Kapan Boleh Hamil Lagi Setelah Hamil di Luar Kandungan (Ektopik)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama masa kehamilan, tak jarang Anda menemui berbagai komplikasi. Mulai dari yang ringan sampai komplikasi berat. Nah, salah satu permasalahan dalam kehamilan yang tidak biasa, yakni hamil di luar kandungan. Bila Anda pernah mengalami masalah ini, mungkin akan muncul banyak pertanyaan dalam benak Anda: “Mungkinkah saya masih bisa hamil lagi? Kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi setelah hamil di luar kandungan?”. Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa yang terjadi pada tubuh setelah hamil di luar kandungan?

Kehamilan membutuhkan serangkaian proses panjang. Pada proses yang ideal, sel telur yang siap untuk dibuahi akan berjalan keluar dari tuba falopi menuju ke rahim. Namun, dalam kasus kehamilan di luar kandungan atau yang biasa disebut sebagai kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding rahim. Melainkan akan menempel pada rongga perut, tuba falopi, maupun leher rahim.

Padahal, sel telur yang telah dibuahi tidak mungkin menempel dengan baik bila tidak berada di dinding rahim. Dilansir dari Healthline, kehamilan di luar kandungan terjadi pada sekitar 1 dari 50 kehamilan hingga 20 dari 1.000 kehamilan.

Kehamilan di luar kandungan sering kali berujung pada abortus (keguguran). Sebab bila sel telur tumbuh di bagian selain rahim, janin tidak dapat berkembang dengan baik sehingga tak jarang menyebabkan kematian embrio ataupun janin. Bila kehamilan ini tidak ditangani dengan baik, Anda mungkin mengalami berbagai komplikasi dan masalah kesehatan.

Kapan waktu yang tepat jika ingin hamil lagi setelah hamil di luar kandungan?

Meski terlihat menakutkan, tapi ternyata masih ada kemungkinan untuk hamil lagi setelah hamil di luar kandungan sebelumnya. Yang Anda butuhkan adalah pemulihan diri dan kesiapan untuk mencoba hamil kembali.

Sebenarnya tidak ada bukti jelas yang menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa hamil lagi setelah hamil di luar kandungan. Statistik menunjukkan ada kemungkinan hamil kembali setelah hamil di luar kandungan, sebesar 65 persen jika Anda memberi jeda waktu 18 bulan pasca kehamilan ektopik.

Penelitian lain bahkan menunjukkan peningkatan presentase hingga 85 persen bila memberikan selang waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik.

Dilansir dari laman The Ectopic Pregnancy Trust, ahli medis menyarankan untuk menunggu selama 3 bulan atau sekitar dua kali siklus menstruasi. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan siklus menstruasi Anda kembali normal dulu sebelum memulai kehamilan berikutnya.

Pada kasus lainnya, jika Anda mendapatkan suntikan methotrexate, Anda harus menunggu hingga kadar hCG (hormon yang diproduksi pada masa kehamilan) turun hingga di bawah 5 mlU per mililiter saat tes darah. Pasalnya, methotrexate dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh yang sebenarnya berperan penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk minum suplemen asam folat selama 12 minggu sebelum mencoba hamil kembali.

Apa kemungkinan yang terjadi setelah hamil di luar kandungan?

Sebenarnya kondisi yang ditimbulkan setelah hamil di luar kandungan tergantung pada kondisi organ reproduksi Anda. Bila kedua tuba falopi, atau bahkan tersisa satu, masih dalam keadaan baik, maka sangat mungkin bagi sel telur untuk dibuahi secara normal.

Tindakan operasi pada daerah perut dapat menyebabkan luka pada saluran tuba falopi. Maka hal ini juga memungkinkan kehamilan ektopik terjadi lagi. Untuk itu, ada baiknya Anda bicarakan dengan dokter bila perlu untuk melakukan perawatan kesuburan.

Apakah kehamilan ektopik bisa dicegah?

Sebenarnya tidak ada cara yang bisa menjamin 100 persen Anda tidak akan hamil di luar kandungan. Untungnya, Anda bisa mengurangi risiko kehamilan ektopik dengan cara melakukan perawatan kesehatan reproduksi dengan baik. Misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, sebab hal ini bisa menyebabkan penyakit kelamin hingga peradangan pada saluran tuba falopi.

Jangan lupa juga untuk rutin mengonsultasikan kesehatan Anda dengan dokter, termasuk melakukan pemeriksaan ginekologi (saluran reproduksi pada wanita). Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, berhenti merokok, mengonsumsi makan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, serta mengelola stres.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Sakit Perut Bawah Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Sakit perut bagian bawah bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius, baik pada wanita maupun pria. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 15 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Kerap Dikira Sama, Ini Beda Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Sering dikira sama, hamil anggur beda dengan hamil di luar kandungan meski gejalanya mirip. Lantas apa perbedaan dari keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 September 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Segera Mendapatkan Transfusi Darah

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda perlu secepatnya mendapatkan transfusi darah saat hamil agar tidak berakibat fatal. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 April 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi Lewat USG

Selain untuk memeriksa kondisi kehamilan, pemeriksaan USG ternyata juga berfungsi untuk mendeteksi banyak masalah kesehatan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Albert Novianto
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 4 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri perut saat hamil

Kehamilan Ektopik, Ketika Janin Tumbuh di Luar Rahim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab janin tidak terlihat saat di usg

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit
menunda kehamilan susah punya anak

Benarkah Menunda Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah Punya Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit