Janin Sudah Bisa Melihat Cahaya Sejak Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Janin mengalami pertumbuhan yang begitu pesat di dalam kandungan. Sebuah penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa jauh sebelum bayi bisa melihat gambar, mata janin sudah dapat mendeteksi cahaya dari dalam rahim.

Selain itu, kemampuan janin dalam mendeteksi cahaya juga diduga berkaitan dengan perkembangan emosi dan perilaku bayi setelah lahir. Lantas, apa hubungan antara penglihatan, cahaya, dan perkembangan janin? 

Bagaimana cara janin melihat cahaya dari dalam rahim?

lemak pada ibu hamil

Perkembangan mata janin dimulai sejak minggu keenam kehamilan. Pada periode ini, 2 bintik kecil yang menjadi bakal mata mulai berubah bentuk menyerupai cangkir. Struktur tersebut lalu membesar dan terhubung ke otak lewat sebuah batang yang akan menjadi tempat bagi saraf-saraf penglihatan.

Kornea, iris, pupil, dan lensa mata janin terbentuk pada minggu ketujuh. Kelopak mata kemudian terbentuk begitu kehamilan mencapai usia 10 minggu. Namun, kelopak mata janin masih akan tertutup hingga usia kehamilan mencapai minggu ke-27.

Uniknya, beberapa peneliti dari University of California, Berkeley, menemukan bahwa mata janin ternyata sudah dapat ‘melihat’ cahaya selama periode ini. Menurut penelitian tersebut, komunikasi antarsel yang ada pada retina membuat mata janin peka terhadap cahaya.

Retina adalah lapisan tipis yang terdapat pada bagian belakang mata. Area ini dipenuhi oleh sel ganglion yang sensitif terhadap cahaya. Meski belum seutuhnya berkembang, komunikasi antarsel ini membuat retina lebih sensitif sehingga bisa mendeteksi cahaya.

Para ilmuwan dahulu mengira janin manusia masih sepenuhnya buta selama periode perkembangan ini. Mereka menduga, sel-sel ganglion yang bertanggung jawab dalam penglihatan tidak terhubung dengan retina sehingga tidak dapat menghasilkan gambar.

Akan tetapi, penelitian ini justru membuktikan bahwa sel-sel ganglion pada mata sudah terhubung antara satu sama lain sejak janin ada dalam kandungan. Hubungan tersebut menghasilkan gelombang retina yang penting bagi kemampuan penglihatan ketika bayi lahir nanti.

Sel-sel penglihatan berhubungan dengan emosi dan perilaku bayi

janin

Selain membuat janin mampu melihat cahaya, komunikasi antarsel penglihatan ternyata juga berkaitan dengan perkembangan emosi dan perilaku bayi. Pasalnya, sel ganglion tidak hanya berkomunikasi dengan saraf penglihatan, tapi juga bagian otak yang lain.

Para peneliti memperkirakan sekitar 3 persen sel-sel ganglion sensitif terhadap cahaya. Sementara itu, sel-sel ganglion yang lain berkomunikasi dengan berbagai bagian otak. Hingga kini, ditemukan 6 subtipe sel ganglion yang berkomunikasi dengan bagian otak tertentu.

Beberapa sel ganglion berkomunikasi dengan bagian otak yang disebut nukleus suprakiasmatik untuk mengatur siklus tidur. Sel-sel ganglion yang lain mengirimkan sinyal ke bagian mata yang mengecilkan ukuran pupil saat terdapat cahaya terang.

Selain area-area tersebut, sel-sel ganglion yang berperan dalam proses penglihatan ternyata juga terhubung pada dua bagian otak lain. Area pertama adalah perihabenula yang mengatur mood, sedangkan area kedua adalah amygdala yang mengatur emosi.

Perkembangan janin selama berada dalam kandungan begitu pesat dan menakjubkan. Untuk menunjang perkembangannya, pastikan Anda selalu menjaga kesehatan serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Tidak hanya itu, Anda pun perlu memperoleh paparan sinar matahari yang cukup untuk mendukung perkembangan matanya. Cara ini akan membantu struktur mata dan saraf-saraf penglihatan janin berkembang secara optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca