backup og meta
Kategori

2

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Cara Berhubungan Intim yang Tepat agar Bisa Cepat Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG · Kebidanan dan Kandungan · Brawijaya Hospital Duren Tiga


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 05/10/2022

Cara Berhubungan Intim yang Tepat agar Bisa Cepat Hamil

Berhubungan intim dengan frekuensi yang cukup sering dianggap menjadi salah satu cara agar cepat hamil. Bahkan, ada pula yang melakukannya dengan cara tertentu agar bisa hamil anak perempuan ataupun hamil anak laki-laki. Namun sebenarnya, apakah perlu melakukan hubungan seks setiap hari? Seperti apa berhubungan intim agar bisa hamil?

Bisakah rutin berhubungan intim sebagai cara agar cepat hamil?

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Bukan menjadi hal yang aneh ketika Anda dan pasangan melakukan cara apa pun agar bisa cepat hamil.

Namun, jangan lupa apabila penyebab utama terjadi kehamilan adalah dengan melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi.

Hingga saat ini, belum ada metode termasuk sering berhubungan seksual yang terbukti secara pasti sebagai cara agar cepat hamil.

Maka dari itu, selain berkonsultasi ke dokter, Anda perlu melakukan perubahan mengenai frekuensi berhubungan intim.

Seperti yang sudah dipaparkan sedikit di atas, banyak pasangan yang meyakini kalau setiap hari berhubungan intim bisa menjadi cara agar cepat hamil.

Padahal, cara ini tidak secara langsung menambah peluang terjadinya kehamilan. Hal yang mungkin terjadi adalah Anda dan pasangan tidak menikmati hubungan seks yang dilakukan.

Lalu, apabila terus dipaksakan justru dapat berujung pada perasaan stres yang malah akan menurunkan kesuburan.

Tidak menutup kemungkinan, ketika Anda hanya satu kali berhubungan intim malah terjadi kehamilan.

Berapa kali berhubungan intim agar cepat hamil?

Apabila tidak perlu dilakukan setiap hari, lantas berapa kali berhubungan intim dilakukan sebagai cara agar bisa cepat hamil?

Anda dan pasangan bisa melakukannya 2 hingga 3 kali secara teratur pada masa subur atau mendekati ovulasi.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan dari Mayo Clinic, disebutkan bahwa sebaiknya melakukan seks pada masa subur atau mendekati waktu wanita berovulasi.

Oleh karena itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur yang tepat.

Anda juga dapat menyiasatinya dengan cara lebih sering hubungan seks mendekati masa subur atau saat ovulasi untuk bisa hamil.

Tidak perlu khawatir, Anda bisa mulai menghitung masa subur dengan bantuan kalkulator masa subur.

Selain itu, pastikan Anda dan pasangan melakukan hubungan intim sesuai dengan keinginan dan kesepakatan bersama.

Ini juga dilakukan agar tetap merasakan chemistry, bukan paksaan. Pemilihan waktu untuk berhubungan seks adalah fokus sebagian besar pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Mengapa tidak perlu dilakukan setiap hari? Hal ini juga bisa menyebabkan efek pada pria.

Ternyata, terlalu sering berhubungan intim ada kemungkinan dapat menurunkan kuantitas serta kualitas sperma.

Pria bisa mendapatkan sperma yang sehat saat memberikan jeda pada masa produksi sebelum kembali melakukan hubungan seks.

Selain rutin berhubungan intim, ini faktor lain sebagai cara agar cepat hamil

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Mengetahui berapa kali berhubungan intim agar bisa cepat hamil itu penting. Akan tetapi, jangan lupakan faktor-faktor lainnya yang seringkali dilupakan.

Hal ini bisa menurunkan atau malah meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Berikut faktor-faktor lainnya sebagai peluang kehamilan.

1. Tidak menggunakan pelumas

Walaupun wanita mempunyai cairan vagina, ada kalanya ia tetap membutuhkan pelumas atau lubrikan.

Fungsi pelumas adalah untuk mengurangi gesekan atau risiko luka ketika penis berpenetrasi ke dalam vagina sehingga lebih lancar.

Namun, Anda perlu berhati-hati karena penggunaan pelumas berisiko menurunkan peluang agar bisa hamil.

Salah satu studi yang dilakukan oleh American Society for Reproductive Medicine membuktikan hal ini.

Menurut studi tersebut, pelumas tertentu bisa menghentikan atau memperlambat laju sel sperma menuju sel telur dan merusak DNA sel sperma laki-laki.

2. Melakukan posisi seks tertentu

Sudahkah Anda mengetahui berapa kali berhubungan intim sebagai cara agar bisa cepat hamil? Anda dan pasangan juga bisa meningkatkan peluang dengan melakukan posisi bercinta tertentu untuk program hamil.

Melakukan posisi seks tertentu diharapkan memudahkan sperma untuk menuju sel telur. Beberapa posisi tersebut adalah doggy style, misionaris, hingga posisi wanita di atas.

Pada posisi misionaris, dipercaya sperma yang dikeluarkan akan menumpuk di sekitar mulut rahim untuk waktu yang cukup.

3. Tidak masalah apakah Anda sudah ejakulasi atau belum

Ada mitos yang mengatakan bahwa seorang wanita tidak akan bisa hamil jika pasangannya mencabut penis sebelum berejakulasi.

Kenyataannya, mencabut penis tidak akan menghilangkan terjadinya kehamilan pada wanita.

Sebelum pria berejakulasi, terdapat sperma pada cairan praejakulasi yang keluar ketika ia merasa terangsang.

Kapan harus cek ke dokter?

Jika Anda dan pasangan ingin agar bisa cepat hamil, salah satu cara yang perlu dilakukan yakni berhubungan intim dengan teratur.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah memerhatikan berapa kali berhubungan intim sebagai cara agar bisa cepat hamil.

Tidak perlu melakukannya setiap hari karena efeknya akan berbeda-beda setiap orang.

Apabila dalam jangka waktu satu tahun sudah rutin melakukan hubungan intim pada masa subur tetapi belum membuahkan hasil, tidak ada salahnya untuk menemui dokter.

Bukan menjadi garansi bahwa berhubungan intim di hari ovulasi akan langsung mengalami kehamilan.

Dalam hal ini, Anda dapat memutuskan untuk mencari bantuan medis demi menentukan apa penyebab infertilitas.

Bahkan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum satu tahun apabila wanita berada di usia 30 tahun ke atas.

Melakukan konsultasi dengan dokter bermanfaat untuk mencari tahu apakah ada masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Setelah melakukan tes kesuburan, dokter akan menyarankan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Amanda Rumondang Sp.OG

Kebidanan dan Kandungan · Brawijaya Hospital Duren Tiga


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 05/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan