home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Di Dalam Kandungan, Bisakah Janin Kedinginan Atau Kepanasan?

Di Dalam Kandungan, Bisakah Janin Kedinginan Atau Kepanasan?

Kehamilan adalah salah satu momen yang dinanti-nantikan oleh banyak wanita. Penting untuk menjaga kehamilan sebaik mungkin supaya ibu dan janinnya tetap sehat walafiat sampai persalinan tiba. Saking protektifnya, ibu hamil mungkin sangat menghindari cuaca ekstrem seperti kepanasan, entah itu terlalu lama beraktivitas di bawah terik matahari atau mandi air panas, supaya janinnya tidak ikut kepanasan. Lantas, apa benar kalau sering kepanasan saat hamil bisa bikin janin kepanasan? Memangnya janin di dalam kandungan bisa merasakan panas atau dingin? Mari simak jawabannya di bawah ini.

Mungkinkah janin kepanasan dalam kandungan?

demam saat hamil

Panas, terutama yang banyak meningkatkan suhu tubuh Anda dan dalam waktu yang lama, memang bisa membahayakan janin dalam kandungan. Para ahli mengungkapkan bahwa suhu tubuh ibu hamil yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan cacat tabung saraf (spina bifida) pada bayi hingga keguguran. Namun, yang jadi pertanyaan yaitu apa mungkin ibu yang kepanasan saat hamil menyebabkan janin kepanasan juga?

Perlu diketahui bahwa suhu inti tubuh manusia sebetulnya akan tetap normal meskipun cuaca di luar sedang panas atau dingin. Sementara itu, suhu janin biasanya akan mengikuti suhu tubuh ibunya. Jadi, kalau suhu tubuh Anda tetap normal, maka suhu janin pun juga akan tetap normal dan hangat.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas apakah janin juga bisa merasakan kepanasan dan kedinginan atau tidak. Namun, hal ini diduga ada hubungannya dengan kondisi kesehatan ibu.

Bayi dalam kandungan rentan mengalami hipotermia, yaitu penurunan suhu tubuh yang terlalu cepat dan menyebabkan kedinginan. Itulah kenapa bayi dilindungi oleh air ketuban untuk menjaga bayi tetap hangat dan terhindar dari infeksi.

Ketika ibu terkena demam hingga lebih dari 38 derajat Celcius, suhu janin dapat mengalami peningkatan atau terkena demam yang sama. Demam tinggi saat hamil dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena infeksi cairan ketuban atau chorioamnionitis.

Chorioamnionitis dapat terjadi ketika ada bakteri yang berhasil masuk dan menginfeksi lapisan korion (membran luar), amnion (selaput ketuban), dan cairan ketuban yang mengelilingi janin. Jika ibu mengalami infeksi ketuban, maka janin bisa mengalami stres. Secara medis, hal ini disebut gawat janin (fetal distress).

Saat terjadi gawat janin, bayi dalam kandungan tidak mendapatkan cukup oksigen dari ibunya. Akibatnya, detak jantung bayi jadi tak beraturan dan mengalami peningkatan. Nah, peningkatan detak jantung inilah yang sering dianggap bahwa janin sedang terkena demam atau kepanasan, seperti dilansir dari Very Well Family.

Apa akibatnya kalau ibu hamil kedinginan?

kekurangan kolin saat hamil

Ketika ibu mengalami kedinginan yang parah alias hipotermia, bukan berarti janin juga akan mengalami kedinginan dalam kandungan. Akan tetapi, kondisi ini juga tidak bisa dianggap sepele.

Suhu tubuh ibu yang menurun drastis secara tiba-tiba dapat menyempitkan pembuluh darah ibu. Akibatnya, aliran darah yang mengandung oksigen gagal diantarkan sampai ke tubuh janin, sehingga janin kekurangan oksigen. Jika ibu terus dibiarkan dalam keadaan hipotermia, maka janin dalam kandungan bisa tumbuh cacat atau bahkan meninggal dalam kandungan.

Jadi singkatnya, ibu hamil yang merasakan kepanasan atau kedinginan biasa tidak akan berdampak apa pun pada bayi dalam kandungannya. Kecuali jika ibu mengalami kepanasan atau kedinginan yang ekstrem, ini baru bisa berdampak fatal bagi bayi dan perlu segera ditangani.

Jangan biarkan tubuh kepanasan saat hamil

mengatasi kepanasan saat hamil

Selama suhu tubuh Anda tetap stabil meskipun cuaca di luar sedang dingin, maka Anda sebetulnya tak perlu khawatir bayi Anda akan kedinginan di dalam kandungan. Begitu juga saat Anda sering kepanasan saat hamil, maka sebetulnya hal ini tidak akan membuat janin kepanasan seperti yang Anda rasakan.

Namun, ingatlah bahwa ini bukan berarti Anda lantas bisa bebas panas-panasan saat hamil. Jika Anda sedang merasa kepanasan saat hamil, entah itu karena cuaca terik atau habis mandi air panas, tidak ada salahnya untuk segera minum air yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Meski tidak berhubungan secara langsung, ibu hamil yang mengalami dehidrasi juga dapat meningkatkan suhu janin meski tidak terlalu drastis.

Sedangkan jika Anda merasa kedinginan atau demam, segera kompres air hangat untuk membantu menurunkan demamnya. Dengan begitu, suhu janin dapat tetap hangat dan tidak mengganggu perkembangan calon buah hati Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chorioamnionitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12309-chorioamnionitis. Accessed 19/10/2018.

Chorioamnionitis: Infection in Pregnancy. https://www.healthline.com/health/pregnancy/infections-chorioamnionitis. Accessed 19/10/2018.

Fetal Distress in Labor. https://www.verywellfamily.com/fetal-distress-in-labor-2759064. Accessed 19/10/2018.

13 Warning Signs the Baby is Overheating in the Womb. https://www.babygaga.com/13-warning-signs-the-baby-is-overheating-in-the-womb/. Accessed 19/10/2018.

Effects on Fetal and Maternal Body Temperature of Exposure of Pregnant Ewes to Heat, Cold, and Exercise. https://www.physiology.org/doi/full/10.1152/japplphysiol.00109.2001. Accessed 19/10/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 27/10/2018
x