Mengulas Lebih Dalam Seputar Bayi Terlilit Tali Pusar di Dalam Kandungan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020
Bagikan sekarang

Bayi terlilit tali pusar (tali pusat) atau nuchal cord merupakan salah satu komplikasi yang kerap terjadi saat melahirkan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Pasalnya, dalam beberapa kasus, leher bayi bisa tercekik tali pusarnya sendiri. Namun pada kondisi lainnya, kasus bayi terlilit tali pusar (tali pusat) mungkin juga tidak terlalu berbahaya seperti yang Anda bayangkan selama ini. Agar lebih paham, simak ulasan selengkapnya di bawah ini, ya!

Apa itu bayi terlilit tali pusar?

hipertensi pada ibu hamil

Tali pusar (tali pusat) berfungsi untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi, agar bayi bisa bertahan hidup dalam kandungan. Itu sebabnya, keberadaan tali pusar yang sehat dan baik merupakan hal penting yang dibutuhkan bayi. 

Adanya masalah pada tali pusar, seperti bayi terlilit tali pusat, saat kehamilan bisa mengganggu nutrisi dan oksigen yang diterima bayi. Hal ini dapat mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan bayi terganggu.

Bukan hanya di dalam kandungan saja, tali pusar juga harus selalu dalam keadaan utuh dan baik saat bayi dilahirkan nantinya. Ini karena selama dan setelah proses kelahiran, bayi masih membutuhkan tali pusar sebagai penghantar oksigen dan nutrisi.

Baru setidaknya sekitar 2 menit setelah kelahiran, tali pusar boleh dipotong sehingga bayi kemudian menerima oksigen dari hidungnya sendiri. Meski begitu, salah satu komplikasi selama persalinan bisa menyebabkan bayi terlilit tali pusar tubuhnya sendiri. 

Melansir dari jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, kondisi bayi terlilit tali pusar (tali pusat) bisa terjadi pada sekitar 1 dari 3 bayi yang lahir. Masih dari jurnal yang sama pula, kasus ini tercatat sebanyak 12 persen di usia kehamilan 24-26 minggu. 

Bahkan, persentasenya dapat meningkat hingga mencapai 37 persen di akhir masa kehamilan. Tidak hanya pada bagian leher, tali pusar juga bisa melilit anggota badan bayi lainnya.

Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, misalnya selama kehamilan maupun saat proses persalinan berlangsung. Dalam kandungan, tali pusar yang melilit bayi mungkin tidak menjadi masalah karena tali pusar mengapung dalam cairan ketuban.

Namun, saat bayi akan dilahirkan dan tali pusar melilit bayi, ini mungkin bisa menjadi masalah. Tali pusar bisa melilit leher bayi dan tertekan saat bayi dilahirkan. Alhasil, hal ini kemudian bisa mengurangi oksigen dan nutrisi yang seharusnya diterima bayi.

Apa gejala ketika bayi terlilit tali pusar?

hamil anak perempuan

Sebenarnya kondisi bayi terlilit tali pusar (tali pusat) sulit diketahui sendiri karena tidak akan menimbulkan gejala yang khas. Sebagai ibu yang sedang mengandung, Anda juga biasanya tidak akan merasakan gejala khusus dari masalah yang satu ini.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah selalu rutin memerhatikan berapa banyak pergerakan bayi setiap harinya. Jadi, ketika dirasa frekuensi pergerakan tubuh bayi di dalam kandungan tampak melemah, Anda bisa segera menyadarinya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi ini, Anda harus rutin memeriksakan kehamilan Anda ke dokter.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, selama tali pusar tidak melilit terlalu kuat, Anda masih bisa melahirkan secara normal. Bila lilitan tali pusat berisiko membahayakan bayi, maka dokter akan merekomendasikan Anda untuk melahirkan buah hati lewat jalur caesar.

Apa penyebab bayi bisa terlilit tali pusar?

Sebanyak apa pun pergerakan yang dilakukan bayi di dalam kandungan, bisa saja membuatnya terlilit oleh tali pusar. Akan tetapi, tali pusar yang sehat sebenarnya dilindungi oleh lapisan jeli bernama jeli Wharton atau Wharton’s jelly.

Jeli ini berfungsi penting sebagai penjaga agar tali pusat tidak gampang melilit tubuh bayi, tidak peduli seberapa aktifnya bayi di dalam kandungan.

Bukan itu saja, jeli juga berperan dalam menjaga agar tali pusar (tali pusat) tidak mudah tertekan oleh pembuluh darah.

Jadi, ketika bayi aktif bergerak, menggeliat, membalikkan tubuh, atau berpindah posisi sekali pun, tali pusar tetap aman dan tidak akan membuat tubuhnya terlilit. Bahkan meski kepala atau tubuh bayi dilingkari oleh tali pusar, biasanya tidak akan benar-benar tercekik.

Sayangnya, beberapa tali pusar bayi tidak memiliki jumlah jeli Wharton yang cukup sebagai pelindung. Inilah yang membuat kemungkinan bayi terlilit tali pusar lebih besar ketika tubuhnya bergerak di dalam kandungan.

Di sisi lain, penyebab bayi terlilit tali pusar juga bisa dikarenakan ukuran tali pusar yang lebih panjang dari rata-rata normalnya. Namun, ada juga penyebab lainnya seperti:

Tali pusar terlalu panjang

Normalnya, panjang tali pusar janin adalah 50 sampai 60 cm. Namun, ada juga yang memiliki tali pusar lebih panjang hingga 80 cm. Tali pusar yang terlalu panjang ini berisiko melilit bayi, bahkan lebih dari satu lilitan.

Memiliki bayi kembar

Bayi kembar dua atau lebih memiliki tali pusar yang berbeda. Tali pusar tersebut bisa kusut dan membelit bayi.

Struktur tali pusar yang lemah atau buruk

Tali pusar yang sehat bisa berubah ukuran (elastis) sehingga tidak membahayakan bayi saat ia bergerak aktif. Namun, bila strukturnya lemah atau buruk, tali pusar kemungkinan jadi kurang elastis sehingga melilit bayi terlalu kuat.

Apakah kondisi ini selalu berbahaya?

takut hamil

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, ketika bayi terlilit tali pusar (tali pusat) tubuhnya sendiri, tidak selalu akan berakibat buruk. Hal ini tergantung dari kondisi tali pusar yang melilit bayi.

Misalnya, berapa banyak jumlah tali pusar yang melilit bayi, seberapa kuat lilitan tersebut, dan lain sebagainya. Kadang kala, lilitan bisa sangat longgar sehingga mudah terlepas kapan pun.

Sementara dalam kasus lainnya, lilitan bahkan bisa sangat kencang. Kondisi ini otomatis dapat berakibat buruk karena membuat bayi tercekik, bahkan bisa melemahkan detak jantungnya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab umumnya, lilitan tali pusar jarang membahayakan nyawa bayi. Kebanyakan masalah ini dapat ditangani dengan baik dan jarang menimbulkan komplikasi yang serius.

Kunci yang terpenting yakni segera tangani dengan cepat dan tepat ketika lilitan tali pusar bayi berisiko membahayakan kesehatannya.

Maka itu, Anda dianjurkn untuk rajin melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau kondisi Anda dan buah hati di dalam kandungan. 

Apa komplikasi yang bisa muncul jika bayi terlilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis

Lagi-lagi, komplikasi atau dampak buruk dari kondisi ini sebenarnya jarang terjadi. Jika Anda sudah melihat bayi terlilit tali pusar sebelum persalinan dengan USG, biasanya dokter akan rutin memantau kondisi bayi selama proses melahirkan berlangsung.

Komplikasi yang paling terjadi selama persalinan akibat bayi terlilit tali pusar yakni adanya penurunan detak jantung saat dilahirkan.

Melemahnya detak jantung bayi ini dapat disebabkan oleh kurangnya kadar oksigen dan aliran darah yang didapatkan bayi karena tali pusarnya terlilit saat kontraksi.

Dengan terus dilakukannya monitoring atau pemantauan selama proses melahirkan, dokter beserta tim medis dapat dengan cepat mendeteksi kondisi ini.

Setidaknya dengan begini, bayi bisa dilahirkan tanpa komplikasi berbahaya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi terlilit tali pusar juga dapat mengakibatkan pergerakan janin yang semakin melemah. Selain itu, bisa membuat perkembangan bayi terhambat maupun proses persalinan sulit dilakukan.

Sebuah laporan dari jurnal Baylor University Medical Center Proceedings, melaporkan 1 kasus kematian bayi karena bayi terlilit tali pusar. Kasus yang terbilang sangat langka ini cenderung terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan.

Jika denyut jantung bayi terus turun dan dapat berisiko buruk, dokter dan tim medis biasanya menyarankan Anda melahirkan melalui operasi caesar.

Bagaimana cara mendiagnosis ketika bayi terlilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis

Kondisi bayi terlilit tali pusar tidak bisa terlihat secara kasat mata. Bahkan, Anda yang sedang mengandung juga tidak bisa merasakannya secara langsung.

Itulah mengapa pentingnya rutin menjalani pemeriksaan kehamilan, untuk mendeteksi kemungkinan adanya pada bayi di dalam kandungan. Ketika dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), biasanya lilitan tali pusar di tubuh atau kepala bayi akan terlihat.

Ada dua jenis USG yang bisa Anda pilih selama kehamilan, yaitu USG transvaginal dan USG abdominal. USG abdominal atau perut dilakukan dengan cara mengoleskan suatu gel khusus ke seluruh bagian perut.

Selanjutnya, dokter menggunakan alat berupa transduser atau stik probe yang digerakkan di atas perut Anda. Alat inilah yang berguna untuk mengamati seluruh isi perut beserta berbagai organ di dalamnya, dan kemudian ditampilkan pada sebuah monitor.

Mirip seperti USG abdominal, USG transvaginal juga akan menampilkan hasil pemeriksaannya pada sebuah monitor. Akan tetapi, proses USG transvaginal dilakukan dengan cara memasukkan transduser tersebut ke dalam vagina Anda.

Dengan begitu, pengamatan pada kehamilan sekaligus organ reproduksi wanita bisa dilakukan secara langsung. Sayangnya, USG transvaginal tidak bisa dilakukan kapan pun seperti USG abdominal.

Ini karena waktu pemeriksaan USG transvaginal saat hamil hanya bisa dilakukan di awal trimester, atau sebelum usia kehamilan genap 8 minggu.

Jika pemeriksaan USG menemukan bayi terlilit tali pusat di awal masa kehamilan, sebaiknya jangan panik.

Tak jarang, kondisi ini bisa segera membaik dan tali pusat terlepas dengan sendirinya sebelum memasuki masa kelahiran. Bahkan meskipun lilitan pada bayi tetap ada, dokter dapat melakukan penanganan tertentu sesuai kondisi Anda dan bayi.

Jika lilitan ditemukan selama proses persalinan, dokter dan tim medis akan secara rutin memantau kondisi ini. Jadi, bila nantinya ditemukan adanya risiko komplikasi, bisa segera dilakukan penanganan.

Apakah bayi yang terlilit tali pusar bisa dilahirkan secara normal?

cara melahirkan normal

Banyak orang mengira bahwa bayi yang terlilit tali pusar (tali pusat) hanya bisa dilahirkan lewat operasi caesar, tapi ternyata tidak juga.

Seberapa besar bahaya bayi terlilit tali pusar tergantung dari berapa banyak jumlah lilitannya. Jika lilitan tali pusar (tali pusat) hanya satu lingkaran pada leher bayi, ini mungkin tidak menjadi masalah serius.

Kelahiran normal pun mungkin masih bisa dilakukan sesuai rencana awal dan keinginan Anda. Tali pusar mungkin sedikit tertekan saat bayi dilahirkan.

Namun, begitu kepala bayi keluar dari vagina, dokter atau bidan bisa segera melepaskan lilitan tali pusar dari leher bayi.

Alhasil, melahirkan normal pada situasi ini mungkin tidak berbahaya bagi bayi. Bahkan jika kasus ini ditemukan saat melakukan pemeriksaan USG sebelum waktu persalinan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dokter biasanya tidak akan meminta untuk mempercepat atau memajukan waktu melahirkan Anda.

Apakah operasi caesar jadi satu-satunya solusi?

VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Dalam kondisi tertentu, tidak menutup kemungkinan Anda harus melahirkan bayi yang terlilit tali pusat melalui operasi caesar. 

Hal ini biasanya karena dokter menilai bayi sulit dilahirkan melalui persalinan normal atau vagina, dan dapat memengaruhi kondisi ibu. Alasan lainnya karena jumlah lilitan yang terlalu banyak dan kuat dapat mengakibatkan masalah serius pada bayi.

Terlebih jika hal ini sampai menyebabkan detak jantung bayi melemah dan aliran darah dari ibu ke bayi terganggu. Operasi caesar mungkin butuh dilakukan agar komplikasi tidak terjadi dan bayi bisa dilahirkan dengan selamat.

Pada intinya, selain rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter, sebaiknya diskusikan juga terkait keluhan apa pun yang Anda miliki dengan dokter.

Dengan demikian, dokter bisa membantu mencari solusi terbaik untuk permasalahan dan keluhan apa pun yang Anda alami selama kehamilan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020

Janin Sudah Bisa Melihat Cahaya Sejak Trimester Ketiga

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa jauh sebelum bayi bisa melihat gambar, mata janin sudah dapat mendeteksi cahaya dari dalam rahim.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 05/12/2019

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 30/08/2019

Direkomendasikan untuk Anda

konsumsi buah kognitif janin

Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
pergerakan janin

Cara Mengenali dan Menghitung Pergerakan Janin dalam Kandungan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
buah untuk perkembangan janin

Konsumsi Buah Selama Kehamilan Memengaruhi Perkembangan Otak Janin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020