Apa Penyebab Terjadinya Serangan Jantung Setelah Melahirkan?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Beberapa wanita cukup berisiko untuk mengalami serangan jantung setelah melahirkan, bahkan jika mereka tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung sejak sebelum kehamilan. Apa penyebabnya?

Apa penyebab serangan jantung setelah melahirkan?

Serangan jantung pada umumnya terjadi akibat adanya penyumbatan plak di pembuluh darah arteri yang menyebabkan pasokan darah menuju otot-otot jantung terhambat. Serangan jantung juga bisa disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah.

Namun pada ibu baru, serangan jantung setelah melahirkan lebih disebabkan oleh robekan di dinding pembuluh arteri yang terjadi mendadak. Dalam dunia medis, sobekan spontan di pembuluh arteri disebut dengan diseksi arteri koroner spontan (SCAD). Menurut American Heart Association, hampir 30% kasus SCAD terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan. Sekitar 80% pasien yang mengalami SCAD sebelumnya adalah wanita yang cukup muda, sehat, dan aktif.

Dinding arteri memiliki tiga lapisan. Jika sobekan terjadi pada lapisan dinding dalam, aliran darah yang merembes keluar bisa terjebak di antara dua lapisan lainnya dan lama-lama membentuk gumpalan (thrombosis). Bekuan darah tersebut kemudian memperlambat aliran darah ke jantung. Otot dan jaringan jantung yang tidak menerima oksigen akan terus mengalami kerusakan hingga pada akhirnya pun mati.

SCAD tidak ketahui penyebab pastinya. Namun pada wanita yang baru melahirkan, risikonya bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon tubuh, penurunan produksi kolagen, dan perubahan proses penggumpalan darah selama masa pemulihan.

Selain itu, risiko penyakit jantung setelah melahirkan juga bisa meningkat dipengaruhi oleh kinerja otot jantung yang bertambah berat. Selama kehamilan, otot jantung akan memompa darah hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Otot jantung jadi melemah sehingga menyebabkan jantung membesar. Akibatnya, jantung tidak dapat bekerja optimal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tidak cepat-cepat ditangani, SCAD bisa menyebabkan kelainan irama jantung, serangan jantung, hingga bahkan kematian mendadak.

Apa saja tanda dan gejala serangan jantung setelah melahirkan?

Wanita pada umumnya harus lebih jeli lagi untuk memperhatikan gejala-gejala serangan jantung. Seringkali, gejala yang tampak hanyalah rasa lelah luar biasa, mual dan/atau pusing. Ditambah lagi, sejumlah keluhan seperti kelelahan dan pusing juga umum dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan.

Selain itu, SCAD juga sulit didiagnosis karena sobekan pembuluh darah biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Namun, ada baiknya Anda mewaspadai beberapa tanda khas serangan jantung pada wanita, seperti:

  • Sakit/nyeri dada, atau dada terasa tak enak
  • Detak jantung cepat
  • Sakit di lengan, punggung, bahu, leher, atau rahang
  • Sesak napas
  • Mual
  • Pusing
  • Badan terasa sangat lelah, lebih dari biasanya
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya

Bagaimana dokter mendiagnosis serangan jantung setelah melahirkan?

Bila Anda mencurigai Anda atau kerabat terdekat lain mengalami gejala serangan jantung, segera ke dokter.

Dokter dapat memastikan apakah serangan jantung tersebut benar disebabkan oleh SCAD — terutama apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya penumpukan plak lemak khas aterosklerosis.

Bagaimana mengobati serangan jantung setelah melahirkan?

Pengobatan dan perawatan serangan jantung setelah melahirkan akan disesuaikan dengan kondisi Anda, termasuk juga lokasi robekan arteri dan gejala yang Anda tunjukkan.

Umumnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang dapat mengembalikan aliran darah ke jantung, seperti aspirin, obat pengencer darah, obat untuk tekanan darah, obat untuk mengendalikan nyeri dada, dan obat kolesterol. Terapi pengobatan harus dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi jantung Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan pemasangan ring jantung (stent) melalui pembedahan arteri.

Untuk mencegah risiko ini, pastikan Anda selalu rutin memeriksakan kesehatan selama kehamilan, juga rutin periksa kandungan. Bila ada keluhan terkait dengan sesak napas dan rasa nyeri dada saat hamil, segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca