Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki memori saat dulu Anda masih berada dalam kandungan ibu Anda? Tentu saja tidak. Itulah kenapa aktivitas bayi dalam kandungan menarik untuk dicermati. Literatur mengatakan bahwa pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika bayi tersebut dilahirkan. Lalu apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana cara bayi bernafas saat masih dalam kandungan?

Bayi bernapas dalam kandungan tidak menggunakan paru-paru

Keberadaan oksigen dalam tubuh bayi tentu sama pentingnya dengan oksigen bagi tubuh orang dewasa. Namun bedanya, bayi bernafas dalam kandungan bukan dengan menggunakan paru-parunya, seperti pada umumnya. Paru-paru bayi bahkan belum sepenuhnya berkembang.

Bayi juga tidak bernapas melalui mulut maupun hidungnya, namun ia memenuhi kebutuhannya akan oksigen melalui tali pusar yang terhubung dengan tubuh ibunya. Pertukaran antara karbondioksida dan oksigen pun terjadi pada tali pusar. Dengan kata lain, setelah ibu bernapas, darah ibu yang telah mengikat oksigen akan dialirkan ke janin melalui tali pusar hingga mencapai jantung janin. Kemudian jantung bayilah yang akan memompa darah yang kaya akan oksigen itu ke seluruh tubuh bayi.

Bagaimana janin mengetahui caranya bernapas?

Saat bernapas, kita menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Namun, bayi bernafas dalam kandungan dengan menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban. Sejak usia tujuh minggu pun, janin sebenarnya sudah melakukan gerakan-gerakan dalam rahim. Gerakan-gerakan dan keberadaan cairan ketuban inilah yang kemudian melatihnya bernapas.

Jadi, meskipun selama masih berupa janin, bayi bernafas dalam kandungan dengan bantuan dari ibunya. Setelah dilahirkan, bayi akan mampu langsung bernafas menggunakan tubuhnya sendiri. Air ketuban yang mengisi paru-parunya saat masih di dalam kandungan pun akan mengering dengan sendirinya setelah ia dilahirkan.

Apa saja gerakan-gerakan yang bayi lakukan dalam rahim?

Jika ini merupakan kehamilan pertama Anda, Anda mungkin baru akan merasakan pergerakan dan perkembangan janin Anda setelah minggu ke-16 atau mungkin minggu ke-18. Namun sebenarnya, berdasarkan hasil scan USG, janin Anda telah melakukan beberapa gerakan jauh sebelum minggu itu.

  • Pada usia tujuh hingga delapan minggu, janin mengawali pergerakan tubuhnya dengan mengerjapkan matanya.
  • Pada usia sembilan minggu, janin sudah mulai mampu menggerakkan lengan dan kaki kecilnya, menelan, bahkan cegukan. Pergerakan pada usia ini lah yang menjadi awal latihan sistem pernafasan janin.
  • Pada usia sepuluh minggu, dari lengan dan kaki, kini janin mampu menggerakkan kepala dan rahangnya serta mengarahkan tangannya untuk menyentuh wajahnya.
  • Pada usia 11-16 minggu, janin sudah mampu menggunakan sistem pernafasannya untuk menguap, menggerakkan matanya, dan menghisap jempolnya.

Pergerakan janin yang awalnya lembut, kemudian akan berkembang menjadi cukup kuat hingga membuat Anda bisa merasakannya. Awalnya mungkin Anda hanya merasakan seperti gelitikan kecil, hingga akhirnya bayi mulai mendorong, menendang, bahkan berguling.

Kapan Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter?

Bayi tentu tidak selamanya bergerak, tetap akan ada saat di mana dia tidur dan beristirahat. Seiring berjalannya waktu, Anda mulai akan memahami ritme dari pergerakan bayi Anda. Anda baru sebaiknya panik, bila:

  • Anda tidak merasakan minimal 10 kali gerakan dari bayi selama dua jam.
  • Bayi tetap tidak melakukan pergerakan meski Anda telah merangsangnya dengan menimbulkan suara-suara yang berisik.
  • Terjadi penurunan terhadap frekuensi pergerakan bayi Anda selama beberapa hari dibandingkan dengan ritme pergerakannya yang biasanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Mungkin Anda bingung harus kapan memulai lagi untuk mencoba hamil lagi setelah keguguran. Namun, itu semua tergantung pada kondisi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit