home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebelum Melakukannya, Ketahui 4 Kondisi Ibu yang Perlu Induksi Persalinan

Sebelum Melakukannya, Ketahui 4 Kondisi Ibu yang Perlu Induksi Persalinan

Persalinan merupakan waktu yang paling dinanti-nanti oleh ibu hamil trimester akhir. Sebab itu artinya, sebentar lagi Anda bisa bertemu langsung dengan si kecil yang selama sembilan bulan ini ada dalam perut Anda. Sayangnya, tidak semua ibu hamil bisa melalui proses persalinan yang lancar. Sebagian mungkin membutuhkan induksi melahirkan guna mempermudah kelahiran bayi. Memang, siapa saja yang harus melakukannya?

Siapa saja yang membutuhkan induksi melahirkan?

dibius saat hamil

Induksi melahirkan atau induksi persalinan adalah prosedur yang bertujuan untuk mempermudah kelahiran dengan merangsang kontraksi rahim. Keputusan ini dipilih untuk mengurangi risiko persalinan yang dapat menimpa ibu dan bayinya.

Tidak semua ibu hamil membutuhkannya, beberapa kondisi berikut ini yang paling memerlukan induksi melahirkan:

1. Usia kehamilan melebihi tanggal perkiraan kelahiran

Biasanya, tanda-tanda ibu akan melahirkan muncul ketika satu atau dua minggu tanggal persalinan. Namun, tanda ini mungkin saja tak kunjung muncul, bahkan sudah melebihi tanggal persalinan yang telah ditentukan. Bila hal ini terjadi, umumnya dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan induksi persalinan.

Pasalnya bila dibiarkan lebih lama lagi, ditakutkan akan berisiko membahayakan kondisi Anda dan bayi di dalam perut. Misalnya, menimbulkan masalah kesehatan, plasenta kurang efektif untuk memberikan nutrisi bagi bayi, hingga bayi lahir mati.

2. Ketuban pecah dini

Induksi persalinan penting bagi ibu hamil yang air ketubannya telah pecah lebih dulu, tapi persalinan belum kunjung mulai. Bila ibu mengalami ketuban pecah dini, infeksi akan mudah menyerang tubuh ibu maupun bayi.

Sebelumnya dokter akan mempertimbangkan beberapa hal dulu, seperti usia kehamilan dan siap tidaknya bayi untuk dilahirkan. Proses induksi melahirkan mungkin tidak akan dilakukan bila bayi Anda prematur.

3. Infeksi di cairan ketuban

Jika Anda memiliki infeksi pada rahim atau cairan ketuban (chorioamnionitis), kemungkinan besar Anda harus mendapatkan induksi melahirkan. Sebab bayi tidak mungkin hidup dalam lingkungan yang terinfeksi, bukan? Dalam waktu bersamaan, induksi juga bertujuan untuk mengobati infeksi.

4. Memiliki kondisi medis tertentu

Induksi persalinan juga harus dilakukan bagi Anda yang memiliki penyakit kronis yang mengancam keselamatan Anda dan bayi. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, kolesterol tinggi, hingga berat badan lebih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Labor Induction. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/labor-induction/about/pac-20385141 Diakses pada 17 September 2018.

Inducing Labor. https://www.babycenter.com/0_inducing-labor_173.bc Diakses pada 17 September 2018.

Overview of Induction of Labor. https://www.verywellfamily.com/induction-labor-4013753 Diakses pada 17 September 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 28/09/2018
x