Periode Perkembangan

Waspada Chorioamnionitis, Infeksi Pada Cairan Ketuban

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cairan ketuban adalah cairan yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ini dapat memberikan lingkungan yang nyaman bagi bayi untuk bertumbuh dan berkembang dalam rahim. Dengan kata lain, cairan ketuban yang sehat turut memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Selain itu, cairan ketuban juga berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi dan tekanan dari luar. Namun, bagaimana jika ada infeksi pada cairan ketuban, atau yang juga dikenal chorioamnionitis?

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Jika Air Ketuban Rusak?

Apa itu chorioamnionitis?

Chorioamnionitis adalah kondisi di mana cairan ketuban terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri menginfeksi lapisan chorion (membran luar), amnion (kantung cairan), dan cairan ketuban yang mengelilingi janin, sehingga dinamakan chorioamnionitis. Chorioamnionitis dapat terjadi sebelum atau selama persalinan.

Infeksi bakteri ini dapat dimulai dari daerah vagina, anus, dubur, kemudian naik ke dalam rahim ibu. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi ini adalah bakteri E. coli, kelompok bakteri streptokokus B, dan bakteri anaerob.

Chorioamnionitis bisa terjadi pada 1-2% ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami chorioamnionitis harus melahirkan bayinya segera. Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau infeksi serius pada ibu dan janin.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Siapa yang paling berisiko mengalami chorioamnionitis?

Wanita yang pernah mengalami ketuban pecah dini memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami chorioamnionitis karena bakteri dapat dengan mudah menginfeksi kantung ketuban setelah kantung ketuban pecah.

Selain itu, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko chorioamnionitis adalah:

  • Kelahiran prematur karena ketuban pecah dini
  • Selaput janin pecah (air ketuban rusak) dalam jangka waktu yang lama
  • Ibu berusia muda, kurang dari 21 tahun
  • Kehamilan pertama
  • Proses kelahiran berlangsung dalam waktu yang lama
  • Ibu menjalani pemeriksaan vagina saat persalinan (pada wanita yang mengalami pecah ketuban)
  • Mengalami infeksi menular seksual
  • Pemantauan kondisi janin atau rahim yang berlebihan

BACA JUGA: Apa yang Menyebabkan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya?

Apa saja tanda-tanda infeksi pada cairan ketuban?

Chorioamnionitis mungkin tidak selalu menunjukkan tanda-tanda, tetapi beberapa ibu hamil dengan chorioamnionitis bisa menunjukkan tanda-tanda seperti di bawah ini.

  • Demam
  • Berdebar (takikardia)
  • Berkeringat
  • Rahim menjadi lebih lunak jika disentuh
  • Vagina mengeluarkan keputihan dengan warna yang tidak biasa dan bau yang tidak sedap

Komplikasi apa yang akan terjadi akibat infeksi pada cairan ketuban?

Ya, chorioamnionitis dapat menyebabkan komplikasi, terlebih lagi jika ibu hamil tidak segera memeriksakannya ke dokter.

Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu

  • Bakteremia, infeksi dalam aliran darah yang dapat menyebabkan sepsis. Sepsis ini dapat membahayakan nyawa ibu.
  • Endometritis atau infeksi pada endometrium (lapisan rahim)
  • Pembekuan darah di daerah panggul dan paru-paru
  • Perdarahan berat selama persalinan, yang juga bisa disebabkan oleh uterus atonia
  • Kelahiran caesar

Infeksi pada bayi

Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami chorioamnionitis juga bisa mengalami komplikasi dari infeksi bakteri. Komplikasi yang bisa dialami bayi baru lahir adalah:

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Saat Air Ketuban Pecah?

Apa yang harus dilakukan ibu hamil yang memiliki infeksi pada cairan ketuban?

Jika ibu hamil mengalami tanda-tanda chorioamnionitis, seperti takikardia, demam, atau keputihan yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Ibu hamil yang mengalami pecah ketuban sebelum waktunya (ketuban pecah dini), baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, juga sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan Anda.

Anda sebaiknya mengetahui perbedaan antara urin dengan cairan ketuban, terkadang ibu hamil tidak bisa membedakan antar keduanya. Perlu Anda ingat bahwa urin memiliki bau seperti amonia, sedangkan cairan ketuban mempunyai bau yang lebih manis, dan cairan ketuban yang mengalami infeksi akan menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau busuk.

Segera periksakan kondisi Anda ke dokter, dokter akan melakukan beberapa tes (tes amniosentesis atau tes darah, misalnya) untuk memastikan apakah Anda mengalami chorioamnionitis atau tidak. Jika iya, kemudian dokter akan mempertimbangkan apakah bayi Anda harus dilahirkan segera atau tidak. Anda mungkin akan diberikan antibiotik untuk menghilangkan bakteri penyebab chorioamnionitis. Jika infeksi sudah sangat serius dan dapat membahayakan keselamatan bayi Anda, mungkin bayi harus dilahirkan segera (kelahiran prematur). Setelah bayi lahir, Anda dan bayi juga akan diberi antibiotik agar infeksi yang disebabkan oleh bakteri tidak berkembang.

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca