Mengulas Lebih Dalam Seputar Bayi Terlilit Tali Pusar di Dalam Kandungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bayi terlilit tali pusar atau nuchal cord merupakan salah satu komplikasi yang kerap terjadi saat melahirkan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Pasalnya, dalam beberapa kasus, leher bayi bisa tercekik tali pusarnya sendiri. Namun pada kondisi lainnya, kasus bayi terlilit tali pusar mungkin juga tidak terlalu berbahaya seperti yang Anda bayangkan selama ini. Agar lebih paham, simak ulasan selengkapnya di bawah ini, ya!

Apa itu bayi terlilit tali pusar?

hipertensi pada ibu hamil

Tali pusar berfungsi untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi, agar bayi bisa bertahan hidup dalam kandungan. Itu sebabnya, keberadaan tali pusar yang sehat dan baik merupakan hal penting yang dibutuhkan bayi. 

Adanya masalah pada tali pusar saat kehamilan bisa mengganggu nutrisi dan oksigen yang diterima bayi. Hal ini dapat mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan bayi terganggu.

Bukan hanya di dalam kandungan saja, tali pusar juga harus selalu dalam keadaan utuh dan baik saat bayi dilahirkan nantinya. Ini karena selama dan setelah proses kelahiran, bayi masih membutuhkan tali pusar sebagai penghantar oksigen dan nutrisi.

Baru setidaknya sekitar 2 menit setelah kelahiran, tali pusar boleh dipotong sehingga bayi kemudian menerima oksigen dari hidungnya sendiri. Meski begitu, salah satu komplikasi selama persalinan bisa menyebabkan bayi terlilit tali pusar tubuhnya sendiri. 

Melansir dari jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, kondisi ini bisa terjadi pada sekitar 1 dari 3 bayi yang lahir. Masih dari jurnal yang sama pula, kasus bayi terlilit tali pusar tercatat sebanyak 12 persen di usia kehamilan 24-26 minggu. 

Bahkan, persentasenya dapat meningkat hingga mencapai 37 persen di akhir masa kehamilan. Tidak hanya pada bagian leher, tali pusar juga bisa melilit anggota badan bayi lainnya.

Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, misalnya selama kehamilan maupun saat proses persalinan berlangsung. Dalam kandungan, tali pusar yang melilit bayi mungkin tidak menjadi masalah karena tali pusar mengapung dalam cairan ketuban.

Namun, saat bayi akan dilahirkan dan tali pusar melilit bayi, ini mungkin bisa menjadi masalah. Tali pusar bisa melilit leher bayi dan tertekan saat bayi dilahirkan. Alhasil, hal ini kemudian bisa mengurangi oksigen dan nutrisi yang seharusnya diterima bayi.

Apa gejala ketika bayi terlilit tali pusar?

hamil anak perempuan

Sebenarnya kondisi bayi terlilit tali pusar sulit diketahui sendiri, karena tidak akan menimbulkan gejala yang khas. Sebagai ibu yang sedang mengandung, Anda juga biasanya tidak akan merasakan gejala khusus dari kondisi ini.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah selalu rutin memerhatikan berapa banyak pergerakan bayi setiap harinya. Jadi, ketika dirasa frekuensi pergerakan tubuh bayi di dalam kandungan tampak melemah, Anda bisa segera menyadarinya.

Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksakan kesehatan kandungan Anda ke dokter guna mendeteksi adanya masalah sedini mungkin.

Apa penyebab bayi bisa terlilit tali pusar?

Sebanyak apa pun pergerakan yang dilakukan bayi di dalam kandungan, bisa saja membuatnya terlilit oleh tali pusar. Akan tetapi, tali pusar yang sehat sebenarnya dilindungi oleh lapisan jeli bernama jeli Wharton atau Wharton’s jelly.

Jeli ini berfungsi penting sebagai penjaga agar tali pusat tidak gampang melilit tubuh bayi, tidak peduli seberapa aktifnya bayi di dalam kandungan. Bukan itu saja, jeli juga berperan dalam menjaga agar tali pusar tidak mudah tertekan oleh pembuluh darah.

Jadi, ketika bayi aktif bergerak, menggeliat, membalikkan tubuh, atau berpindah posisi sekali pun, tali pusar tetap aman dan tidak akan membuat tubuhnya terlilit. Bahkan meski kepala atau tubuh bayi dilingkari oleh tali pusar, biasanya tidak akan benar-benar tercekik.

Sayangnya, beberapa tali pusar bayi tidak memiliki jumlah jeli Wharton yang cukup sebagai pelindung. Inilah yang membuat bayi rentan terlilit tali pusar ketika tubuhnya bergerak di dalam kandungan.

Di sisi lain, penyebab bayi terlilit tali pusar juga bisa dikarenakan ukuran tali pusar yang lebih panjang dari rata-rata normalnya. Berikut berbagai kondisi lainnya juga dapat menyebabkan bayi terlilit tali pusar tubuhnya sendiri:

  • Struktur tali pusar yang lemah.
  • Jumlah cairan ketuban terlalu banyak.
  • Sedang hamil bayi kembar dua, tiga, empat, atau lebih.

Apakah bayi terlilit tali pusar selalu berbahaya?

takut hamil

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, ketika bayi terlilit tali pusar tubuhnya sendiri tidak selalu akan berakibat buruk. Hal ini tergantung dari kondisi tali pusar yang melilit bayi.

Misalnya berapa banyak jumlah tali pusar yang melilit bayi, seberapa kuat lilitan tersebut, dan lain sebagainya. Kadang kala, lilitan tali pusar di tubuh bayi bisa sangat longgar sehingga mudah terlepas kapan pun.

Sementara dalam kasus lainnya, lilitan dari tali pusar pada tubuh bayi bisa sangat kencang. Kondisi ini otomatis dapat berakibat buruk karena membuat bayi tercekik, bahkan bisa melemahnya detak jantungnya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab umumnya, lilitan tali pusar jarang membahayakan nyawa bayi. Kebanyakan masalah ini dapat ditangani dengan baik dan jarang menimbulkan komplikasi yang serius.

Kunci yang terpenting yakni segera tangani dengan cepat dan tepat, ketika lilitan tali pusar bayi berisiko membahayakan kesehatannya. Maka itu, Anda dianjurakn untuk rajin melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau kondisi Anda dan buah hati di dalam kandungan. 

Apa komplikasi yang bisa muncul jika bayi terlilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis

Lagi-lagi, komplikasi atau dampak buruk dari kasus bayi terlilit tali pusar sebenarnya jarang terjadi. Jika lilitan tali pusar pada bayi sudah mulai terlihat sebelum persalinan dengan USG, biasanya dokter akan rutin memantau kondisi bayi selama proses melahirkan berlangsung.

Komplikasi yang paling terjadi selama persalinan akibat bayi terlilit tali pusar yakni adanya penurunan detak jantung saat dilahirkan. Melemahnya detak jantung bayi ini dapat disebabkan oleh kurangnya kadar oksigen dan aliran darah yang didapatkan bayi, karena tali pusarnya terlilit saat kontraksi.

Dengan terus dilakukannya monitoring atau pemantauan selama proses melahirkan, dokter beserta tim medis dapat dengan cepat mendeteksi kondisi ini. Setidaknya dengan begini, bayi yang terlilit tali pusar sendiri bisa dilahirkan tanpa komplikasi berbahaya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi terlilit tali pusar juga dapat mengakibatkan pergerakan janin yang semakin melemah. Selain itu, bisa membuat perkembangan bayi terhambat maupun proses persalinan sulit dilakukan.

Sebuah laporan dari jurnal Baylor University Medical Center Proceedings, melaporkan 1 kasus kematian bayi karena bayi terlilit tali pusar. Kasus yang terbilang sangat langka ini cenderung terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan.

Jika denyut jantung bayi terus turun dan dapat berisiko buruk, dokter dan tim medis biasanya menyarankan Anda melahirkan melalui operasi caesar.

Bagaimana cara mendiagnosis ketika bayi terlilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis

Kondisi bayi yang terlilit tali pusar tidak bisa terlihat secara kasat mata. Bahkan, Anda yang sedang mengandung juga tidak bisa merasakannya secara langsung.

Itulah mengapa pentingnya rutin menjalani pemeriksaan kehamilan, untuk mendeteksi kemungkinan adanya pada bayi di dalam kandungan. Ketika dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), biasanya lilitan tali pusar di tubuh atau kepala bayi akan terlihat.

Ada dua jenis USG yang bisa Anda pilih selama kehamilan, yaitu USG transvaginal dan USG abdominal. USG abdominal atau perut, dilakukan dengan cara mengoleskan suatu gel khusus ke seluruh bagian perut.

Selanjutnya, dokter menggunakan alat berupa transduser atau stik probe yang digerakkan di atas perut Anda. Alat inilah yang berguna untuk mengamati seluruh isi perut beserta berbagai organ di dalamnya, dan kemudian ditampilkan pada sebuah monitor.

Mirip seperti USG abdominal, USG transvaginal juga akan menampilkan hasil pemeriksaannya pada sebuah monitor. Akan tetapi, proses USG transvaginal dilakukan dengan cara memasukkan transduser tersebut ke dalam vagina Anda.

Dengan begitu, pengamatan pada kehamilan sekaligus organ reproduksi wanita bisa dilakukan secara langsung. Sayangnya, USG transvaginal tidak bisa dilakukan kapan pun seperti USG abdominal.

Ini karena waktu pemeriksaan USG transvaginal saat hamil hanya bisa dilakukan di awal trimester, atau sebelum usia kehamilan genap 8 minggu. Jika pemeriksaan USG menemukan kondisi bayi terlilit tali pusat di awal masa kehamilan, sebaiknya jangan panik.

Tak jarang, kondisi ini bisa segera membaik dan tali pusat terlepas dengan sendirinya sebelum memasuki masa kelahiran. Bahkan meskipun lilitan pada bayi tetap ada, dokter dapat melakukan penanganan tertentu sesuai kondisi Anda dan bayi.

Jika bayi terlilit tali pusar ditemukan selama proses persalinan, dokter dan tim medis akan secara rutin memantau kondisi ini. Jadi, bila nantinya ditemukan adanya risiko komplikasi, bisa segera dilakukan penanganan.

Apakah bayi yang terlilit tali pusar bisa dilahirkan secara normal?

cara melahirkan normal

Banyak orang mengira bahwa bayi yang terlilit tali pusar hanya bisa dilahirkan lewat operasi caesar, tapi ternyata tidak juga. Seberapa besar bahaya bayi terlilit tali pusar tergantung dari berapa banyak jumlah lilitan tali pusar pada bayi. Jika lilitan tali pusar hanya satu lingkaran pada leher bayi, ini mungkin tidak menjadi masalah serius.

Kelahiran normal pun mungkin masih bisa dilakukan sesuai rencana awal dan keinginan Anda. Tali pusar mungkin sedikit tertekan saat bayi dilahirkan. Namun, begitu kepala bayi keluar dari vagina, dokter atau bidan bisa segera melepaskan lilitan tali pusar dari leher bayi.

Alhasil, melahirkan normal pada situasi ini mungkin tidak berbahaya bagi bayi. Bahkan jika kasus bayi terlilit tali pusar ini ditemukan saat melakukan pemeriksaan USG sebelum waktu persalinan, dokter tidak masalah.

Dokter biasanya tidak akan meminta untuk mempercepat atau memajukan waktu melahirkan Anda.

Mungkinkah bayi terlilit tali pusar lahir dengan operasi caesar?

VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Dalam kondisi tertentu, tidak menutup kemungkinan Anda harus melahirkan bayi yang tali pusarnya terlilit melalui operasi caesar. 

Hal ini biasanya karena dokter menilai bayi sulit dilahirkan melalui persalinan normal atau vagina, dan dapat memengaruhi kondisi ibu. Alasan lainnya karena jumlah lilitan yang terlalu banyak dan kuat dapat mengakibatkan masalah serius pada bayi.

Terlebih jika hal ini sampai menyebabkan detak jantung bayi melemah dan aliran darah dari ibu ke bayi terganggu. Operasi caesar mungkin butuh dilakukan agar komplikasi tidak terjadi dan bayi bisa dilahirkan dengan selamat.

Pada intinya, selain rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter, sebaiknya diskusikan juga terkait keluhan apa pun yang Anda miliki dengan dokter. Dengan demikian, dokter bisa membantu mencari solusi terbaik untuk permasalahan dan keluhan apa pun yang Anda alami selama kehamilan.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca