home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ibu, Waspadalah Jika Mengalami Gejala Nifas Berikut Setelah Melahirkan

Ibu, Waspadalah Jika Mengalami Gejala Nifas Berikut Setelah Melahirkan

Melahirkan anak ke dunia dengan selamat merupakan salah satu hal yang membahagiakan. Namun, perhatikanlah hal-hal tidak biasa yang terjadi pada diri Anda. Pasalnya, terdapat sejumlah tanda bahaya pada masa nifas yang perlu diwaspadai. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut.

Gejala dan tanda bahaya nifas yang perlu ibu waspadai

afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Jika ibu mengalami kondisi-kondisi berikut ini maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masalah nifas setelah melahirkan yang mungkin berbahaya.

1. Vagina bengkak/bernanah

Kondisi vagina bengkak atau bernanah dapat terjadi pada ibu yang melahirkan secara normal. Biasanya hal ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada jahitan sehabis melahirkan. Hindari memencet bisul pada vagina karena akan memperparah infeksi pada vagina.

Selain itu, upayakan untuk tidak banyak bergerak dan gunakan celana dalam yang longgar agar kondisi ini tidak semakin parah. Segera konsultasikan ke dokter agar segera mendapat pengobatan yang tepat.

2. Infeksi pada luka bekas operasi

Jika melahirkan secara caesar, Anda mungkin tidak memiliki gangguan tertentu pada vagina, tetapi ibu perlu mewaspadai luka bekas operasi pada perut. Rutinlah berkonsultasi ke dokter pasca-operasi dan sampaikan jika mengalami keluhan seperti di bawah ini.

  • Rasa nyeri yang hebat pada luka bekas operasi
  • Bekas luka operasi berdarah, bengkak atau keluar cairan
  • Perut kembung dan terasa penuh
  • Demam

Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa jadi adalah tanda bahaya nifas yakni peradangan pada luka bekas operasi.

3. Keluar nanah dari lubang vagina

Tanda bahaya pada masa nifas lainnya yang perlu Anda waspadai adalah jika keluar nanah dari vagina. Kondisi ini bisa jadi menunjukkan adanya infeksi pada bagian dalam perut ibu atau peritonitis.

Infeksi masa nifas ini dapat terjadi baik setelah persalinan normal maupun operasi caesar. Peritonitis adalah kondisi yang sangat berbahaya pada ibu. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal, usus dan hati.

Fokus


4. Perdarahan yang berlebihan

Saat masa nifas berlangsung, Anda akan mengeluarkan sejumlah darah seperti haid yang berlangsung hingga 6 minggu atau 42 hari. Namun jika darah yang keluar terlalu banyak maka sebaiknya waspada terhadap tanda bahaya nifas.

Segeralah berkonsultasi ke dokter jika perdarahan berlebihan disertai gejala seperti:

  • panas dingin,
  • kulit pucat,
  • pusing dan sakit kepala,
  • jantung berdebar,
  • nyeri hebat pada perut bagian bawah, dan
  • bau tidak sedap pada vagina.

Pasalnya, hal ini bisa jadi menandakan rahim Anda mengalami pembengkakan atau terdapat sisa-sisa plasenta yang tertinggal di dalamnya.

5. Sering merasa haus tapi buang air kecil sangat sedikit

Anda juga perlu berhati-hati jika sering merasa haus tetapi buang air kecil sangat sedikit. Padahal Anda merasa sudah cukup minum. Apalagi jika mengalami rasa nyeri dan kesulitan saat buang air kecil.

Segeralah periksakan diri ke dokter jika mengalami hal ini sebab bisa jadi itu adalah pertanda adanya infeksi.

6. Mual, muntah dan nafsu makan hilang

Pada trimester pertama kehamilan, kondisi ini mungkin wajar Anda alami. Namun jika terjadi setelah melahirkan maka sebaiknya ibu berhati-hati.

Pasalnya, mual, muntah, dan nafsu makan hilang juga merupakan tanda bahaya nifas, seperti infeksi pada rahim. Oleh karena itu, sebaiknya ibu tidak menganggap remeh jika mengalami hal ini, ya.

bolehkan puasa setelah melahirkan

7. Tekanan darah tinggi (preeklampsia)

Setelah proses bersalin, kondisi tubuh Anda perlu dipantau secara rutin baik oleh dokter maupun perawat, seperti melakukan pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi infeksi maupun preeklampsia. Meskipun jarang terjadi tapi kondisi ini dapat berakibat fatal.

Dilansir My Cleveland Clinic, preeklampsia adalah kondisi kenaikan tekanan darah secara drastis pasca-melahirkan. Jika tidak segera tertangani, ini dapat berisiko menyebabkan stroke, kejang bahkan kematian.

8. Sakit kepala hebat atau migrain

Menurut jurnal Continuing Education in Anaesthesia Critical Care & Pain, 4 dari 10 ibu mengalami sakit kepala pada satu minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya perubahan hormonal, stres dan kelelahan.

Namun, sebaiknya Anda berhati-hati jika mengalami sakit kepala yang tak tertahankan atau migrain sebab hal ini bisa jadi adalah pertanda preeklampsia.

Segeralah periksakan diri ke dokter jika sakit kepala disertai gejala seperti:

  • pandangan kabur,
  • tekanan darah tinggi,
  • bengkak pada wajah, tangan dan kaki,
  • berkeringat berlebih, serta
  • mual dan muntah.

9. Sesak nafas sebagai tanda bahaya nifas

Tanda bahaya pada masa nifas berikutnya yang perlu Anda waspadai adalah sesak napas. Kondisi ini dapat terjadi jika terdapat penyumbatan pada pembuluh darah paru-paru (emboli paru).

Hal ini disebabkan oleh masuknya cairan ketuban pada pembuluh darah ibu yang terbawa hingga ke paru-paru dan membuat sumbatan.

Kondisi ini biasanya terjadi sesaat setelah melahirkan dan dapat berisiko kematian. Meski begitu, kejadian emboli paru terbilang langka jadi ibu tidak perlu khawatir berlebihan ya.

10. Payudara bengkak

Payudara yang bengkak akan terasa nyeri dan berat. Ini biasanya terjadi sejak hari pertama pasca-persalinan karena adanya peningkatan aliran darah dan produksi ASI.

Jika tidak segera menyusui si kecil, bengkak pada payudara akan menyebabkan demam dan menurunkan suplai ASI pada hari-hari berikutnya.

Waspadalah jika bengkak pada payudara disertai rasa panas dan permukaan kulitnya menjadi kemerahan. Gejala-gejala tersebut bisa jadi adalah pertanda adanya infeksi pada payudara (mastitis) akibat menumpuknya ASI.

Lakukan pemijatan secara rutin dan pompalah ASI jika tidak digunakan untuk mencegah hal ini terjadi. Selain itu, berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan saran pengobatan yang lebih tepat.

bayi lahir caesar

11. Baby blues

Selain pada fisik, terdapat pula tanda bahaya nifas secara psikologis. Menurut Women Mental Health, 8 atau 9 dari 10 orang mengalami gangguan mood pasca-melahirkan.

Ini terjadi karena adanya perubahan drastis pada ibu setelah melahirkan, mulai dari perubahan fisik, hormonal hingga perubahan aktivitas. Akibatnya ibu berisiko mengalami postpartum psychiatric disorder yang ditandai dengan gejala depresi dan baby blues.

Jika mengalami baby blues, ibu akan sulit mengendalikan emosi sehingga mudah menangis atau marah pada hal-hal kecil. Pada kondisi yang lebih parah, dapat menyebabkan hal-hal seperti:

  • rasa nyeri pada anggota tubuh tertentu tanpa sebab yang jelas,
  • sulit mengingat sesuatu,
  • kehilangan semangat hidup, bahkan
  • ingin melukai diri atau bayi yang baru dilahirkan.

Beberapa orang mungkin menganggap masalah kejiwaan bukanlah kondisi serius padahal ini adalah salah satu tanda bahaya nifas yang dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan perawatan si kecil.

Dukungan suami, keluarga dan kerabat sangat dibutuhkan oleh ibu yang baru melahirkan. Obat antidepresan dan sesi konsultasi dengan psikolog juga dapat menjadi solusi pada kondisi depresi yang membahayakan jiwa.

[embed-community-8]

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Physical Changes after Child Birth. (2018). Retrieved 21 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9682-pregnancy-physical-changes-after-delivery

Berg, C., Callaghan, W., Syverson, C., & Henderson, Z. (2010). Pregnancy-Related Mortality in the United States, 1998 to 2005. Obstetrics & Gynecology, 116(6), 1302-1309. doi: 10.1097/aog.0b013e3181fdfb11

Abdou, R., & Miller, T. (2017). Postpartum tubo-ovarian abscess, likely arising from pelvic inflammatory disease during pregnancy. BMJ Case Reports, bcr-2017-220183. doi: 10.1136/bcr-2017-220183

Health, M. (2015). Postpartum Psychiatric Disorders – MGH Center for Women’s Mental Health. Retrieved 21 April 2021, from https://womensmentalhealth.org/

Roepke, R. M. L., de Campos, F. P. F., Lovisoloc, S. M., & Santos, E. H. S. (2014). Septic pelvic thrombophlebitis of unknown origin: An ever threatening entity. Autopsy Case Rep, 4(3), 39-46 doi.editoracubo.com.br/10.4322/acr.2014.027

Sabharwal, A., & Stocks, G. (2011). Postpartum headache: diagnosis and management. Continuing Education In Anaesthesia Critical Care & Pain, 11(5), 181-185. doi: 10.1093/bjaceaccp/mkr025

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita