Apa Penyebab Terjadinya Serangan Jantung Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/04/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Beberapa wanita cukup berisiko untuk mengalami serangan jantung setelah melahirkan, bahkan jika mereka tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung sejak sebelum kehamilan. Apa penyebabnya?

Apa penyebab serangan jantung setelah melahirkan?

Serangan jantung pada umumnya terjadi akibat adanya penyumbatan plak di pembuluh darah arteri yang menyebabkan pasokan darah menuju otot-otot jantung terhambat. Serangan jantung juga bisa disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah.

Namun pada ibu baru, serangan jantung setelah melahirkan lebih disebabkan oleh robekan di dinding pembuluh arteri yang terjadi mendadak. Dalam dunia medis, sobekan spontan di pembuluh arteri disebut dengan diseksi arteri koroner spontan (SCAD). Menurut American Heart Association, hampir 30% kasus SCAD terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan. Sekitar 80% pasien yang mengalami SCAD sebelumnya adalah wanita yang cukup muda, sehat, dan aktif.

Dinding arteri memiliki tiga lapisan. Jika sobekan terjadi pada lapisan dinding dalam, aliran darah yang merembes keluar bisa terjebak di antara dua lapisan lainnya dan lama-lama membentuk gumpalan (thrombosis). Bekuan darah tersebut kemudian memperlambat aliran darah ke jantung. Otot dan jaringan jantung yang tidak menerima oksigen akan terus mengalami kerusakan hingga pada akhirnya pun mati.

SCAD tidak ketahui penyebab pastinya. Namun pada wanita yang baru melahirkan, risikonya bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon tubuh, penurunan produksi kolagen, dan perubahan proses penggumpalan darah selama masa pemulihan.

Selain itu, risiko penyakit jantung setelah melahirkan juga bisa meningkat dipengaruhi oleh kinerja otot jantung yang bertambah berat. Selama kehamilan, otot jantung akan memompa darah hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Otot jantung jadi melemah sehingga menyebabkan jantung membesar. Akibatnya, jantung tidak dapat bekerja optimal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tidak cepat-cepat ditangani, SCAD bisa menyebabkan kelainan irama jantung, serangan jantung, hingga bahkan kematian mendadak.

Apa saja tanda dan gejala serangan jantung setelah melahirkan?

Wanita pada umumnya harus lebih jeli lagi untuk memperhatikan gejala-gejala serangan jantung. Seringkali, gejala yang tampak hanyalah rasa lelah luar biasa, mual dan/atau pusing. Ditambah lagi, sejumlah keluhan seperti kelelahan dan pusing juga umum dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan.

Selain itu, SCAD juga sulit didiagnosis karena sobekan pembuluh darah biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Namun, ada baiknya Anda mewaspadai beberapa tanda khas serangan jantung pada wanita, seperti:

  • Sakit/nyeri dada, atau dada terasa tak enak
  • Detak jantung cepat
  • Sakit di lengan, punggung, bahu, leher, atau rahang
  • Sesak napas
  • Mual
  • Pusing
  • Badan terasa sangat lelah, lebih dari biasanya
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya

Bagaimana dokter mendiagnosis serangan jantung setelah melahirkan?

Bila Anda mencurigai Anda atau kerabat terdekat lain mengalami gejala serangan jantung, segera ke dokter.

Dokter dapat memastikan apakah serangan jantung tersebut benar disebabkan oleh SCAD — terutama apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya penumpukan plak lemak khas aterosklerosis.

Bagaimana mengobati serangan jantung setelah melahirkan?

Pengobatan dan perawatan serangan jantung setelah melahirkan akan disesuaikan dengan kondisi Anda, termasuk juga lokasi robekan arteri dan gejala yang Anda tunjukkan.

Umumnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang dapat mengembalikan aliran darah ke jantung, seperti aspirin, obat pengencer darah, obat untuk tekanan darah, obat untuk mengendalikan nyeri dada, dan obat kolesterol. Terapi pengobatan harus dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi jantung Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan pemasangan ring jantung (stent) melalui pembedahan arteri.

Untuk mencegah risiko ini, pastikan Anda selalu rutin memeriksakan kesehatan selama kehamilan, juga rutin periksa kandungan. Bila ada keluhan terkait dengan sesak napas dan rasa nyeri dada saat hamil, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Obat Serangan Jantung yang Umum Digunakan

Ada berbagai pilihan obat-obatan yang dapat mengatasi terjadinya segala jenis serangan jantung, termasuk serangan jantung mendadak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 09/06/2020 . 7 menit baca

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

Pernahkah Anda mendengar istilah NSTEMI? NSTEMI adalah jenis serangan jantung yang tergolong ringan. Namun, mengapa disebut demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 04/06/2020 . 8 menit baca

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . 6 menit baca

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca
Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 4 menit baca