Masalah Tiroid Bisa Memengaruhi Mood Seseorang?

Studi menemukan bahwa masalah pada tiroid dapat menganggu suasana hati. Benarkah demikian? Lantas, apa penyebabnya? Caru tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Tiroid, Health Centers 14 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Benar Penis Kecil Berarti Tidak Subur?

Ukuran penis selalu menjadi topik perdebatan antar pria.Namun, apa benar penis berukuran kecil menandakan bahwa seorang pria tidak subur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesuburan, Kehamilan 23 April 2019 . Waktu baca 8 menit

Daftar Makanan untuk Bantu Jaga Hormon Agar Tetap Seimbang (Plus yang Perlu Dihindari)

Hormon memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Untuk itu, jagalah keseimbangan tersebut dengan berbagai makanan penyeimbang hormon.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit

Apa Efeknya Bila Pria Minum Pil KB Wanita?

Pil KB adalah cara mencegah kehamilan yang khas digunakan wanita. Nah, efeknya jika pria minum pil KB ternyata bisa meningkatkan risiko osteoporosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
tinggi badan bertambah saat anak tidur

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan kongenital cacat bawaan pada bayi baru lahir

Mengulik Lebih Dalam Seputar Kelainan Kongenital pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit