Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Makan Sehat untuk Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum (Morning Sickness Parah)

Panduan Makan Sehat untuk Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum (Morning Sickness Parah)

Mual dan muntah atau morning sickness merupakan masalah yang umum dihadapi oleh kebanyakan ibu hamil. Namun jika frekuensi dan jumlah cairan muntahnya berlebihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, ini mungkin tandanya Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum dapat mengganggu kesehatan kehamilan Anda, karena gejalanya dapat membuat Anda tidak nafsu makan sehingga nutrisi dan cairan yang diperoleh tubuh berkurang. Tenang, panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum di bawah ini dapat membantu Anda.

Panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum (HG) saat kehamilan sebenarnya tidak membahayakan bayi Anda. Namun jika dibiarkan terus, ada risiko bayi Anda lahir dengan berat badan rendah karena gizinya tak tercukupi selama dalam kandungan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa contek panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum di bawah ini, yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Makanan untuk sarapan

Mual biasanya terjadi pada pagi hari sesaat setelah Anda bangun tidur. Sebaiknya, setelah Anda bangun tidur, baringkan tubuh Anda sebentar sekitar 5-10 menit, dan bangun dari tempat tidur dengan perlahan.

Setelah itu, Anda bisa sarapan dengan beberapa keping biskuit dan teh hangat. Pilih biskuit yang asin atau yang rendah lemak. Makanan manis dan tinggi lemak dapat memicu Anda merasa mual. Lagipula, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang cukup sulit untuk dicerna tubuh, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak (seperti makanan yang digoreng) saat mual.

Jika masih lapar, Anda bisa makan roti tawar, muffin keju, bagel, roti pita, kentang tumbuk, atau sup kaldu ayam dengan sayuran sebagai sarapan Anda. Atau, Anda juga bisa mengonsumsi makanan tersebut di waktu makan lainnya (makan siang atau malam) saat Anda merasa mual.

Makanan yang harus dihindari saat mual dan muntah

Beberapa makanan berikut ini sebaiknya Anda hindari saat merasa mual dan ingin muntah.

  • Makanan apapun yang digoreng
  • Krim keju
  • Mentega dan margarin
  • Mayones
  • Keripik kentang dan keripik jagung
  • Sosis atau daging olahan lainnya
  • Kacang-kacangan
  • Susu cokelat
  • Es krim

Tambahkan makanan ini sebagai tambahan asupan protein dan kalori

Setelah kondisi Anda sudah baikan (frekuensi mual dan muntah sudah berkurang), sebaiknya Anda makan lebih sering dari biasanya. Anda mungkin butuh mengonsumsi makanan di bawah ini agar Anda tidak kekurangan protein dan kalori.

  • Ayam panggang atau rebus (tanpa kulit)
  • Ikan panggang atau rebus
  • Daging tanpa lemak
  • Telur
  • Keju rendah lemak
  • Sup
  • Yogurt

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan

  • Sebaiknya makan dalam porsi kecil tapi sering. Anda mungkin butuh 5-6 kali makan per hari, di bagi menjadi 3 kali waktu makan utama dan 3 kali waktu makan selingan (di antara waktu makan utama)
  • Makan secara perlahan. Pastikan makanan sudah benar-benar halus dalam mulut, sehingga Anda mudah menelannya.
  • Jangan lupa untuk minum lebih banyak air. Sering muntah membuat kemungkinan Anda mengalami dehidrasi lebih besar. Sehingga, Anda butuh asupan cairan lebih banyak untuk mencegah hal ini.
  • Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda waktu setidaknya 2 jam setelah makan jika Anda ingin tidur atau sekadar berbaring
  • Segera konsultasikan kepada dokter ahli apabila mual muntah yang Anda rasakan membuat Anda tidak mau makan dan minum hingga mengganggu aktivitas

Yang harus dilakukan saat muntah

Setelah muntah, sebaiknya hindari untuk makan atau minum apapun sampai Anda merasa baikan. Setelah Anda sudah mampu mengontrol muntah Anda, Anda bisa minum air putih sedikit demi sedikit terlebih dulu. Minum air putih secara bertahap, mulai dari 1-2 sendok setiap 10 menit, dan kemudian ditingkatkan jumlahnya setiap 10 menit berikutnya.

Beberapa jam setelah Anda muntah, mungkin Anda sudah bisa makan sedikit demi sedikit. Namun, hindarilah makanan berlemak tinggi. Makanan ini bisa memicu mual sehingga Anda merasa ingin muntah lagi. Selain itu, hindari juga makanan yang panas dan pedas. Makanan panas dan pedas umumnya mempunyai aroma yang kuat, sehingga bisa memicu ibu hamil merasa mual. Sebaiknya pilih makanan yang dingin, seperti salad buah, salad sayur, atau sandwich.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Indiana University Health. (2012). Guidelines for Hyperemesis Gravidarum (Vomiting in Pregnancy). [online] Available at: https://iuhealth.org/images/bal-doc-upl/Guidelines_for_hyperemesis_gravidarum.pdf [Accessed 20 Sep. 2017].

Hyperemesis Diet (Dry Diet). [online] Available at: https://patienteducation.osumc.edu/Documents/hyperemesis.pdf [Accessed 20 Sep. 2017].

MacGibbon, K. Hyperemesis Gravidarum Survival Guide. [online] Available at: http://www.helpher.org/downloads/survival-guide.pdf [Accessed 20 Sep. 2017].


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x