Berbagai Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Induksi Persalinan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Induksi persalinan menjadi sangat penting apabila proses persalinan membahayakan ibu dan janin. Prosedur ini dilakukan dengan tujuan merangsang otot rahim guna mempermudah kelahiran. Sebelum dapat menjalani induksi persalinan, tentunya ada berbagai persiapan yang perlu Anda lakukan.

Mengapa ibu hamil perlu menjalani induksi persalinan?

Induksi dalam persalinan adalah proses merangsang kontraksi otot-otot rahim agar ibu bisa melahirkan secara normal melalui jalur vagina. Dokter memilih prosedur ini sebagai alternatif pertama sebelum merekomendasikan operasi caesar.

Dokter akan mendeteksi dahulu masalah kesehatan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan induksi. Kondisi ini dapat diketahui sejak kehamilan, jadi ibu hamil memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan sebelum menjalani induksi persalinan.

Terdapat berbagai alasan mengapa induksi diperlukan, di antaranya:

  • Tidak ada tanda-tanda kontraksi rahim, bahkan setelah lewat 42 minggu kehamilan. Padahal, persalinan seharusnya terjadi pada minggu ke-37 hingga ke-40.
  • Janin tidak bergerak atau mendorong keluar walaupun sudah cukup usia untuk lahir.
  • Terdapat komplikasi kehamilan. Misalnya preeklampsia (tekanan darah tinggi selama kehamilan), diabetes, gangguan pada plasenta, atau infeksi pada air ketuban.
  • Pertumbuhan janin terhambat.
  • Pecah ketuban tanpa disertai kontraksi selama 24 jam.

Persiapan sebelum induksi persalinan dimulai

trimester 2

Keberhasilan induksi persalinan ditentukan oleh faktor medis dan kesiapan Anda sebelum menjalaninya. Faktor medis mencakup kondisi kesehatan dan bukaan rahim.

Guna menunjang keberhasilan induksi, Anda dapat melakukan persiapan berikut:

1. Memahami seluruh pilihan yang tersedia

Induksi persalinan bisa dilakukan dengan berbagai teknik. Contohnya, teknik amniotomi dengan memecahkan ketuban guna mempercepat persalinan. 

Persiapan pertama yang perlu Anda lakukan sebelum induksi persalinan adalah berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Tanyakan mengapa dokter menyarankan induksi, teknik yang akan digunakan, serta informasi lain yang Anda perlukan.

2. Mengetahui kondisi rahim Anda

Sebelum memutuskan untuk menjalani induksi, Anda harus mengetahui terlebih dulu seperti apa kondisi rahim Anda. Pasalnya, induksi lebih mudah dilakukan bila rahim Anda telah siap untuk menjalani persalinan.

Biasanya dokter akan menginformasikan mengenai hal ini saat Anda berkonsultasi. Unsur-unsur yang perlu Anda perhatikan antara lain lebar bukaan, panjang ukuran, serta lembut atau tidaknya otot rahim Anda.

Selain itu, pahami pula seberapa rendah posisi janin di dalam rahim Anda dan apakah terdapat kemungkinan sungsang.

3. Mengetahui hari perkiraan lahir

Induksi persalinan akan berjalan dengan lebih mudah bila Anda sudah mendekati hari perkiraan lahir. Jadi, cobalah berkonsultasi dengan dokter mengenai tanggal kelahiran saat Anda melakukan persiapan menjelang induksi persalinan.

Rahim akan semakin siap menjalani persalinan jika tanggal kelahiran sudah dekat. Apabila Anda tidak mengetahui hari perkiraan lahir atau usia kehamilan belum mencapai 39 minggu, risiko persalinan biasanya menjadi lebih tinggi.

4. Memahami risiko induksi

Sebagian besar induksi persalinan berjalan lancar tanpa efek samping bagi ibu maupun bayi. Namun, tetap ada kemungkinan efek samping yang menyusul setelah Anda menjalani induksi.

Berikut adalah beberapa risiko induksi persalinan yang perlu Anda pahami saat menjalani persiapan:

  • Kegagalan induksi karena rahim tidak cukup membuka. Persalinan normal tidak dapat dilakukan sehingga ibu hamil perlu menjalani operasi caesar.
  • Infeksi pada ibu maupun janin.
  • Penurunan denyut jantung janin. Obat-obatan untuk induksi dapat memicu kontraksi berlebih pada rahim. Kondisi ini akan menghambat pasokan oksigen menuju jantung janin sehingga denyutnya menurun.
  • Perdarahan setelah melahirkan.

Induksi persalinan memang memiliki sejumlah risiko, tapi jika dokter merekomendasikan hal ini, manfaat yang Anda dapat bisa lebih besar dibandingkan risikonya.

Induksi yang dilakukan dengan tepat bahkan bisa menyelamatkan ibu dan janin saat persalinan dinilai membahayakan.

Selain memahami persiapan sebelum menjalani induksi persalinan, pastikan Anda membicarakan hal ini sejelas-jelasnya dengan dokter kandungan.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca