Cairan Ketuban Terlalu Banyak, Haruskah Saya Khawatir?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Agustus 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat kunjungan prenatal untuk kesekian kalinya, dokter mengatakan bahwa ukuran perut Anda lebih besar daripada usia kehamilan yang seharusnya karena air ketuban terlalu banyak. Kondisi air ketuban yang terlalu banyak disebut sebagai polihidramnion. Apakah ini berbahaya?

Apa itu polihidramnion?

Polihidramnion adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ibu hamil yang memiliki air ketuban terlalu banyak dalam masa kehamilannya. Air ketuban dikatakan terlalu banyak jika melebihi 2 liter. Angka kejadian polihidramnion tergolong rendah, hanya sekitar 1% dari seluruh kehamilan.

Apa penyebab air ketuban terlalu banyak?

Secara umum, terdapat beberapa penyebab utama kenapa Anda bisa memiliki air ketuban terlalu banyak, yaitu:

  • Kelainan pada janin
  • Diabetes gestasional
  • Kehamilan kembar
  • Penggunaan obat-obatan (misal, propiltiourasil)

Kelainan janin merupakan penyebab yang paling jarang terjadi dari empat penyebab di atas. Jika dokter Anda mencurigai Anda mengalami polihidramnion, maka hal pertama yang mungkin akan dokter Anda lakukan adalah memastikan bahwa tidak terdapat kelainan pada bayi Anda. Kelainan yang sering terjadi pada janin dengan ibu polihidramnion adalah defek tabung neural, kelainan atau sumbatan pada saluran cerna bagian atas, dan kelainan kromosom.

Untuk menyingkirkan kemungkinan diabetes gestasional, dokter mungkin akan menganjurkan Anda melakukan pemeriksaan gula darah. Beberapa kasus polihidroamnion tidak memiliki penyebab jelas

Apa risikonya memiliki air ketuban yang terlalu banyak?

Polihidramnion akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada persalinan, seperti:

  • Posisi bayi sungsang
  • Prolaps tali pusat, yaitu tali pusat yang yang keluar lebih dulu dari rahim ke vagina sebelum bayi lahir
  • Perdarahan pasca persalinan
  • Persalinan prematur
  • Ketuban pecah dini

Bagaimana cara mengetahuinya?

Ibu hamil yang mengalami kondisi ini mungkin akan merasakan bahwa perutnya membesar dengan cepat atau lebih besar daripada usia kehamilannya. Akibat besarnya kehamilan, maka tidak jarang wanita dengan polihdramnion merasa sesak dan mengalami nyeri punggung. Pada pemeriksaan fisik oleh dokter, dokter juga akan menemukan kesulitan untuk meraba bagian-bagian janin dari perut ibu karena terhalang oleh cairan yang banyak. Selain itu, perut wanita dengan polihidramnion biasanya terlihat lebih mengilap daripada kulit normal.
Dalam pemeriksaan USG rutin, terdapat dua cara untuk mengukur jumlah cairan ketuban dalam rahim. Pertama, menggunakan Amniotic Fluid Index (AFI). Metode ini mengukur jumlah cairan dalam empat daerah yang berbeda dalam rahim. Angka AFI yang normal berkisar antara 8 hingga 24 cm. Angka ini dapat bervariasi, bergantung dari umur kehamilan Anda, karena cairan ketuban akan meningkat hingga trimester ketiga, lalu menurun mendekati masa persalinan. Cara kedua adalah dengan mengukur kantung cairan terdalam pada rahim, angka di atas 8 cm, mengindikasikan adanya polihidramnion.

Bagaimana cara mengatasi polihidroamnion?

Polihidramnion ringan hingga sedang tidak membutuhkan penanganan khusus. namun perlu dipantau secara berkala. Sementara pada kasus berat, penanganan berupa pengeluaran sedikit cairan atau dengan obat mungkin diperlukan.

Anda mungkin harus lebih sering mengontrol kehamilan Anda jika memiliki air ketuban terlalu banyak. Selain itu, dokter mungkin akan menganjurkan persalinan dengan operasi caesar jika bayi Anda tidak memungkinkan untuk dilahirkan secara normal — karena terlalu besar atau posisi sungsang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Sebagian wanita mengeluhkan hubungan seks setelah operasi caesar terasa sakit. Benarkah demikian? Kemudian, apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Gentle birth adalah metode melahirkan yang sedang naik daun saat ini dan dipopulernya berbagai seleb. Benarkah rasa sakitnya lebih minim?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
diet saat hamil

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit