backup og meta
Kategori

15

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

3 Pilihan Obat untuk Redakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    3 Pilihan Obat untuk Redakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar

    Melahirkan secara caesar tentu tidak mudah bagi para ibu. Setelah selesai operasi, umumnya Anda akan merasakan nyeri atau sakit pada area bekas sayatan caesar. Terkadang, rasa sakitnya cukup mengganggu sehingga membatasi kesempatan Anda untuk memeluk si kecil dan merawatnya dengan sepenuh hati. Pada kondisi ini, obat penghilang nyeri pasca operasi caesar menjadi solusi yang umum dokter berikan.

    Mengapa butuh obat penghilang rasa sakit setelah operasi caesar?

    Antibiotik untuk ibu hamil

    Terkadang, memilih melahirkan secara caesar menjadi jalan yang terbaik bagi ibu hamil dan bayinya.

    Biasanya, metode persalinan ini direkomendasikan pada ibu hamil dengan kondisi tertentu yang berisiko menimbulkan komplikasi persalinan.

    Ambil contohnya, posisi bayi sungsang, bayi cacat lahir, atau ibu mengalami plasenta previa. Namun, beberapa ibu juga memilih persalinan secara caesar karena alasan tertentu.

    Berbeda dengan metode melahirkan normal, operasi caesar dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding perut dan rahim ibu.

    Bekas sayatan ini umumnya akan terasa nyeri atau sakit setelah operasi selesai. Rasa nyeri biasanya bisa berlangsung selama beberapa minggu.

    Terkadang, rasa nyeri ini membuat Anda enggan untuk bergerak, berjalan, atau bahkan menarik napas dalam-dalam.

    Oleh karena itu, penting bagi Anda dan dokter untuk mengontrol rasa sakit setelah operasi caesar ini.

    Selain mencegah kemungkinan efek tersebut, obat penghilang rasa sakit setelah operasi caesar dapat memudahkan Anda untuk menyusui, merawat bayi baru lahir, dan menjalani aktivitas.

    Apa saja obat anti nyeri pasca melahirkan secara caesar?

    obat penghilang nyeri pasca operasi caesar

    Ada beberapa obat yang dapat membantu mengatasi rasa sakit setelah operasi caesar.

    UNC Health Care menyebutkan bahwa obat-obatan ini bekerja lebih baik bersama-sama daripada pemberian satu obat dengan dosis tinggi.

    Berikut adalah beberapa obat penghilang nyeri yang mungkin dokter berikan pasca operasi caesar.

    1. Ibuprofen

    Ibuprofen adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid (obat NSAID). Obat ini bekerja dengan menghambat bahan kimia di otak yang menimbulkan rasa sakit.

    Dokter biasanya memberikan obat ini untuk Anda konsumsi di rumah setelah menjalani perawatan pasca caesar di rumah sakit.

    Namun, dokter mungkin saja memberikan obat ini saat Anda masih di rumah sakit.

    Alasan dokter merekomendasikan ibuprofen karena obat ini cenderung aman untuk ibu menyusui.

    Namun sebaiknya, Anda beritahu dokter bila memiliki alergi terhadap obat NSAID.

    Dokter mungkin akan memberikan pilihan obat penghilang rasa sakit lainnya yang lebih sesuai setelah Anda menjalani operasi caesar.

    2. Paracetamol

    Jika Anda tidak dapat mengonsumsi ibuprofen, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri lainnya, seperti paracetamol.

    Obat ini memiliki cara kerja yang sama dengan ibuprofen dalam meredakan rasa nyeri.

    Sama seperti ibuprofen, dokter meresepkan obat ini untuk Anda konsumsi di rumah.

    Obat ini pun cenderung aman untuk ibu menyusui sehingga Anda tak perlu khawatir akan membahayakan bayi bila minum obat ini.

    Pada beberapa kasus, dokter mungkin memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan.

    Selain efektif sebagai penghilang nyeri pasca operasi caesar, minum kedua obat ini juga lebih kecil kemungkinan menimbulkan efek samping.

    3. Opioid

    Opioid adalah obat pereda nyeri khusus untuk mengobati rasa sakit yang cenderung kuat dan intensitasnya parah.

    Itulah kenapa obat opioid sering menjadi andalan untuk meringankan rasa sakit setelah operasi, termasuk melahirkan caesar.

    Meski demikian, opioid dapat membuat beberapa orang merasa rileks hingga ketagihan (adiktif).

    Tak hanya itu, pemberian opioid dosis tinggi setelah melahirkan juga berisiko menyebabkan masaalah pernapasan pada ibu dan bayinya.

    Namun, ibu tidak perlu khawatir karena pemberian obat opioid pasca operasi caesar tetap aman selama tidak disalahgunakan.

    Dokter pun akan berhati-hati dalam meresepkan obat ini untuk Anda.

    Biasanya, pemberian opioid dosis rendah sudah cukup membantu menghilangkan rasa nyeri pasca operasi caesar.

    Terkadang, obat ini dokter berikan dalam bentuk kombinasi dengan paracetamol atau obat pereda nyeri lainnya.

    Pada kebanyakan kasus bedah caesar, obat pereda nyeri ini akan disuntikkan melalui blok epidural atau ke tulang belakang Anda.

    Namun, ini juga bisa Anda dapatkan melalui infus. Selain itu, tidak semua ibu yang melahirkan caesar akan mendapat dosis obat opioid.

    Biasanya, obat ini dokter berikan jika ibuprofen atau paracetamol tidak efektif dalam meredakan nyeri.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemberian obat penghilang rasa sakit setelah operasi caesar, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

    Bicarakan pula dengan dokter mengenai manfaat dan efek samping obat pada Anda.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan