home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Saya Harus Mulai Cuti Hamil untuk Mempersiapkan Persalinan?

Kapan Saya Harus Mulai Cuti Hamil untuk Mempersiapkan Persalinan?

Trimester akhir kehamilan kerap dianggap sebagai masa yang paling menegangkan sekaligus hal yang ditunggu-tunggu. Pasalnya, Anda harus mempersiapkan fisik dan mental seoptimal mungkin agar dapat melalui proses persalinan dengan lancar. Namun, lain ceritanya bagi ibu hamil yang masih aktif bekerja di kantor. Anda tentu harus segera mengambil cuti hamil sampai beberapa waktu tertentu. Lantas, kapan waktu idealnya?

Kapan waktu yang tepat untuk mulai mengambil cuti hamil?

Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, ibu hamil berhak mendapatkan cuti hamil selama 1,5 bulan atau sekitar 6 minggu sebelum proses persalinan tiba. Jika menganut peraturan tersebut, maka Anda sudah bisa mulai cuti hamil sejak usia kehamilan 36 minggu.

Namun, hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi ibu. Dalam beberapa kondisi tertentu, dokter bisa saja menyarankan Anda untuk memajukan cuti kehamilan beberapa minggu sebelumnya dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Lama waktu cuti hamil ini bukan tanpa alasan. Cuti kehamilan ini bertujuan agar ibu tidak mudah lelah, sekaligus memberikan waktu bagi ibu untuk beristirahat dengan nyaman dan tenang sebelum kelahiran. Padatnya aktivitas selama bekerja dapat membuat Anda kelelahan, kurang istirahat, stamina menurun, hingga mudah sakit.

Padahal, memasuki trimester ketiga kehamilan Anda dianjurkan untuk lebih ekstra berhati-hati dalam menjaga kondisi kesehatan tubuh, serta memastikan bayi di dalam kandungan tetap sehat sampai waktu persalinan datang.

Sebab, tidak menutup kemungkinan akan timbul beragam komplikasi kehamilan di trimester akhir. Entah itu berupa perdarahan, preeklampsia, anemia, dan lain sebagainya. Jadi, pastikan Anda tidak mengulur-ulur waktu untuk segera mengambil cuti hamil, ya!

Sumber: Baby and Child

Jangan lupa, persiapkan kelahiran dengan matang!

Selain mempersiapkan fisik dan mental sebelum melahirkan, manfaat waktu cuti kehamilan Anda sebaiknya-baiknya untuk hal-hal berikut ini:

1. Sisihkan waktu untuk diri sendiri

Terlalu sibuk bekerja saat hamil, mungkin membuat Anda jadi jarang mengurus diri sendiri. Kini tidak ada salahnya untuk lebih “menyenangkan” diri Anda dengan melakukan “me time” yang bermanfaat, seperti mempercantik diri ke salon, mengikuti kelas prenatal, hingga melakukan senam hamil.

Cara tersebut dapat membantu merilekskan tubuh dan pikiran sekaligus mencegah stres menjelang persalinan.

2. Pahami proses persalinan

Jika ini merupakan kehamilan Anda yang kedua, ketiga, atau lebih, mungkin Anda sudah cukup memahami peliknya perjuangan saat melahirkan. Namun, bagaimana kalau ini merupakan kali pertama Anda hamil dan melahirkan nantinya?

Jangan khawatir, pastikan Anda sudah mencari tahu lebih dulu mengenai gambaran saat melahirkan. Baik itu bertanya dengan teman yang sudah berpengalaman, berkonsultasi lebih jauh dengan dokter, atau mencari sumber terpercaya dari internet.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/196.pdf Diunduh pada 3 Januari 2019.

Getting Ready for Maternity Leave. https://www.webmd.com/baby/expecting-a-baby-common-work-concerns#1 Diakses pada 3 Januari 2019.

10 Steps to Planning Your Maternity Leave. https://www.verywellfamily.com/steps-to-planning-maternity-leave-4174656 Diakses pada 3 Januari 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 15/01/2019
x