home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Pakai Obat Opium untuk Meredakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar?

Bolehkah Pakai Obat Opium untuk Meredakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar?

Melahirkan lewat caesar tentu tidak mudah bagi para ibu. Setelah selesai operasi pun, rasa sakitnya hampir tak bisa dihindari dan rasanya bisa begitu mewalahkan sehingga kadang membatasi kesempatan Anda untuk memeluk si kecil dan merawatnya dengan sepenuh hati. Sebagai solusinya, dokter biasanya akan memberikan obat opium untuk membantu meringankan rasa sakit setelah melahirkan caesar.

Akan tetapi, obat ini ternyata bersifat adiktif sehingga dikhawatirkan dapat membuat ibu dan bayinya kecanduan obat. Apa benar begitu?

Bolehkah pakai obat opium setelah melahirkan caesar?

sakit saat melahirkan

Opium atau opiat atau opioid adalah jenis obat pereda nyeri dosis tinggi, khusus untuk mengobati rasa sakit yang cenderung kuat dan intensitasnya parah. Itulah kenapa obat opioid sering dijadikan andalan untuk meringankan rasa sakit setelah melahirkan caesar. Obat ini bekerja menghalangi reseptor rasa sakit di otak.

Namun, Anda mungkin jadi ragu saat dokter ingin memberikan obat opioid untuk membantu meredakan sakit setelah melahirkan. Sifat adiktifnya membuat Anda takut akan kecanduan jika menerima obat tersebut. Apa benar begitu?

Pada prinsipnya, dokter tentu tidak akan mungkin memberikan Anda obat opioid jika ini akan membahayakan kesehatan Anda dan si kecil. Obat pereda nyeri ini cenderung aman dan efektif meredam rasa sakit setelah melahirkan.

Semakin mudah Anda mengendalikan rasa sakit setelah melahirkan, maka pemulihannya pun jadi semakin cepat. Atas dasar inilah, Anda boleh saja mengonsumsi obat opioid setelah melahirkan caesar. Selain membuat Anda merasa lebih nyaman, obat pereda nyeri ini juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi pada diri Anda.

Obat opiat tidak membuat kecanduan

Meski bersifat adiktif, obat opioid yang digunakan setelah melahirkan caesar tidak akan membuat Anda kecanduan. Pada kebanyakan kasus bedah caesar, obat pereda nyeri ini akan disuntikkan melalui blok epidural atau ke tulang belakang Anda.

Karena proses inilah, hanya akan ada sedikit obat yang tersisa dan berakhir di aliran darah Anda. Jadi, obat ini tidak akan mungkin memberikan efek panjang pada ibu dan bayi, apalagi sampai menyebabkan kecanduan.

Selain itu, efek obat opioid hanya dapat bekerja maksimal selama 24 jam. Jika Anda tidak merasakan pusing setelah minum obat ini, Anda bahkan boleh langsung menyusui si buah hati, lho!

Lewat dari rentang waktu tersebut, barulah Anda akan diberikan jenis obat pereda nyeri lainnya untuk kembali meringankan rasa sakit setelah melahirkan sampai Anda benar-benar pulih.

Meski manjur meredakan sakit setelah melahirkan, waspadai efek sampingnya

Jardiance adalah

Sama seperti obat lainnya, opioid juga punya efek samping yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya adalah mengantuk berat, mual, gatal, sembelit, dan penurunan detak jantung. Karena itu, opioid membutuhkan resep dan pemantauan berkala dari dokter untuk mengantisipasi efek samping tersebut.

Ketika Anda sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dokter mungkin akan tetap meresepkan obat opioid seperti hydrocodone (Vicodin®) atau oxycodone (Percocet®) untuk diminum selama seminggu setelah operasi. Hal ini pun turut disetujui oleh Sarah Osmundson, M.D, beserta tim melalui penelitiannya yang diterbitkan di jurnal Obstetric and Gynecology tahun 2017 lalu.

Setelah kesehatan Anda cenderung stabil dan pulih, Anda sebetulnya sudah tak perlu lagi mengonsumsi obat opioid. Nah sebagai gantinya, dokter akan meresepkan obat NSAID seperti ibuprofen dosis tinggi atau obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen. Semakin cepat Anda berhenti mengonsumsi opioid, maka semakin kecil pula risiko Anda mengalami ketergantungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is It Safe to Take Opioids for a C-Section? https://www.babycenter.com/0_is-it-safe-to-take-opioids-for-a-c-section_20004420.bc. Accessed 23/10/2018.

Should You Take Opioids After a C-section? Experts Weigh the Pros and Cons. https://www.parents.com/pregnancy/everything-pregnancy/should-you-use-opioids-after-your-c-section/. Accessed 23/10/2018.

Postdischarge Opioid Use After Cesarean Delivery. https://journals.lww.com/greenjournal/Fulltext/2017/07000/Postdischarge_Opioid_Use_After_Cesarean_Delivery.6.aspx. Accessed 23/10/2018.

What You Need to Know About Opioids and C-Sections. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-anxiety-medicine/201807/what-you-need-know-about-opioids-and-c-sections. Accessed 23/10/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 01/11/2018
x