5 Alasan Mengapa Banyak Wanita Memilih Melahirkan Normal dan Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia medis, para wanita dapat memanfaatkan beberapa pilihan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan normal. Salah satunya yaitu suntik epidural yang berfungsi untuk menekan rasa sakit seminim mungkin saat proses persalinan berlangsung. Namun, sebagian besar wanita lainnya justru ingin melahirkan normal alami alias tanpa epidural. Mengapa demikian? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

    Kenapa wanita lebih memilih proses melahirkan normal alami?

    Melahirkan normal alami jelas lebih sakit daripada melahirkan normal dengan bantuan suntik epidural. Meski demikian, hal ini tetap menjadi pilihan masing-masing ibu hamil mengenai proses persalinan seperti apa yang diidam-idamkan.

    Berikut ini adalah penyebab utama wanita ingin melahirkan normal secara alami tanpa bantuan epidural.

    1. Lebih aman untuk bayi

    perkembangan janin dapat mengenali wajah di dalam kandungan

    Semua obat yang digunakan sebelum dan saat bersalin dapat mencapai janin dalam kandungan, termasuk epidural. Dilansir dari Verywell, beberapa jenis epidural dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada janin.

    Epidural dapat menyebabkan tekanan darah ibu menurun secara mendadak. Akibatnya, aliran darah menuju janin ikut berkurang dan dapat menyebabkan penurunan denyut jantung bayi. Itulah mengapa kebanyakan ibu hamil lebih memilih melahirkan normal secara alami yang lebih aman untuk bayinya.

    2. Menurunkan risiko operasi caesar

    ngeden mengejan saat melahirkan

    Menurut para ahli, pemberian obat tertentu saat bersalin dapat meningkatkan risiko melahirkan caesar. Bahkan, studi menunjukkan bahwa kejadian ini terus meningkat hingga mencapai 50 persen dalam 20 tahun terakhir.

    Ketika ibu hamil diberikan bius epidural atau obat tertentu saat melahirkan, ada beberapa tindakan tambahan yang mungkin akan dilakukan oleh tim medis, di antaranya pemantauan janin secara internal dan eksternal, pemantauan infus, amniotomi (pemecahan kantung ketuban), induksi, dan sebagainya.

    Karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa proses persalinan alami ini akan berubah menjadi persalinan caesar setelah menerima obat-obatan tertentu saat bersalin.

    3. Dorongan alamiah untuk melahirkan normal

    setelah melahirkan

    Pada dasarnya, tubuh wanita memang dirancang agar mampu melahirkan normal alami. Karena itu, Anda mungkin merasakan dorongan naluriah untuk melahirkan dengan cara yang sealami mungkin.

    Para bidan maupun doula pun sudah banyak yang memberikan informasi mengenai manfaat melahirkan normal alami. Alhasil, semakin banyak pula ibu hamil yang yakin untuk persalinan secara normal dan alami.

    4. Tidak dapat menerima obat tertentu

    risiko epidural

    Beberapa wanita juga memilih untuk melahirkan normal dan alami karena beberapa alasan medis. Misalnya, ibu hamil mengalami cedera tulang belakang sehingga tidak memungkinkan untuk menerima suntik epidural maupun obat lainnya saat melahirkan.

    Apa pun metode persalinan yang Anda pilih, selalu konsultasikan ke dokter dan bidan untuk mendapatkan saran yang tepat. Mintalah dukungan suami dan keluarga agar Anda semakin kuat menghadapi proses persalinan.

    5. Riwayat persalinan sebelumnya

    Terkadang, beberapa ibu hamil memilih untuk melahirkan normal alami setelah berkaca pada proses persalinan sebelumnya. Misalnya Anda punya pengalaman buruk ketika diinduksi atau ingin mengulang nikmatnya persalinan alami seperti sebelumnya.

    Selain itu, mungkin saja Anda ingin mencoba pengalaman baru dengan melahirkan normal setelah caesar – alias vaginal birth after caesarian (VBAC). Ini artinya pengalaman persalinan sebelumnya berperan besar untuk menentukan metode persalinan selanjutnya.

    Ingat, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu sebelum memutuskan metode persalinan yang Anda inginkan. Terkadang, Anda mungkin sudah berencana untuk melahirkan normal alami, tapi ada suatu hal yang membuat Anda harus menerima suntik epidural, obat induksi, atau obat lainnya demi keselamatan ibu dan bayi.

    Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

    Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

    Cek HPL di Sini
    general

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

    Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

    Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

    Ibu, Ketahui Penyebab Induksi Tidak Berhasil

    Ada beberapa penyebab kenapa induksi persalinan gagal atau dibatalkan pada sebagian ibu. Berikut beberapa alasan di balik gagalnya induksi persalinan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Melahirkan, Kehamilan 25/03/2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

    Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

    Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    asi tidak keluar

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit