home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 1 Minggu

Perkembangan Janin|Perubahan pada Tubuh|Kunjungan ke Dokter/Bidan|Kesehatan dan Keselamatan
Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 1 Minggu

Perkembangan Janin

Menghitung usia kehamilan dan janin di perkembangan janin 1 minggu kehamilan

Sebelum memahami perkembangan janin pada 1 minggu kehamilan, catat dulu bahwa usia janin dan usia kehamilan itu berbeda.

Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda. Nantinya hari perkiraan lahir (HPL) akan dihitung dari usia kehamilan Anda tersebut.

Jadi, meskipun pada HPHT Anda janin belum terbentuk karena pembuahan belum terjadi, minggu tersebut tetap dihitung sebagai usia perkembangan janin 1 minggu kehamilan. Sebab, pada saat itu tubuh sebenarnya sudah menyiapkan diri untuk hamil.

Lalu bagaimana dengan usia janin? Sulit untuk memastikan secara akurat berapa usia janin dalam kandungan dan kapan tepatnya pembuahan terjadi.

Dokter dan bidan hanya bisa mengira-ngira usia janin berdasarkan usia kehamilan Anda. Pemeriksaan USG pun hanya bisa membantu memperkirakan usia janin.

Akamn tetapi, tidak ada jaminan seratus persen bahwa perhitungannya tepat, termasuk perkembangan janin 1 minggu kehamilan.

Di perkembangan janin 1 minggu kehamilan, usia janin bisa jadi lebih kecil atau lebih besar dari usia kehamilan Anda.

Biasanya pembuahan memang terjadi pada hari ke 11 hingga 21 sejak HPHT Anda. Namun, sekali lagi hal ini tidak bisa dipastikan secara akurat.

Bagaimana perkembangan janin 1 minggu kehamilan saya?

Di usia 1 minggu kehamilan, janin sebetulnya belum terbentuk karena pembuahan mungkin belum terjadi.

Maka, tes kehamilan mandiri dengan test pack dan pemeriksaan di dokter kandungan pun tidak akan bisa mendeteksi janin dalam kandungan Anda.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya di usia 1 minggu kehamilan?

Pada usia 1 minggu kehamilan, tubuh Anda sedang mempersiapkan untuk ovulasi, yang biasanya terjadi di antara 12 hingga 14 hari setelah menstruasi.

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dewasa dari ovarium alias indung telur, terdorong ke tuba falopi, siap untuk dibuahi.

Apabila Anda merencanakan kehamilan, ini adalah waktu yang tepat untuk menandai kalender dan memprediksikan ovulasi.

Apa yang perlu saya perhatikan di usia 1 minggu kehamilan?

Pada perkembangan janin 1 minggu kehamilan ini, Anda tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.

Satu hal yang harus Anda pikirkan hanyalah menjalankan pola makan yang sehat dan meminum vitamin prenatal Anda. Penting untuk mendapat asupan vitamin yang cukup, khususnya asam folat.

Menurut Kids Health, Asam folat diperlukan untuk mengurangi risiko neural tube defects (cacat lahir yang disebabkan oleh perkembangan otak dan tulang belakang yang tidak sempurna), seperti spina bifida.

Dosis yang disarankan pada tahap ini adalah sekitar 400 mikrogram asam folat sehari. Dosis dapat lebih tinggi pada wanita yang memiliki riwayat spina bifida.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter untuk membantu perkembangan janin 1 minggu kehamilan?

Apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan resep dan nonresep yang digunakan.

Anda perlu berhati-hati dalam pengobatan karena banyak obat-obatan resep dan nonresep yang dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan janin 1 minggu kehamilan.

Namun demikian, jangan menghentikan obat-obatan resep tanpa berkonsultasi dengan dokter. Dokterlah yang diperbolehkan menimbang manfaat dan risiko dari menghentikan pengobatan.

Berikut berbagai hal yang perlu ditanyakan ke dokter di usia 1 minggu kehamilan:

  • Boleh atau tidak, jika saya meneruskan penggunaan obat-obatan resep dan nonresep saat sedang merencanakan kehamilan?
  • Apa yang harus dilakukan sebelum merencanakan kehamilan?
  • Adakah vaksinasi yang harus dilakukan sebelum merencanakan kehamilan?

Tes apa yang perlu saya ketahui di usia 1 minggu kehamilan?

Untuk mempersiapkan tubuh Anda dalam menyambut kehadiran bayi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap.

Dokter mungkin akan merujuk tes-tes ini untuk membantu memaksimalkan perkembangan janin 1 minggu kehamilan:

Pap smear

Pap smear adalah tes yang dapat membantu mendeteksi penyebab apapun yang dapat mempengaruhi kemungkinan Anda hamil

Tes genetik

Tes ini dapat mendeteksi penyakit genetik apa pun yang dapat diwariskan ke bayi Anda. Penyakit-penyakit tersebut termasuk anemia sel sabit, thalassemia, dan penyakit Tay-sachs.

Tes darah

Tes ini akan mendeteksi penyakit menular seksual apa pun atau imunitas pada rubella dan cacar air.

Ini akan menentukan apakah Anda perlu pengobatan atau imunisasi sebelum merencanakan kehamilan.

Tes-tes ini akan membantu dokter Anda memberikan panduan yang tepat untuk mempersiapkan tubuh Anda menyambut kehamilan dan perkembangan janin 1 minggu kehamilan yang sehat.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan perkembangan janin 1 minggu kehamilan?

Anda mungkin bertanya-tanya apa yang perlu Anda hindari untuk memastikan kehamilan yang sehat. Saat hamil, sistem imun Anda tidak sekuat saat Anda tidak hamil.

Anda menjadi lebih rentan terkena infeksi. Oleh karenanya, Anda bisa berdiskusi dengan dokter mengenai imunisasi yang aman untuk Anda. Berikut adalah vaksin-vaksin yang perlu Anda ketahui, melansir dari laman Parents.

1. Vaksin campak, gondok, dan rubella atau measles, mumps, and rubella (MMR)

Campak adalah infeksi virus. Beberapa tanda-tanda dan gejala termasuk demam ringan, batuk, hidung mengeluarkan ingus, dan diikuti dengan titik-titik ruam berwarna merah beberapa hari kemudian.

Gondok juga merupakan infeksi virus menular yang menyebabkan kelenjar ludah membengkak. Apabila Anda terinfeksi salah satu dari penyakit ini saat hamil, risiko keguguran cukup tinggi.

Virus rubella, yang disebut juga campak jerman, memberikan gejala-gejala mirip flu yang kemudian sering diikuti dengan ruam.

Hingga 85 persen bayi dari ibu yang terkena penyakit ini pada trimester pertama berakibat cacat lahir yang serius, seperti kehilangan pendengaran dan disabilitas intelektual.

Namun, vaksin ini tidak aman saat kehamilan untuk perkembangan janin termasuk di usia 1 minggu. Biasanya Anda harus menunggu 1 hingga 3 bulan setelah menerima vaksin MMR sebelum memulai kehamilan. Konsultasikan dengan dokter Anda.

2. Vaksin cacar

Cacar adalah penyakit virus yang sangat menular dan bisa menyebabkan demam dan ruam yang gatal serta tidak nyaman.

Sekitar 2 persen bayi dari ibu yang terkena cacar saat lima bulan pertama kehamilan akan memiliki cacat lahir, termasuk anggota gerak badan yang tidak terbentuk dan berfungsi dengan sempurna.

Wanita yang terkena cacar sekitar waktu melahirkan dapat menularkan infeksi yang mengancam jiwa ke bayinya.

Namun, vaksin ini tidak aman dilakukan saat sedang hamil. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum merencanakan kehamilan.

3. Suntikan flu

Centers of Disease Control and prevention (CDC) merekomendasikan untuk suntik flu pada masa kehamilan.

Suntik flu dibuat dari virus yang mati dan tidak akan membahayakan bayi Anda. Namun, Anda harus menghindari vaksin flu semprotan hidung yang disebut FluMist yang terbuat dari virus yang hidup.

Apabila Anda terkena flu tipe apapun saat sedang hamil, kemungkinan Anda lebih tinggi untuk berlanjut ke komplikasi serius.

Salah satu komplikasi serius adalah pneumonia yang berpotensi untuk mengancam jiwa dan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Anda juga berisiko terkena komplikasi terkait flu setelah melahirkan si kecil.

Vaksin flu biasanya aman dilakukan saat kehamilan. Ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa mendapatkan vaksin flu saat kehamilan memberikan perlindungan pada bayi Anda setelah kelahiran.

Bayi dapat menerima beberapa antibodi dari Anda pada saat kehamilan. Apabila Anda kebal terhadap flu, kemungkinan si kecil untuk terkena flu jadi lebih kecil.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Week 1 (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 12 February 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/week1.html

How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons | BabyCenter. (2020). Retrieved 12 February 2020, from https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size

What Vaccines Do You Need Before and During Pregnancy?. (2020). Retrieved 12 February 2020, from https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pregnancy-health/pregnancy-vaccines/

Addressing Concerns Pregnant Women Might Have about Influenza Vaccine Safety | CDC. (2020). Retrieved 13 February 2020, from https://www.cdc.gov/flu/professionals/vaccination/vaccination-possible-safety-signal.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 08/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x