Mengenal Metode ILA untuk Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/10/2018
Bagikan sekarang

Pilih melahirkan normal atau operasi caesar? Sebagian besar ibu tentu ingin melahirkan dengan cara normal dan sebagian lainnya ingin melahirkan caesar saja agar rasa sakit tidak terlalu terasa. Menunggu persalinan normal dengan cara alami kadang juga memakan waktu lama, ini yang membuat ibu lelah dengan sakit yang tak tertahankan sehingga ingin segera melahirkan bayinya dengan cara apa pun. Nah, sekarang ini ada yang namanya metode ILA. Katanya, metode ini bisa meringankan rasa sakit saat ingin melahirkan normal. Seperti apa metodenya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu metode ILA?

Rasa mulas dan nyeri yang tak tertahankan menjelang persalinan merupakan salah satu hal yang paling ditakutkan ibu hamil. Nyeri ini timbul akibat kontraksi rahim dan pelebaran leher rahim sebagai respon tubuh untuk mempersiapkan kelahiran. Tak heran jika beberapa ibu hamil lebih memilih melahirkan dengan operasi caesar dibandingkan normal untuk menghindari rasa sakit ini. Jangan khawatir, sekarang ini ada banyak metode yang bisa mengurangi rasa sakit menjelang persalinan sehingga ibu tetap bisa melahirkan normal. Nah, salah satu metodenya adalah ILA.

Dengan metode ILA, para ibu bisa melahirkan normal dengan rasa mulas atau nyeri yang minimal. ILA benar-benar membuat rasa mulas atau kontraksi saat akan melahirkan berkurang. Bagi ibu yang tidak bisa menahan atau tidak ingin merasakan mulas atau kontraksi saat menunggu kelahiran, metode ILA ini mungkin sangat membantu.

ILA atau Intrathecal Labour Analgesia merupakan salah satu metode induksi persalinan dengan cara menyuntikkan obat bius ke ibu hamil saat ingin melahirkan pada pembukaan empat atau lebih. Obat bius ini disuntikkan melalui tulang belakang bagian bawah dan membuat ibu mati rasa pada bagian pinggang sampai kaki. Jangan khawatir, ILA diberikan dalam dosis yang lebih sedikit dibandingkan epidural, sehingga hal ini membuat kondisi ibu lebih aman saat melahirkan.

antibiotik saat melahirkan

Apakah metode ILA cocok buat saya?

Literatur menunjukkan bahwa ILA dapat digunakan secara efektif dan ekonomis untuk membantu ibu menjelang persalinan saat rasa nyeri yang timbul tidak tertahankan. Metode ini tergolong lebih murah dalam sisi harga dibandingkan metode epidural. Jadi, metode ILA ini tentu sangat membantu bagi ibu hamil yang ingin tetap melahirkan secara normal tapi tidak ingin merasakan mulas atau nyeri berlebih.

Di sisi lain, karena rasa mulas tidak dapat dirasakan ibu saat sudah disuntik ILA, beberapa ibu mungkin tidak bisa merasakan waktu kapan ia harus mengejan. Hal ini membuat ibu kurang bisa merasakan proses melahirkan normal yang benar-benar “alami”. Bagi sebagian ibu, hal ini mungkin membuatnya jadi kurang puas karena kurang bisa merasakan proses melahirkan normal. Selain itu, karena berkurangnya refleks mengejan, persalinan dengan ILA juga membuat kemungkinan bayi dilahirkan dengan bantuan vakum atau forsep menjadi meningkat.

Pada intinya, pilihan mencoba metode ini harus benar-benar dipertimbangkan sebelum persalinan. Diskusikan dengan dokter, bidan, suami, atau doula sebelum memilih metode ILA untuk bersalin.

Apakah ada efek sampingnya?

Efek samping mungkin jarang terjadi mengingat dosis yang diberikan sangat sedikit. Namun, kemungkinan-kemungkinan efek samping yang timbul tentu ada. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti gatal-gatal, mual, sakit kepala, gangguan pernapasan, dan tekanan darah menurun.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan pertama bayi
READ MORE FROM Arinda Veratamala, S.Gz

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019

Memahami Cara Melahirkan Normal, dari Tahapan Hingga Tips Persiapannya

Butuh banyak persiapan sebelum menjalani proses melahirkan normal, salah satunya termasuk mengetahui cara dan proses berlangsungnya. Mari cari tahu di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 25/07/2019

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Ingin coba melahirkan normal setelah caesar sebelumnya? Tunggu dulu. VBAC adalah metode persalinan yang belum tentu dibolehkan untuk semua wanita hamil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 03/03/2019

Supaya Persalinan Lancar, Ini 5 Posisi Melahirkan Normal yang Bisa Dilakukan

Posisi melahirkan biasanya dipilih menyesuaikan dengan posisi bayi dan tingkat kenyamanan sang ibu. Lantas apa saja posisi persalinan normal?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Melahirkan, Kehamilan 11/09/2018
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
Teknik persalinan kurangi rasa sakit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019
mengurangi nyeri saat kontraksi

Kurangi Nyeri Saat Kontraksi Menjelang Persalinan dengan 5 Cara Berikut

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/11/2019
banyak darah nifas

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/08/2019