Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Potter: Saat Wajah Bayi Cacat Akibat Kurangnya Cairan Ketuban

Sindrom Potter: Saat Wajah Bayi Cacat Akibat Kurangnya Cairan Ketuban

Cairan ketuban memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi selama di dalam kandungan. Apabila cairan ketuban mengalami gangguan, ini akan berdampak langsung pada kesehatan bayi Anda secara keseluruhan. Cairan ketuban yang kurang bisa menyebabkan sindrom Potter pada bayi.

Apa itu sindrom Potter?

Sindrom Potter adalah kondisi langka yang mengacu pada kelainan fisik akibat terlalu sedikitnya cairan ketuban (oligohidramnion) dan gagal ginjal bawaan yang berkembang saat bayi tumbuh dalam rahim.

Cairan ketuban sendiri merupakan salah satu pendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi selama di dalam kandungan. Cairan ketuban muncul 12 hari setelah pembuahan terjadi. Kemudian, pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, jumlah cairan ketuban akan bergantung pada seberapa banyak urine (air kencing) yang dihasilkan oleh bayi saat dalam kandungan. Pada perkembangan normal, bayi akan menelan cairan ketuban yang kemudian diproses oleh ginjal dan dikeluarkan dalam bentuk urine.

Namun, ketika ginjal dan saluran kemih janin tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, ini akan menimbulkan masalah yang membuat bayi lebih sedikit menghasilkan urine. Akibatnya, jumlah cairan ketuban yang dihasilkan cenderung berkurang.

Berkurangnya cairan ketuban membuat bayi jadi tidak mempunyai bantalan di dalam rahim. Hal ini membuat bayi mengalami tekanan pada dinding rahim, menyebabkan gambaran wajah yang khas dan bentuk tubuh yang tidak biasa. Nah, kondisi inilah yang disebut dengan sindrom Potter.

Yang terjadi apabila bayi mengalami sindrom Potter

Bayi yang mengalami sindrom ini mempunyai ciri-ciri telinga yang lebih ke bawah dari bayi normal, dagu kecil dan tertarik ke belakang, lipatan kulit yang menutupi sudut mata (lipatan epicanthal), serta pangkal hidung melebar.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan anggota badan yang lainnya tidak normal. Selain itu, kekurangan cairan ketuban selama kehamilan juga bisa menghambat perkembangan paru-paru bayi, sehingga paru-paru bayi tidak bisa berfungsi dengan baik (hipoplasia paru). Kelainan ini juga bisa menyebabkan bayi mengalami cacat jantung bawaan.

Diagnosis sindrom Potter

Sindrom Potter biasanya sudah mulai terdiagnosis pada masa kehamilan lewat tes ultrasound (USG). Meskipun dalam beberapa kasus, kondisi ini juga baru diketahui setelah bayi lahir.

Tanda-tanda yang bisa dikenali ketika tes USG meliputi kelainan ginjal, kadar cairan ketuban dalam rahim, kelainan paru, dan ciri khas sindrom Potter pada wajah bayi. Sedangkan dalam kasus sindrom potter yang baru diketahui setelah bayi lahir, gejalanya meliputi jumlah produksi urine yang sedikit atau adanya gangguan pernapasan yang menyebabkan bayi kesulitan bernapas (distres pernapasan).

Jika dari hasil diagnosis dokter mencurigai adanya tanda dan gejala sindrom Potter, dokter biasanya akan melakukan tes lanjutan. Hal ini dilakukan untuk menentukan penyebab atau mencari tahu tentang tingkat keparahannya. Beberapa tes lanjutan yang akan dilakukan dokter biasanya meliputi tes genetik, tes urine, X-ray, CT scan, dan tes darah.

Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan terkait kondisi ini

Pilihan pengobatan sindrom Potter sebenarnya bergantung pada penyebab kondisinya. Beberapa pilihan pengobatan yang biasanya dokter rekomendasikan bagi bayi yang lahir dengan sindrom Potter di antaranya:

  • Bayi dengan sindrom Potter mungkin memerlukan alat bantu napas. Ini mungkin termasuk resusitasi saat bayi lahir dan ventilasi untuk membantu agar bayi bisa bernapas dengan normal.
  • Beberapa bayi juga mungkin memerlukan tabung makanan untuk memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
  • Operasi saluran kemih untuk mengatasi penyumbatan saluran kemih.
  • Jika ada masalah dengan ginjal bayi, cuci darah atau dialisis mungkin dianjurkan sampai pengobatan lain tersedia, misalnya transplantasi ginjal.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Potter Syndrome – https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/4462/potter-syndrome diakses Pada 24 November 2017

Potter Syndrome – https://emedicine.medscape.com/article/983477-overview diakses pada 24 November 2017

emudian, pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, cairan ketuban digantikan dengan urin janin yang ditelan dan dikeluarkan lagi oleh tubuh janin, begitu seterusnya.

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum