Sebelum Melakukannya, Ketahui 4 Kondisi Ibu yang Perlu Induksi Persalinan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Persalinan merupakan waktu yang paling dinanti-nanti oleh ibu hamil trimester akhir. Sebab itu artinya, sebentar lagi Anda bisa bertemu langsung dengan si kecil yang selama sembilan bulan ini ada dalam perut Anda. Sayangnya, tidak semua ibu hamil bisa melalui proses persalinan yang lancar. Sebagian mungkin membutuhkan induksi melahirkan guna mempermudah kelahiran bayi. Memang, siapa saja yang harus melakukannya?

Siapa saja yang membutuhkan induksi melahirkan?

dibius saat hamil

Induksi melahirkan atau induksi persalinan adalah prosedur yang bertujuan untuk mempermudah kelahiran dengan merangsang kontraksi rahim. Keputusan ini dipilih untuk mengurangi risiko persalinan yang dapat menimpa ibu dan bayinya.

Tidak semua ibu hamil membutuhkannya, beberapa kondisi berikut ini yang paling memerlukan induksi melahirkan:

1. Usia kehamilan melebihi tanggal perkiraan kelahiran

Biasanya, tanda-tanda ibu akan melahirkan muncul ketika satu atau dua minggu tanggal persalinan. Namun, tanda ini mungkin saja tak kunjung muncul, bahkan sudah melebihi tanggal persalinan yang telah ditentukan. Bila hal ini terjadi, umumnya dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan induksi persalinan.

Pasalnya bila dibiarkan lebih lama lagi, ditakutkan akan berisiko membahayakan kondisi Anda dan bayi di dalam perut. Misalnya, menimbulkan masalah kesehatan, plasenta kurang efektif untuk memberikan nutrisi bagi bayi, hingga bayi lahir mati.

2. Ketuban pecah dini

Induksi persalinan penting bagi ibu hamil yang air ketubannya telah pecah lebih dulu, tapi persalinan belum kunjung mulai. Bila ibu mengalami ketuban pecah dini, infeksi akan mudah menyerang tubuh ibu maupun bayi.

Sebelumnya dokter akan mempertimbangkan beberapa hal dulu, seperti usia kehamilan dan siap tidaknya bayi untuk dilahirkan. Proses induksi melahirkan mungkin tidak akan dilakukan bila bayi Anda prematur.

3. Infeksi di cairan ketuban

Jika Anda memiliki infeksi pada rahim atau cairan ketuban (chorioamnionitis), kemungkinan besar Anda harus mendapatkan induksi melahirkan. Sebab bayi tidak mungkin hidup dalam lingkungan yang terinfeksi, bukan? Dalam waktu bersamaan, induksi juga bertujuan untuk mengobati infeksi.

4. Memiliki kondisi medis tertentu

Induksi persalinan juga harus dilakukan bagi Anda yang memiliki penyakit kronis yang mengancam keselamatan Anda dan bayi. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, kolesterol tinggi, hingga berat badan lebih.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Proses dan Tahapan Pemulihan Setelah Menjalani Operasi Caesar

Umumnya, kondisi tubuh baru akan pulih dalam waktu 6 minggu pasca operasi caesar. Sebenarnya, apa saja yang terjadi selama rentang waktu tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit

Mengenal Resusitasi, Pertolongan Pertama pada Bayi Baru Lahir yang Sulit Bernapas

Normalnya, bayi menghirup udara (bernapas) spontan setelah dilahirkan. Namun, beberapa bayi membutuhkan bantuan untuk bernapas dengan cara resusitasi bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Apalagi, ini adalah keputusan yang cukup berat dilakukan. Simak dulu penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Jangan Keliru, Kenali Ciri Kontraksi Palsu yang Terjadi Menjelang Persalinan

Ibu hamil kerap terkecoh dengan kontraksi palsu dan langsung pergi ke rumah sakit. Agar jelas, ini cara memastikan kontraksi palsu (Braxton Hicks) dan asli.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 2 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
induksi adalah persalinan melahirkan

Induksi Persalinan: Kapan dan Bagaimana Dilakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 16 menit
mitos induksi

5 “Fakta” Tentang Induksi Persalinan Alami yang Sering Bikin Salah Paham

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit