Mengenal 3 Jenis Pendarahan Pada Masa Menyusui

Oleh

Sering kali para ibu baru kebingungan saat mengalami pendarahan padahal masih berada dalam masa menyusui. Apakah mungkin menstruasi kalau masih menyusui? Apakah seharusnya ada pendarahan pada masa menyusui yang lain? Simak penjelasannya berikut ini.

Dua macam pendarahan pada masa menyusui

1. Menstruasi

Pada sebagian besar kasus yang terjadi, butuh jarak antara menstruasi pertama setelah persalinan. Hal ini karena menyusui menahan siklus menstruasi untuk beberapa waktu. Dampaknya berbeda-beda pada ibu. Beberapa ibu mendapatkan menstruasi pertama mereka pasca persalinan setelah beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan beberapa tahun. Tidak dapat dirata-ratakan berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang ibu untuk mendapatkan haid pertamanya setelah persalinan.

Suatu penelitian juga mengungkapkan bahwa ibu dengan kadar hormon progesteron lebih rendah dalam tubuhnya, akan mendapatkan haid pertamanya setelah persalinan lebih cepat daripada ibu dengan kadar hormon progestron lebih tinggi. Dengan kata lain, normal bila seorang ibu mengalami menstruasi padahal ia masih menyusui.

Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan Anda akan segera mendapatkan menstruasi Anda setelah persalinan antara lain:

  • Saat bayi Anda tidur lebih dari 4 jam saat siang hari atau lebih dari 6 jam saat malam hari
  • Saat bayi Anda mulai mengonsumsi makanan pelengkap lain selain ASI
  • Saat Anda mengonsumsi makanan tertentu seperti susu formula untuk ibu menyusui
  • Saat bayi Anda mulai menggunakan dot
  • Saat bayi Anda menyusui sedikit lebih banyak saat siang hari dan makin hari makin sedikit tiap kalinya dan
  • Saat Anda menyusui bayi Anda lebih sering tanpa memberikan asupan lain.

Kalaupun Anda sudah mengalami menstruasi pada masa menyusui, jangan heran bila siklus menstruasi pertama seusai persalinan Anda masih belum teratur. Selain belum teratur, mulainya menstruasi pertama Anda pasca persalinan mungkin akan menurunkan debit air susu Anda. Hal ini normal terjadi. Biasanya, setelah siklus menstruasi kembali teratur, volume ASI akan kembali normal.

Dengan kata lain, mulainya menstruasi tidak mempengaruhi ASI secara permanen, beberapa efek tersebut hanyalah dampak sementara dari perubahan hormonal yang sedang terjadi dalam tubuh Anda. Baik rasanya, debitnya maupun nutrisi yang terkandung di dalamnya, akan tetap sama.

2. Pendarahan lokia (nifas)

Bisa jadi juga pendarahan yang Anda alami tersebut bukan karena dimulainya menstruasi Anda, melainkan merupakan pendarahan pasca persalinan. Beberapa orang mengenalnya dengan sebutan lokia, atau masa nifas. Pendarahan ini terjadi karena plasenta Anda berusaha berpisah dari uterus dan upaya ini menyebabkan terbukanya pembuluh darah pada area tersebut, sehingga menyebabkan pendarahan.

Setelah plasenta berhasil memisahkan diri, uterus akan kembali berkontraksi dan debit pendarahan pun akan mengalami pengurangan. Lokia mungkin terjadi 2 minggu hingga 6 minggu setelah persalinan.

3. Pendarahan postpartum

Namun pada beberapa kondisi, pendarahan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Kondisi ini biasa dikenal dengan sebutan pendarahan postpartum.

Pendarahan pospartum biasanya terjadi bila belum seluruh plasenta terpisah dari uterus, atau bila uterus belum juga berkontraksi meskipun plasenta telah terpisah dengan uterus. Pendarahan ini mungkin terjadi meskipun sudah masuk 12 minggu setelah persalinan.

Anda sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda bila:

  • Pendarahan tiba-tiba semakin pekat hingga menghabiskan lebih dari 1 pembalut untuk menahannya selama satu jam
  • Warna darah menjadi semakin cerah setelah 4 hari setelah persalinan
  • Detak jantung Anda jadi semakin cepat dan tak teratur

Bagaimana mengatasi pendarahan pospartum?

Saat mengalami pendarahan pospartum, Anda mungkin akan diberikan antibiotik atau tindakan medis berupa operasi minor untuk memindahkan plasenta yang tersisa, dan Anda mungkin akan membutuhkan beberapa waktu beristirahat untuk fase penyembuhan.

BACA JUGA:

Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca