Redakan Nyeri Saat Persalinan Dengan Kompres Hangat, Begini Caranya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 April 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Proses persalinan normal memang cukup melelahkan. Otot-otot bisa menegang dan sakit saat melahirkan. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat melahirkan adalah dengan kompres air hangat.

Tips aman menggunakan kompres hangat saat melahirkan

Air hangat dipercaya dapat membantu Anda lebih rileks, mulai dari meregangkan otot hingga membantu ibu hamil ketika persalinan. Oleh karena itu, banyak dari ibu hamil yang menggunakan kompres hangat, agar mengurangi rasa nyeri saat melahirkan.

Supaya dapat memaksimalkan manfaat tersebut, tentu diperlukan beberapa tips untuk menggunakannya. Mulai dari mengetahui bagian tubuh mana saja yang bisa dikompres hingga bagaimana cara memakainya.

1. Ketahui bagian tubuh yang harus dikompres

Sebenarnya, kompres hangat bisa digunakan di bagian tubuh mana saja. Nah, di bawah ini beberapa bagian tubuh yang sering dikompres pada saat proses persalinan.

a. Punggung

Kompres hangat bisa digunakan di punggung pada saat melahirkan. Terutama untuk para ibu hamil yang merasakan nyeri punggung ketika proses persalinan berlangsung. Oleh karena itu, rasa panas yang berasal dari bantalan tersebut pun bisa mengurangi rasa sakit pada punggung.

b. Tulang kemaluan (os pubis)

Pada saat proses persalinan berlangsung, biasanya Anda akan merasakan begitu banyak tekanan pada tulang kemaluan Anda. Hal ini sangat sering terjadi, khususnya bagi Anda yang menderita SPD (Simfisis Pubis Disfungsi) ketika hamil. Nah, kompres hangat bisa menjadi penyelamat Anda saat melahirkan, karena mampu meningkatkan mobilitas dan untuk membuat otot Anda menjadi lebih rileks.

c. Leher

Selain tulang kemaluan dan punggung, bagian leher juga sering dikompres oleh bantalan hangat untuk meredakan nyeri ketika melahirkan. Rasa pegal dan linu pada leher ketika proses persalinan pun dapat dikurangi oleh bantalan yang berisi air hangat.

2. Mengecek panas dengan tangan

Jangan lupa untuk selalu memeriksa rasa panas pada kompres ketika melahirkan. Apabila terlalu panas, terkadang Anda harus menyelimutinya dengan sebuah handuk agar bisa dipegang ketika proses persalinan berlangsung.

Jika Anda atau rumah sakit tidak menyediakan kompres hangat, berikut beberapa alternatif agar Anda bisa tetap hangat.

  • Selimut hangat
  • Sarung tangan berbahan lateks berisi air hangat
  • Bak mandi berisi air hangat

3. Letakkan kompres tepat sebelum mengejan

Tepat sebelum mengejan bayi Anda keluar, mintalah suster atau dokter untuk meletakkan kompres hangat pada perineum. Hal ini dilakukan agar mengurangi rasa nyeri pada organ tersebut dan meregangkannya untuk persiapan proses persalinan.

Apabila terjadi situasi di bawah ini, hindari penggunaan kompres hangat ketika melahirkan.

Jika Anda mengalami situasi mati rasa pada kulit ketika kondisi epidural berlangsung, upayakan untuk tidak menggunakan kompres hangat ataupun dingin ketika melahirkan. Hal tersebut bisa memunculkan rasa terbakar pada diri Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk Anda menghindari pemakaian objek yang memiliki panas ketika epidural. Selain itu, pemakaian kompres hangat ketika melahirkan juga tidak direkomendasikan jika Anda mengalami demam tinggi.

Setelah Anda mengetahui tips aman menggunakan kompres hangat ketika melahirkan, tentu saja terdapat beberapa alternatif lain untuk mengurangi rasa nyeri ketika proses persalinan berlangsung. Anda pun dapat mengganti bantalan yang berisi air hangat tersebut dengan air dingin. Akan tetapi, untuk lebih amannya, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter kandungan Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Kompres Dingin yang Benar Supaya Cedera Cepat Sembuh

Kompres dingin sering digunakan untuk meredakan bengkak, memar atau cedera yang dialami. Tapi bagaimana cara mengompres yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/03/2018 . Waktu baca 3 menit

6 Obat Alami Sakit Bahu yang Mungkin Sudah Ada di Rumah Anda

Mengatasi sakit bahu sangat penting agar tidak semakin parah. Tidak perlu repot, enam obat alami ini mungkin sudah Anda miliki di rumah. Yuk, intip dapur!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/01/2018 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Cepat Mengobati Memar yang Terasa Nyeri

Memar di kulit terasa nyeri dan mengganggu penampilan? Tenang saja, Anda bisa mencoba berbagai cara cepat mengobati memar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/10/2017 . Waktu baca 4 menit

4 Penyebab Mengapa Beberapa Orang Tertentu Lebih Tahan Sakit

Ada orang yang tahan sakit saat disuntik, tapi ada juga yang bisa histeris kesakitan. Kok bisa kita punya toleransi rasa sakit yang berbeda? Ini jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/04/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat minyak bunga kamboja

Manfaat Minyak Bunga Kamboja, Minyak Esensial dengan Wangi yang Menenangkan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi gejala endometriosis

4 Cara Alami Mengatasi Gejala Endometriosis di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2018 . Waktu baca 3 menit
sakit pinggang saat hamil pakai heating pad

Amankah Pakai Heating Pad untuk Redakan Sakit Pinggang Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/09/2018 . Waktu baca 3 menit
siku hiperekstensi

Siku Terasa Nyeri Parah? Waspada Cedera Siku Hiperekstensi!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2018 . Waktu baca 5 menit