Berapa Kali Batas Seseorang Boleh Operasi Caesar?

Berapa Kali Batas Seseorang Boleh Operasi Caesar?

Banyak ibu hamil yang memilih untuk melahirkan dengan cara operasi caesar karena dirasa lebih nyaman dan minim rasa sakit. Faktanya, persalinan jenis ini meningkatkan risiko komplikasi jika dilakukan terlalu sering. Lantas, berapa batas maksimal operasi caesar yang boleh dilakukan?

Batas operasi caesar maksimal berapa kali?

Tidak ada angka pasti yang menjadi batas maksimal operasi caesar. Meski begitu, jenis operasi ini tidak direkomendasikan untuk dilakukan lebih dari tiga kali.

Jika dilakukan terlalu sering, operasi caesar meningkatkan risiko komplikasi. Tiindakan tersebut juga bisa memengaruhi tingkat keberhasilan persalinan normal pada kehamilan berikutnya.

Meski begitu, pengaruhnya pada masing-masing orang dapat berbeda. Anda mungkin tidak mengalami masalah apa pun meski sering melahirkan dengan operasi caesar.

Dilansir dari laman American College of Obstetricians and Gynecologist, beberapa wanita tidak mengalami komplikasi walau melakukan lebih dari enam kali operasi.

Namun, ada juga wanita yang mengalami komplikasi serius seperti placenta accreta spectrum disorder atau adhesi meskipun hanya menjalani satu kali operasi caesar.

Risiko menjalani operasi caesar lebih dari sekali

biaya operasi caesar

Operasi caesar sebenarnya bukanlah pilihan utama untuk persalinan. Hal tersebut berkaitan dengan risiko bedah saat operasi caesar yang cukup besar.

Dokter biasanya baru akan merekomendasikan jenis persalinan ini apabila kehamilan Anda berisiko. Berikut beberapa risiko komplikasi akibat operasi caesar melebihi batas maksimal yang aman.

1. Sulit melahirkan

Luka di sepanjang rahim dan organ sekitarnya akan membentuk jaringan parut. Jika operasi terlalu sering dilakukan, ketebalan jaringan parut akan semakin meningkat.

Kondisi tersebut akan memicu terjadinya perlengketan rahim. Akibatnya, Anda akan lebih sulit untuk melahirkan.

2. Cedera usus dan kandung kemih

Luka pada kandung kemih mungkin bisa terjadi, tapi sangat jarang pada operasi caesar yang pertama kali. Risikonya akan meningkat pada operasi caesar selanjutnya.

Peningkatan risiko ini disebabkan oleh perlekatan kandung kemih dengan rahim setelah operasi pertama atau sebelumnya. Perlekatan juga dapat menyebabkan penyumbatan usus kecil.

3. Masalah dengan plasenta

Semakin sering operasi caesar dilakukan, makin tinggi juga risiko Anda mengalami masalah dengan plasenta. Kasusnya dapat berupa:

  • plasenta yang letaknya terlalu dalam pada dinding rahim (plasenta akreta), atau
  • sebagian atau seluruhnya menutupi pembukaan serviks (plasenta previa).

Penelitian menunjukkan, risiko plasenta akreta setelah operasi caesar pertama yaitu sekitar 0,24 persen. Risikonya akan meningkat hingga 2,13% setelah Anda menjalani operasi keempat.

4. Pengangkatan rahim

pengangkatan rahim

Operasi caesar melebihi batas yang aman membuat Anda berisiko mengalami perdarahan hebat. Akibatnya, pengangkatan rahim atau histerektomi diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Penelitian menunjukkan, risiko histerektomi meningkat dari 0,65% (caesar pertama) menjadi 2,41% setelah caesar keempat. Jika dilakukan hingga enam kali, kemungkinan 99% histerektomi akan dibutuhkan.

5. Komplikasi lainnya

Beragam komplikasi lain juga bisa terjadi akibat terlalu sering operasi caesar. Beberapa contoh komplikasi yang dapat terjadi yaitu:

  • hernia,
  • diastasis recti (otot-otot perut terpisah dan menjorok ke perut),
  • mati rasa dan nyeri di daerah sayatan,
  • endometriosis (pertumbuhan jaringan mirip rahim di luar rahim).

Umumnya, risiko komplikasi akan meningkat jika wanita berusia 35 tahun atau lebih. Jika Anda berencana hamil pada usia tersebut, konsultasikan ke dokter.

Alternatif operasi caesar

Untuk menghindari komplikasi akibat operasi caesar, wanita lebih disarankan untuk menjalani persalinan pervaginam/normal. Terlebih lagi jika kehamilannya sehat dan tidak berisiko.

Jika Anda memang harus menjalani operasi ini, pastikan dokter menjelaskan risikonya. Jangan memilih prosedur medis apa pun tanpa memerhatikan risikonya.

Selain itu, wanita perlu menunggu enam bulan setelah operasi jika ingin hamil kembali. Pemulihan setelah operasi caesar bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Jika Anda berkeinginan menjalani operasi caesar lebih dari sekali, konsultasikan ke dokter. Nantinya, dokter akan memutuskan sesuai kondisi kesehatan Anda.

Batas operasi <em>caesar</em> dan risiko komplikasi di baliknya

  • Tidak ada batas maksimal operasi caesar, tetapi sebaiknya tidak dilakukan lebih dari tiga kali.
  • Terlalu sering melahirkan dengan operasi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi.
  • Risiko komplikasi pada masing-masing orang dapat berbeda. Ada juga yang tidak mengalami masalah meski sering menjalani operasi caesar.
  • Peningkatan risiko komplikasi akan semakin besar jika operasi dilakukan pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Repeat C-sections: Is there a limit?. (2022). Retrieved 21 November 2022, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/c-section/expert-answers/c-sections/faq-20058380

Why a scheduled C-section after 35 might be too risky | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2022). Retrieved 21 November 2022, from https://utswmed.org/medblog/cesarean-over-35-risks/

Caesarean section – Risks . (2017). Retrieved 21 November 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/caesarean-section/risks/

Multiple C-Sections. (2022). Retrieved 21 November 2022, from https://healthcare.utah.edu/womenshealth/pregnancy-birth/multiple-c-sections.php

Vaginal Birth After Cesarean Delivery (VBAC). (2022). Retrieved 21 November 2022, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/vaginal-birth-after-cesarean-delivery?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=int

You Asked: How many C-sections can a woman have?. (2017). Retrieved 21 November 2022, from https://vitalrecord.tamhsc.edu/asked-many-c-sections-can-woman/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 3 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa