Mengulas Lebih Dalam Seputar Janin Terlilit Tali Pusar di Dalam Kandungan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Janin terlilit tali pusar (tali pusat) atau nuchal cord merupakan salah satu komplikasi persalinan yang kerap terjadi. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dalam beberapa kasus, leher bayi bisa tercekik tali pusarnya sendiri. Namun pada kondisi lainnya, kasus bayi terlilit tali pusar (tali pusat) mungkin juga tidak terlalu berbahaya seperti yang Anda bayangkan selama ini. Agar lebih paham, simak ulasan selengkapnya di bawah ini, ya!

Apa itu janin terlilit tali pusar?

hipertensi pada ibu hamil

Tali pusar (tali pusat) berfungsi untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi, agar janin bisa bertahan hidup dalam kandungan.

Itu sebabnya, keberadaan tali pusar yang sehat dan baik merupakan hal penting yang dibutuhkan bayi. 

Adanya masalah pada tali pusar, seperti janin terlilit tali pusar, saat kehamilan bisa mengganggu nutrisi dan oksigen yang diterima bayi.

Kondisi janin terlilit tali pusar ini dapat mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan bayi nantinya terganggu.

Bukan hanya di dalam kandungan saja, tali pusar juga harus selalu dalam keadaan utuh dan baik saat bayi dilahirkan nantinya.

Ini karena selama dan setelah proses kelahiran, bayi masih membutuhkan tali pusar sebagai penghantar oksigen dan nutrisi.

Baru setidaknya sekitar 2 menit setelah kelahiran, tali pusar boleh dipotong sehingga bayi kemudian menerima oksigen dari hidungnya sendiri.

Meski begitu, salah satu komplikasi selama persalinan bisa menyebabkan janin terlilit tali pusar tubuhnya sendiri. 

Melansir dari jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, kondisi bayi terlilit tali pusar (tali pusat) bisa terjadi pada sekitar 1 dari 3 bayi yang lahir.

Masih dari jurnal yang sama pula, kasus ini tercatat sebanyak 12 persen di usia kehamilan 24-26 minggu. 

Bahkan, persentasenya dapat meningkat hingga mencapai 37 persen di akhir masa kehamilan.

Tidak hanya pada bagian leher, tali pusar juga bisa melilit anggota badan janin lainnya.

Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, misalnya selama kehamilan maupun saat proses persalinan berlangsung.

Dalam kandungan, bayi kelilit tali pusar mungkin tidak menjadi masalah karena tali pusar mengapung dalam air ketuban.

Namun, saat bayi akan dilahirkan dan tali pusar melilit bayi, ini mungkin bisa menjadi masalah.

Tali pusar bisa melilit leher bayi dan tertekan saat bayi dilahirkan.

Alhasil, bayi yang kelilit tali pusar bisa mengalami asupan oksigen dan nutrisi yang kurang.

Apa gejala ketika janin terlilit tali pusar?

hamil anak perempuan

Sebenarnya kondisi janin terlilit tali pusar (tali pusat) sulit diketahui sendiri karena tidak akan menimbulkan gejala yang khas.

Sebagai ibu yang sedang mengandung, Anda juga biasanya tidak akan merasakan gejala khusus dari masalah yang satu ini.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah selalu rutin memerhatikan berapa banyak pergerakan bayi setiap harinya.

Jadi, ketika dirasa frekuensi pergerakan tubuh bayi di dalam kandungan tampak melemah, Anda bisa segera menyadarinya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan janin terlilit tali pusar, Anda harus rutin memeriksakan kehamilan Anda ke dokter.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, selama tali pusar tidak melilit terlalu kuat, Anda masih bisa melahirkan secara normal dengan posisi persalinan apa pun.

Bila lilitan tali pusat berisiko membahayakan bayi, maka dokter akan merekomendasikan Anda untuk melahirkan buah hati lewat operasi caesar.

Alangkah lebih baiknya untuk memilih melahirkan di rumah sakit ketimbang melahirkan di rumah bila ibu punya komplikasi persalinan ini.

Tujuannya agar bisa diberikan pertolongan segera bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hanya saja, pastikan ibu sudah menyiapkan berbagai persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sesuai kebutuhan sebelumnya.

Jadi, saat tanda-tanda melahirkan muncul seperti air ketuban pecah, kontraksi persalinan, serta pembukaan lahiran, ibu bisa bergegas pergi ke dokter.

Apa penyebab bayi bisa terlilit tali pusar?

janin terlilit tali pusar

Beberapa penyebab bayi terlilit tali pusar, seperti:

1. Tidak dilindungi lapisan jeli yang memadai

Penyebab bayi terlilit tali pusar yang pertama adalah karena tali pusar tidak memiliki lapisan pelindung jeli yang cukup.

Sebanyak apa pun pergerakan yang dilakukan janin di dalam kandungan bisa saja membuatnya terlilit oleh tali pusar.

Akan tetapi, tali pusar yang sehat sebenarnya dilindungi oleh lapisan jeli bernama jeli Wharton atau Wharton’s jelly.

Jeli ini berfungsi penting sebagai penjaga agar tali pusat tidak gampang melilit tubuh bayi, tidak peduli seberapa aktifnya bayi di dalam kandungan.

Bukan itu saja, jeli juga berperan dalam menjaga agar tali pusar (tali pusat) tidak mudah tertekan oleh pembuluh darah.

Jadi, ketika bayi aktif bergerak, menggeliat, membalikkan tubuh, atau berpindah posisi sekali pun, tali pusar tetap aman dan tidak akan membuat tubuhnya terlilit.

Bahkan meski kepala atau tubuh bayi dilingkari oleh tali pusar, biasanya tidak akan benar-benar tercekik.

Sayangnya, beberapa tali pusar bayi tidak memiliki jumlah jeli Wharton yang cukup sebagai pelindung.

Inilah yang membuat kemungkinan bayi terlilit tali pusar lebih besar ketika tubuhnya bergerak di dalam kandungan.

2. Tali pusar terlalu panjang

Normalnya, panjang tali pusar janin adalah 50 sampai 60 cm. Namun, ada juga yang memiliki tali pusar lebih panjang hingga 80 cm.

Tali pusar yang terlalu panjang ini berisiko melilit bayi, bahkan lebih dari satu lilitan.

3. Memiliki bayi kembar

Penyebab bayi terlilit tali pusar lainnya yakni karena ada lebih dari satu tali pusat karena kehamilan kembar.

Melahirkan anak kembar dua atau lebih memiliki tali pusar yang berbeda. Tali pusar tersebut bisa kusut dan membelit bayi.

4. Struktur tali pusar yang lemah atau buruk

Tali pusar yang sehat bisa berubah ukuran (elastis) sehingga tidak membahayakan bayi saat ia bergerak aktif.

Namun, bila strukturnya lemah atau buruk, tali pusar kemungkinan jadi kurang elastis sehingga melilit bayi terlalu kuat.

Apakah kondisi janin terlilit tali pusar selalu berbahaya?

takut hamil

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, ketika janin terlilit tali pusar (tali pusat) tubuhnya sendiri, tidak selalu akan berakibat buruk.

Hal ini tergantung dari kondisi tali pusar yang melilit bayi, misalnya seberapa banyak jumlah tali pusar yang melilit bayi, seberapa kuat lilitan tersebut, dan lain sebagainya.

Kadang kala, lilitan bisa sangat longgar sehingga mudah terlepas kapan pun.

Dalam hal ini, berarti tidak ada cara khusus untuk melepaskan lilitan tali pusat pada janin atau bayi dalam kandungan.

Sementara dalam kasus lainnya, lilitan bahkan bisa sangat kencang.

Kondisi ini otomatis dapat berakibat buruk karena membuat bayi tercekik, bahkan bisa melemahkan detak jantungnya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena umumnya lilitan tali pusar jarang membahayakan nyawa bayi.

Kebanyakan masalah janin terlilit tali pusar ini dapat ditangani dengan baik dan jarang menimbulkan komplikasi yang serius.

Kunci yang terpenting yakni segera tangani dengan cepat dan tepat ketika bayi terlilit tali pusar karena berisiko membahayakan kesehatannya.

Maka itu, Anda dianjurkn untuk rajin melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau kondisi Anda dan buah hati di dalam kandungan. 

Apa komplikasi yang bisa muncul jika janin terlilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis

Lagi-lagi, komplikasi atau dampak buruk dari kondisi ini sebenarnya jarang terjadi.

Jika Anda sudah melihat bayi terlilit tali pusar sebelum persalinan dengan USG, biasanya dokter akan rutin memantau kondisi bayi selama proses melahirkan berlangsung.

Komplikasi yang paling terjadi selama persalinan akibat bayi terlilit tali pusar yakni adanya penurunan detak jantung saat dilahirkan.

Melemahnya detak jantung bayi ini dapat disebabkan oleh kurangnya kadar oksigen dan aliran darah yang didapatkan bayi karena tali pusarnya terlilit saat kontraksi.

Dengan terus dilakukannya monitoring atau pemantauan selama proses melahirkan, dokter beserta tim medis dapat dengan cepat mendeteksi kondisi ini.

Dalam kasus yang jarang terjadi, janin terlilit tali pusar juga dapat mengakibatkan pergerakannya semakin melemah.

Selain itu, bisa membuat perkembangan bayi terhambat maupun proses persalinan sulit dilakukan.

Sebuah laporan dari jurnal Baylor University Medical Center Proceedings, melaporkan 1 kasus kematian bayi karena bayi terlilit tali pusar.

Kasus yang terbilang sangat langka ini cenderung terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan.

Jika denyut jantung bayi terus turun dan dapat berisiko buruk, dokter dan tim medis biasanya menyarankan Anda melahirkan melalui operasi caesar.

Bagaimana cara mendiagnosis ketika bayi kelilit tali pusar?

hamil dengan endometriosis janin terlilit tali pusar

Kondisi bayi kelilit tali pusar tidak bisa terlihat secara kasat mata.

Bahkan, Anda yang sedang mengandung juga tidak bisa merasakan bila janin terlilit tali pusar secara langsung.

Itulah mengapa pentingnya rutin menjalani pemeriksaan kehamilan guna mendeteksi kemungkinan adanya pada bayi di dalam kandungan.

Ketika dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), biasanya lilitan tali pusar di tubuh atau kepala bayi akan terlihat.

Ada dua jenis USG yang bisa Anda pilih selama kehamilan, yaitu USG transvaginal dan USG abdominal.

USG abdominal atau perut dilakukan dengan cara mengoleskan suatu gel khusus ke seluruh bagian perut.

Selanjutnya, dokter menggunakan alat berupa transduser atau stik probe yang digerakkan di atas perut Anda.

Alat inilah yang berguna untuk mengamati seluruh isi perut beserta berbagai organ di dalamnya, dan kemudian ditampilkan pada sebuah monitor.

Mirip seperti USG abdominal, USG transvaginal juga akan menampilkan hasil pemeriksaannya pada sebuah monitor.

Akan tetapi, proses USG transvaginal dilakukan dengan cara memasukkan transduser tersebut ke dalam vagina Anda.

Dengan begitu, pengamatan pada kehamilan sekaligus organ reproduksi wanita bisa dilakukan secara langsung.

Sayangnya, USG transvaginal tidak bisa dilakukan kapan pun seperti USG abdominal.

Ini karena waktu pemeriksaan USG transvaginal saat hamil hanya bisa dilakukan di awal trimester atau sebelum usia kehamilan genap 8 minggu.

Jika pemeriksaan USG menemukan janin terlilit tali pusar di awal masa kehamilan, sebaiknya jangan panik.

Tak jarang, kondisi ini bisa segera membaik dan tali pusat terlepas dengan sendirinya sebelum memasuki masa kelahiran.

Ya, cara melepaskan lilitan tali pusat pada janin atau bayi dalam kandungan bisa dengan sendirinya.

Bahkan meskipun lilitan pada bayi tetap ada, dokter dapat melakukan penanganan tertentu sesuai kondisi Anda dan bayi.

Jika lilitan ditemukan selama proses persalinan, dokter dan tim medis akan secara rutin memantau kondisi ini.

Jadi, bila nantinya ditemukan adanya risiko komplikasi, bisa segera dilakukan penanganan.

Apakah bayi yang terlilit tali pusar bisa lahir normal?

VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Banyak orang mengira bahwa bayi yang terlilit tali pusar (tali pusat) hanya bisa dilahirkan lewat operasi caesar, tapi ternyata tidak juga.

Bayi yang terlilit tali pusar juga bisa lahir secara normal.

Seberapa besar bahaya janin terlilit tali pusar tergantung dari berapa banyak jumlah lilitannya.

Jika lilitan tali pusar (tali pusat) hanya satu lingkaran pada leher bayi, ini mungkin tidak menjadi masalah serius.

Jika rencana dan keinginan awal Anda ingin proses lahir bayi secara normal, tetap bisa dilakukan meski terlilit tali pusar.

Hanya saja, tali pusar mungkin sedikit tertekan saat bayi dilahirkan.

Namun, cara melepaskan lilitan tali pusat pada janin atau bayi dalam kandungan bisa dilakukan dokter atau bidan segera setelah kepala bayi keluar dari vagina.

Dalam kondisi tertentu, tidak menutup kemungkinan Anda harus melahirkan bayi yang terlilit tali pusat melalui operasi caesar. 

Hal ini biasanya karena dokter menilai bayi sulit dilahirkan melalui persalinan normal atau vagina dan dapat memengaruhi kondisi ibu.

Alasan lainnya karena jumlah lilitan yang terlalu banyak dan kuat dapat mengakibatkan masalah serius pada bayi.

Bahkan, hal ini dapat menyebabkan detak jantung bayi melemah dan aliran darah dari ibu ke bayi terganggu.

Operasi caesar mungkin butuh dilakukan agar komplikasi tidak terjadi dan bayi bisa dilahirkan dengan selamat.

Pada intinya, selain rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter, sebaiknya diskusikan juga terkait keluhan apa pun yang Anda miliki dengan dokter.

Dengan demikian, dokter bisa membantu mencari solusi terbaik untuk permasalahan dan keluhan apa pun yang Anda alami selama kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengenali dan Menghitung Pergerakan Janin dalam Kandungan

Menghitung pergerakan janin perlu dilakukan setiap ibu hamil. Lantas, mengapa ini perlu dilakukan dan bagaimana cara menghitung gerakan janin yang mudah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bernafas dalam kandungan

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit
konsumsi buah kognitif janin

Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit