home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Jenis Makanan Terbaik untuk Dikonsumsi Selama Masa Nifas

7 Jenis Makanan Terbaik untuk Dikonsumsi Selama Masa Nifas

Tidak hanya selama masa kehamilan saja Anda harus memerhatikan asupan nutrisi dari makanan sehari-hari. Anda juga harus tetap memprioritaskan asupan makanan yang bergizi tinggi selama masa-masa pemulihan setelah melahirkan, atau saat masa nifas. Selain untuk mempercepat proses pemulihan, asupan makanan sehat juga membantu memperlancar produksi ASI. Lalu, apa saja asupan makanan yang paling baik untuk dikonsumsi selama masa nifas? Baca terus untuk mengetahuinya.

Pilihan makanan sehat yang baik dikonsumsi selama masa nifas

Umumnya masa nifas membutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 hari yang tergantung pada kondisi kesehatan setiap orang. Nah, mengonsumsi berbagai makanan sehat sangat penting dalam membantu Anda mendapatkan energi untuk beraktivitas dan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Belum lagi harus menghadapi perubahan hormon pasca melahirkan dan menyusui. Itu sebabnya, konsumsilah makanan sehat sehingga Anda memiliki lebih banyak energi dan memperlancar produksi ASI Anda selama menyusui.

Berikut beberapa makanan yang sangat disarankan bagi ibu selama masa nifas:

1. Air putih

Saat masa nifas, Anda harus mencukupi asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi akan menurunkan tingkat energi tubuh dan bisa memperburuk kondisi Anda dalam masa pemulihan dan masa menyusui. Cukupi kebutuhan cairan Anda dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari.

Namun yang terpenting adalah minumlah setiap kali Anda merasa haus, sehingga kebutuhan air Anda terpenuhi. Selain air putih, Anda bisa memvariasikan kebutuhan cairan dengan minum jus. Tapi ingat, pilihlah jus alami yang tidak ditambahkan dengan pemanis apapun.

2. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam banyak ikan berminyak (contohnya salmon, sarden, halibut) telah terbukti membantu ibu mengatasi depresi pasca melahirkan dan meningkatkan kerja otak.

Tidak hanya itu, kandungan asam lemak omega-3 juga mampu meningkatkan perkembangan sensorik, kognitif, dan motorik bayi. Asam lemak omega-3 ini banyak terdapat pada makanan-makanan seperti ikan salmon, ikan tuna, biji ami, dan biji kenari.

3. Susu rendah lemak

Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh ibu pasca melahirkan, dibutuhkan nutrisi yang terkandung dalam susu dan produk turunannya. Selain mengandung protein, vitamin B dan vitamin D, susu dan produk turunannya merupakan sumber kalsium terbaik. Jika menyusui, ibu akan sangat membutuhkan lebih banyak kalsium. Karena selain untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu sendiri, juga untuk menyuplai kalsium bagi pertumbuhan tulang si kecil.

4. Sayuran hijau

Beragam sayuran, terutama yang berwarna hijau seperti bayam, brokoli, kangkung, buncis, dan sayuran hijau lainnya, banyak mengandung vitamin A, vitamin C, antioksidan, dan zat besi. Selain itu sayuran hijau juga merupakan salah satu sumber kalsium yang bukan dari susu. Tidak hanya baik untuk ibu, nutrisi yang terkandung dalam sayuran hijau juga sangat dibutuhkan oleh bayi yang Anda susui serta untuk mencegah bayi terhindar dari Anemia defisiensi besi (ADB).

5. Karbohidrat tinggi serat

Selama masa nifas, ibu membutuhkan energi yang cukup untuk menjalani perannya sebagai ibu baru dan mengurus bayi yang baru lahir. Karbohidrat adalah sumber energi terbaik bagi tubuh, tapi tak semua jenis karbo boleh dimakan sembarangan. Pilihlah jenis karbohidrat yang sehat, yaitu karbohidrat kompleks dengan kandungan serat tinggi. Karbohidrat kompleks dapat meningkatkan energi tubuh tanpa harus menaikkan kadar gula darah.

Anda bisa mendapatkan asupan karbohidrat tinggi serat dari beras merah, beras coklat, dan gandum. Beras merah dan beras coklat banyak mengandung asam folat yang dibutuhkan bagi perkembangan otak bayi. Selain kandungannya yang sangat bermanfaat, karbohidrat tinggi serat juga sangat baik dalam mendukung program diet ibu pasca melahirkan.

6. Asupan protein

Makanan yang kaya protein juga sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi dan memberikan efek tenang bagi ibu. Sumber protein ini dapat Anda dapat peroleh dari kacang-kacangan. Terutama kacang-kacangan berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah), telur, daging merah, ikan, kedelai, dan telur.

7. Buah kaya vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu selama masa nifas. Kelelahan akibat mengurus si kecil yang baru lahir akan membuat daya tahan tubuh Anda sedikit menurun. Nah, itu sebabnya Anda membutuhkan asupan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu. Anda bisa mengonsumsi buah yang kaya vitamin C. Buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi sangat mudah ditemui, antara lain: jeruk, nanas, anggur dan jambu biji.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Postpartum: First 6 Weeks After Childbirth – Health and Nutrition – http://www.webmd.com/parenting/baby/tc/postpartum-first-6-weeks-after-childbirth-health-and-nutrition#1 diakses pada 15 Agustus 2017

Be Well Bites: The Best Foods to Eat After Having a Baby – https://www.fitnessmagazine.com/weight-loss/baby/postpartum-diet/ diakses pada 15 Agustus 2017

6 Rules for a Healthy Postppartum Slim Down – http://www.health.com/health/gallery/0,,20307229,00.html#the-post-baby-slim-down diakses pada 15 Agustus 2017

Best Foods for New Moms: Mood Booster – https://www.babycenter.com/0_best-foods-for-new-moms-mood-boosters_1458835.bc?page=2 diakses pada 15 Agustus 2017


Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 17/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus