home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Detak Jantung Janin Lemah, Apakah Ini Pertanda Buruk?

Detak Jantung Janin Lemah, Apakah Ini Pertanda Buruk?

Dalam istilah medis, detak jantung janin lemah disebut fetal bradikardia. Mengutip dari Radiopaedia, kondisi ini ditandai dengan detak jantung janin di bawah 100 detak per menit. Apa penyebab detak jantung janin yang sulit terdengar saat kehamilan? Apakah kondisi ini berbahaya bagi perkembangan jantung janin? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab detak jantung janin tidak terdeteksi

kelainan janin

Pada dasarnya, tubuh bayi mulai membentuk sistem peredaran darah, termasuk jantung, ketika usia kehamilan masuk 3 minggu.

Kemudian saat usia kehamilan 5-6 minggu, jantung janin akan berdetak pertama kalinya. Detak jantung ini dapat diketahui ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan USG.

Dalam pemeriksaan USG, dokter akan mengetahui kondisi janin secara menyeluruh.

Kondisi detak jantung janin yang lemah terlihat dari detak jantung si kecil di bawah 100 detak per menit.

Padahal, dikutip dari Radiopaedia, rata-rata detak jantung janin yang normal adalah 100-120 detak per menit di usia kehamilan 6-7 minggu.

Kemudian akan semakin meningkat saat usia kehamilan 9 minggu yang mencapai 180 detak per menit.

Selain memeriksa detak jantung janin, dalam pemeriksaan USG di trimester pertama (usia kehamilan 1-13 minggu), dokter juga akan memantau:

  • Usia janin yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu persalinan.
  • Memeriksa apakah janin kembar atau tidak.
  • Mengetahui apakah janin tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, tak semua orangtua akan langsung mendengar detak jantung janin ketika melakukan USG pertama kali.

Mengutip dari American Pregnancy Association, penyebab detak jantung janin tidak terdeteksi bisa karena beberapa faktor.

  • Suaranya terlalu lemah.
  • Kondisi perut ibu hamil yang terlalu besar.
  • Usia kandungan yang tidak tepat dengan perhitungan menstruasi terakhir.

Ibu hamil bisa menunggu sampai usia kehamilan 12 minggu, karena di waktu tersebut kondisi jantung sudah berkembang sempurna.

Bila saat konsultasi ke dokter tetapi tidak ada detak jantungnya di usia kehamilan di atas 12 minggu, penyebab yang paling mungkin adalah gangguan pada janin.

Sebagai contoh, gangguan plasenta, kondisi janin lemah, nutrisi yang kurang mencukupi, sampai kelainan genetik.

Apa risiko dari detak jantung janin yang tidak terdengar?

penyebab janin tidak terlihat saat di usg

Berdasarkan penelitian dari Journal of Ultrasound in Medicine, detak jantung janin yang lemah bisa menjadi salah satu tanda bahwa kehamilan mengalami gangguan.

Penelitian ini menemukan bahwa janin yang detak jantungnya yang kurang dari 100 detakan per menit pada minggu ke 6 kehamilan berisiko mati dalam kandungan.

Kematian janin di dalam kandungan yang terjadi pada trimester pertama atau bahkan minggu-minggu awal kehamilan, biasanya disebabkan oleh kelainan genetik pada janin dan membuatnya tak dapat bertahan.

Apabila janin memiliki detak jantung yang kurang dari 100 detakan per menit, kehamilan perlu mendapat pengawasan dokter dan harus melakukan pemeriksaan secara rutin.

Meski begitu, tidak semua kasus detak jantung lemah pada janin akan berakhir pada keguguran.

Dalam beberapa kasus, detak jantung janin yang lemah akan kembali normal seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya.

Oleh karena itu, Anda harus menjaga kehamilan Anda dengan baik, hindari stres dan sering memeriksakan diri ke dokter.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Tests During Pregnancy. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/common-tests-during-pregnancy

Weerakkody, Y. (2020). Fetal bradycardia | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org. Retrieved 11 December 2020, from https://radiopaedia.org/articles/fetal-bradycardia#:~:text=Fetal%20bradycardia%20refers%20to%20an,bpm)%20is%20generally%20considered%20bradycardic.

Copel, J., & Nayeri, U. (2019). Fetal bradycardia – Cancer Therapy Advisor. Retrieved 11 December 2020, from https://www.cancertherapyadvisor.com/home/decision-support-in-medicine/obstetrics-and-gynecology/fetal-bradycardia/

Ultrasound: Sonogram – American Pregnancy Association. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/ultrasound-720/

Doubilet, P., & Benson, C. (1995). Embryonic heart rate in the early first trimester: what rate is normal?. Journal Of Ultrasound In Medicine14(6), 431-434. doi: 10.7863/jum.1995.14.6.431

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 28/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x