Korioamnionitis, Infeksi Air Ketuban yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Air ketuban adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi janin di dalam rahim. Cairan ketuban yang sehat ikut memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan selama kehamilan. Namun, bagaimana jika ada infeksi pada cairan ketuban (korioamnionitis)? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa itu korioamnionitis?

KPD adalah ketuban pecah dini

Mengutip dari Stanford Children’s Health, korioamnionitis adalah masalah air ketuban ketika cairan terkena infeksi bakteri.

Nama korioamnionitis diambil dari gabungan kata selaput cairan ketuban (korioamnion) dan peradangan (itis).

Bakteri menginfeksi lapisan chorion (membran luar), amnion (kantung cairan), dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Infeksi bakteri dapat dimulai dari daerah vagina, anus, dubur, kemudian naik ke dalam rahim ibu.

Apa saja tanda-tanda infeksi pada cairan ketuban?

posisi tidur ibu hamil saat korioamnionitis

Korioamnionitis tidak selalu menunjukkan gejala, tetapi beberapa ibu hamil dengan kondisi ini bisa menunjukkan tanda-tanda seperti: 

  • Demam
  • Jantung berdebar (takikardia)
  • Berkeringat
  • Rahim menjadi lebih lunak jika disentuh
  • Vagina mengeluarkan keputihan dengan warna yang tidak biasa dan bau yang tidak sedap
  • Perut terasa sakit

Bila merasakan dan mengalami hal di atas, segera hubungi dokter.

Apa penyebab korioamnionitis?

bayi turun ke panggul

Penyebab korioamnionitis yang paling sering adalah bakteri yang menumpuk di vagina.

Infeksi lebih sering terjadi ketika kantung ketuban sudah pecah dalam waktu lama, sebelum janin lahir. 

Saat ketuban sudah pecah dalam waktu lama dan bayi tidak keluar, memungkinkan bakteri di vagina naik ke dalam rahim.

Bakteri penyebab korioamnionitis adalah bakteri E. coli, kelompok bakteri streptokokus B, dan bakteri anaerob.

Chorioamnionitis bisa terjadi pada 1-2 persen ibu hamil. Wanita yang mengalami korioamnionitis harus melahirkan bayinya segera karena dapat menyebabkan kelahiran prematur atau infeksi serius.

Siapa yang paling berisiko mengalami korioamnionitis?

air ketuban dan urin

Faktor yang dapat meningkatkan risiko korioamnionitis adalah:

  • Kelahiran prematur karena ketuban pecah dini.
  • Selaput janin pecah (air ketuban rusak) dalam jangka waktu yang lama.
  • Ibu berusia muda, kurang dari 21 tahun.
  • Hamil untuk pertama kalinya.
  • Proses kelahiran berlangsung dalam waktu yang lama.
  • Ibu menjalani pemeriksaan vagina saat persalinan (pada wanita yang mengalami pecah ketuban).
  • Mengalami infeksi menular seksual.
  • Pemantauan kondisi janin atau rahim yang berlebihan.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Ibu hamil perokok aktif

Wanita hamil yang pernah mengalami ketuban pecah dini (KPD) memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami infeksi cairan ketuban.

Penyebab infeksi cairan ketuban karena bakteri mudah menginfeksi kantung ketuban setelah kantung ketuban pecah.

Komplikasi apa yang akan terjadi akibat korioamnionitis?

korioamnionitis infeksi cairan ketuban

Ibu hamil dan janin dengan kondisi korioamnionitis bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Komplikasi bisa terjadi pada ibu hamil juga janin di dalam kandungan. Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu hamil karena karioamnionitis yaitu:

  • Bakteremia, infeksi dalam aliran darah yang dapat menyebabkan sepsis yang membahayakan nyawa ibu.
  • Endometritis atau infeksi pada endometrium (lapisan rahim).
  • Pembekuan darah di daerah panggul dan paru-paru.
  • Perdarahan berat saat persalinan yang juga bisa disebabkan oleh uterus atonia.
  • Melakukan persalinan dengan operasi caesar

Sementara itu, bayi yang lahir dari ibu yang mengalami korioamnionitis juga bisa mengalami komplikasi dari infeksi bakteri. Komplikasi yang bisa dialami bayi baru lahir adalah:

Penyebab komplikasi di atas adalah infeksi darah pada ibu hamil (bakteremia) yang menyebabkan bayi lahir lebih awal bahkan kematian.

Bagaimana korioamnionitis didiagnosis?

berapa kali periksa kandungan

Dikutip dari Cleveland Clinic, ada beberapa cara mendiagnosis infeksi cairan ketuban, yaitu:

Pengambilan sampel cairan ketuban dilakukan untuk mendeteksi bakteri yang terkandung di dalamnya.

Bagaimana cara mengobati korioamnionitis?

korioamnionitis infeksi air ketuban

Perawatan dan pengobatan infeksi cairan ketuban tergantung pada gejala, usia, kesehatan ibu hamil, dan seberapa parah kondisinya. 

Jika ibu hamil mengalami tanda-tanda korioamnionitis, seperti takikardia, demam, atau keputihan yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter. 

Ibu hamil yang mengalami pecah ketuban sebelum waktunya (ketuban pecah dini), baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, juga sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan.

Kalau infeksi sudah sangat serius dan dapat membahayakan keselamatan bayi, mungkin bayi harus dilahirkan segera.

Setelah bayi lahir, Anda dan bayi juga akan diberi antibiotik agar infeksi yang disebabkan oleh bakteri tidak berkembang.

Apakah ada cara mencegah infeksi air ketuban?

tanda bahaya kehamilan

Mengutip dari University of Rochester Medical Center, pemberian antibiotik bisa menurunkan risiko korioamnionitis, terutama bila Anda mengalami ketuban pecah dini.

Anda juga bisa mencegah infeksi ini dengan mengurangi jumlah pemeriksaan vagina, sebelum dan selama persalinan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit