Panduan Makan Sehat untuk Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum (Morning Sickness Parah)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mual dan muntah atau morning sickness merupakan masalah yang umum dihadapi oleh kebanyakan ibu hamil. Namun jika frekuensi dan jumlah cairan muntahnya berlebihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, ini mungkin tandanya Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum dapat mengganggu kesehatan kehamilan Anda, karena gejalanya dapat membuat Anda tidak nafsu makan sehingga nutrisi dan cairan yang diperoleh tubuh berkurang. Tenang, panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum di bawah ini dapat membantu Anda.

Panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum (HG) saat kehamilan sebenarnya tidak membahayakan bayi Anda. Namun jika dibiarkan terus, ada risiko bayi Anda lahir dengan berat badan rendah karena gizinya tak tercukupi selama dalam kandungan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa contek panduan menu makanan untuk hiperemesis gravidarum di bawah ini, yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Makanan untuk sarapan

Mual biasanya terjadi pada pagi hari sesaat setelah Anda bangun tidur. Sebaiknya, setelah Anda bangun tidur, baringkan tubuh Anda sebentar sekitar 5-10 menit, dan bangun dari tempat tidur dengan perlahan.

Setelah itu, Anda bisa sarapan dengan beberapa keping biskuit dan teh hangat. Pilih biskuit yang asin atau yang rendah lemak. Makanan manis dan tinggi lemak dapat memicu Anda merasa mual. Lagipula, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang cukup sulit untuk dicerna tubuh, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak (seperti makanan yang digoreng) saat mual.

Jika masih lapar, Anda bisa makan roti tawar, muffin keju, bagel, roti pita, kentang tumbuk, atau sup kaldu ayam dengan sayuran sebagai sarapan Anda. Atau, Anda juga bisa mengonsumsi makanan tersebut di waktu makan lainnya (makan siang atau malam) saat Anda merasa mual.

Makanan yang harus dihindari saat mual dan muntah

Beberapa makanan berikut ini sebaiknya Anda hindari saat merasa mual dan ingin muntah.

  • Makanan apapun yang digoreng
  • Krim keju
  • Mentega dan margarin
  • Mayones
  • Keripik kentang dan keripik jagung
  • Sosis atau daging olahan lainnya
  • Kacang-kacangan
  • Susu cokelat
  • Es krim

Tambahkan makanan ini sebagai tambahan asupan protein dan kalori

Setelah kondisi Anda sudah baikan (frekuensi mual dan muntah sudah berkurang), sebaiknya Anda makan lebih sering dari biasanya. Anda mungkin butuh mengonsumsi makanan di bawah ini agar Anda tidak kekurangan protein dan kalori.

  • Ayam panggang atau rebus (tanpa kulit)
  • Ikan panggang atau rebus
  • Daging tanpa lemak
  • Telur
  • Keju rendah lemak
  • Sup
  • Yogurt

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan

  • Sebaiknya makan dalam porsi kecil tapi sering. Anda mungkin butuh 5-6 kali makan per hari, di bagi menjadi 3 kali waktu makan utama dan 3 kali waktu makan selingan (di antara waktu makan utama)
  • Makan secara perlahan. Pastikan makanan sudah benar-benar halus dalam mulut, sehingga Anda mudah menelannya.
  • Jangan lupa untuk minum lebih banyak air. Sering muntah membuat kemungkinan Anda mengalami dehidrasi lebih besar. Sehingga, Anda butuh asupan cairan lebih banyak untuk mencegah hal ini.
  • Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda waktu setidaknya 2 jam setelah makan jika Anda ingin tidur atau sekadar berbaring
  • Segera konsultasikan kepada dokter ahli apabila mual muntah yang Anda rasakan membuat Anda tidak mau makan dan minum hingga mengganggu aktivitas

Yang harus dilakukan saat muntah

Setelah muntah, sebaiknya hindari untuk makan atau minum apapun sampai Anda merasa baikan. Setelah Anda sudah mampu mengontrol muntah Anda, Anda bisa minum air putih sedikit demi sedikit terlebih dulu. Minum air putih secara bertahap, mulai dari 1-2 sendok setiap 10 menit, dan kemudian ditingkatkan jumlahnya setiap 10 menit berikutnya.

Beberapa jam setelah Anda muntah, mungkin Anda sudah bisa makan sedikit demi sedikit. Namun, hindarilah makanan berlemak tinggi. Makanan ini bisa memicu mual sehingga Anda merasa ingin muntah lagi. Selain itu, hindari juga makanan yang panas dan pedas. Makanan panas dan pedas umumnya mempunyai aroma yang kuat, sehingga bisa memicu ibu hamil merasa mual. Sebaiknya pilih makanan yang dingin, seperti salad buah, salad sayur, atau sandwich.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Pinggang Saat Hamil, Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Sekitar 50-80 persen wanita mengalami sakit pinggang saat hamil. Simak penyebab sampai cara mengatasi dan mencegah nyeri pinggang saat hamil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Masalah yang Sering Terjadi Saat Sedang Hamil Muda

Hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana awal terbentuknya janin. Di masa ini, biasanya ibu hamil sering mengalami gangguan fisik. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Wanita Mudah Pingsan Saat Hamil?

Pingsan saat hamil terjadi pada sebagian wanita. Berikut beberapa penyebab dan cara tepat yang perlu dilakukan saat Anda mengalaminya.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Meski bukan penyakit berbahaya, diare pada ibu hamil tak boleh disepelekan lho, Bu! Yuk, cari tahu informasi lengkapnya dalam artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
plasenta previa adalah

Plasenta Previa: Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
aborsi

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
morning sickness emesis gravidarum

Morning Sickness: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit