Hamil di Usia 40 Tahun Penuh Risiko, Begini Cara Menjaga Kehamilan Supaya Tetap Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bukan hal tidak mungkin jika wanita bisa hamil di usia 40 tahun ke atas. Akan tetapi, peluangnya bisa jadi lebih sulit dan penuh risiko dibandingkan wanita yang hamil di usia muda. Itulah kenapa, Anda wajib menjaga kehamilan dengan lebih ekstra supaya nantinya si calon buah hati dapat terlahir sehat dan sempurna.

Nah, saya memiliki beberapa tips penting yang wajib Anda lakukan supaya proses kehamilan hingga persalinan nanti berjalan dengan lancar. Yuk, baca terus ulasan berikut ini.

Hati-hati risiko komplikasi saat hamil di usia 40 tahun

Hamil di usia tua memang bukan hal yang mudah. Meskipun peluang masih ada, hamil di usia 40 ke atas lebih berisiko terkena komplikasi kehamilan.

Salah satu risiko terbesar yang mungkin terjadi saat hamil di usia 40 tahun adalah rentan mengalami keguguran. Bahkan, risiko kegugurannya bisa mencapai 70 persen, lho.

Belum berhenti sampai disitu, wanita yang hamil di usia 40 tahun juga berisiko mengalami persalinan prematur. Begitu juga sebaliknya, si calon bayi justru mungkin saja tak kunjung lahir karena kontraksinya berjalan lebih lambat.

Bukan hanya berdampak pada kesehatan ibu saja, calon buah hati Anda juga bisa terkena dampaknya, lho. Jika Anda tidak menjaga kehamilan dengan baik, risiko kematian bayi mendadak dalam kandungan (stillbirth) juga akan meningkat. Yang paling ditakutkan, bayi akan terlahir dalam bentuk yang tidak sempurna, baik secara fisik maupun perkembangan kromosomnya.

Contoh gangguan kromosom yang paling banyak terjadi adalah Down Syndrome. Ya, hal ini cukup sering dialami oleh wanita yang hamil di usia 40 tahun ke atas.

Panduan menjaga kehamilan di usia 40 tahun

Meski tidak mudah, namun bukan berarti Anda tidak bisa melahirkan bayi yang sehat dan sempurna di usia 40 tahun, lho. Yang terpenting, Anda harus benar-benar menjaga kehamilan dengan sebaik mungkin supaya kesehatan ibu dan bayi tetap optimal sampai persalinan tiba.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko kehamilan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kehamilan di usia yang tidak lagi muda, yaitu:

1. Periksa kehamilan rutin

hamil dengan endometriosis

Idealnya, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan setelah terjadinya kehamilan, tapi justru harus dilakukan sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengatisipasi perkembangan penyakit bawaan ibu yang dapat membahayakan janinnya.

Misalnya bila Anda punya diabetes, maka Anda wajib mengendalikan kadar gula darah supaya nantinya tidak menghambat kehamilan. Begitu juga bagi Anda yang punya berat badan berlebih, Anda dianjurkan untuk segera menurunkan berat badan guna menurunkan risiko komplikasi.

Selama hamil, pastikan Anda melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dokter kandungan. Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan USG untuk mengetahui masalah yang dapat muncul selama kehamilan.

Mungkin saja, dokter kandungan akan bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memantau kesehatan ibu hamil. Terlebih bagi Anda yang punya penyakit bawaan seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, hipertensi, dan sebagainya. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan di antaranya skrining diabetes, pemeriksaan fungsi ginjal, hati, hingga jantung.

2. Jaga pola makan

manfaat vitamin b kompleks untuk ibu hamil

Saya rasa tidak ada makanan khusus yang harus dikonsumsi ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tetap sehat. Yang terpenting, pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung zat gizi lengkap, terutama makanan yang menjadi sumber protein dan berserat tinggi.

Sebisa mungkin, jangan asal menuruti ngidam makanan yang umum terjadi saat hamil. Terlebih jika makanan yang Anda inginkan mengandung gula dan lemak tinggi seperti susu hamil, es krim, atau cokelat.

Alih-alih bikin tubuh jadi sehat, minum susu hamil atau makan makanan manis tersebut justru dapat meningkatkan risiko prediabetes atau bahkan diabetes. Sama halnya dengan makanan tinggi lemak yang bisa membuat berat badan Anda naik drastis.

3. Istirahat yang cukup

posisi tidur ibu hamil

Banyak orang yang bilang bahwa bedrest saat hamil itu penting supaya ibu tidak kecapekan. Padahal, anggapan ini salah, lho.

Perlu ditekankan bahwa ibu hamil adalah orang yang sehat, bukan orang yang sakit. Itulah sebabnya, ibu hamil tidak dianjurkan untuk bedrest tanpa alasan medis tertentu.

Berapa pun usia ibu hamil, entah itu di bawah atau di atas 35 tahun, tetap dianjurkan untuk beraktivitas normal seperti biasa. Justru kalau tidak beraktivitas, tubuh ibu hamil jadi mudah lemas dan memicu berbagai penyakit yang dapat membahayakan kehamilannya.

Ibu hamil yang malas gerak justru akan rentan terkena obesitas dan darah tinggi (hipertensi). Yang terpenting, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup supaya tubuh tetap sehat.

4. Minum suplemen asam folat

multivitamin saat hamil cegah autisme

Selain mengatur pola makan, ibu hamil juga dianjurkan untuk minum suplemen asam folat. Asam folat, atau vitamin B9, adalah salah satu nutrisi penting yang dapat membantu pertumbuhan janin dan melindungi dari risiko cacat lahir pada bayi.

Terlebih bagi Anda yang memutuskan untuk hamil di usia 40 tahun, asam folat dosis rendah tentu tidak akan cukup untuk melindungi tubuh ibu dan bayi selama kehamilan. Lagi-lagi, ini karena Anda berisiko tinggi mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan ibu hamil yang usianya lebih muda.

Asam folat dosis tinggi dianjurkan untuk dikonsumsi sejak 3 bulan sebelum kehamilan atau saat mulai merencanakan kehamilan. Nah, kebutuhan asam folat ini bisa Anda dapatkan lewat suplemen asam folat.

5. Olahraga rutin

manfaat prenatal yoga hamil

Ibu hamil boleh saja melakukan olahraga secara rutin, justru sangat dianjurkan. Akan tetapi, perhatikan lagi jenis olahraganya, ya.

Kalau Anda sudah terbiasa rutin olahraga sejak sebelum hamil, Anda boleh meneruskan olahraga tersebut apa pun itu. Namun kalau Anda belum terbiasa, pilihlah jenis olahraga intensitas ringan yang lebih aman untuk ibu hamil.

Sekarang ini sudah banyak pilihan olahraga untuk ibu hamil, mulai dari zumba, senam salsa, yoga, atau pilates. Tentunya, hindari olahraga angkat beban, treadmill, atau olahraga berat lainnya yang berisiko untuk kehamilan.

Usahakan untuk olahraga setidaknya 2 kali seminggu masing-masing selama 30 menit. Bila dirasa berat, Anda boleh juga membaginya menjadi 4 kali seminggu masing-masing 15 menit olahraga supaya lebih ringan.

6. Melakukan vaksin

imunisasi ibu hamil

Kondisi hamil membuat sistem kekebalan tubuh jadi menurun sehingga rentan terkena penyakit. Nah, disinilah pentingnya imunisasi saat hamil untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan bayi Anda kelak.

Begitu juga bagi Anda yang hamil di usia 40 tahun ke atas, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi. Ada 5 vaksin wajib yang idealnya dilakukan oleh semua ibu yang merencanakan kehamilan tanpa memandang faktor usia ibu. Vaksin tersebut di antaranya hepatitis B, tetanus/diphtheria/pertussis (Tdap), MMR, varisela, dan vaksin kanker serviks.

Selama Anda bisa menjaga kehamilan dengan baik, bukan hal yang tidak mungkin bagi Anda untuk bisa melahirkan dengan lancar. Bayi Anda pun juga akan terlahir dengan sehat dan selamat, sesuai dengan harapan Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Hamil anak kembar mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi ada pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
hamil anak kembar

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Meski bukan penyakit berbahaya, diare pada ibu hamil tak boleh disepelekan lho, Bu! Yuk, cari tahu informasi lengkapnya dalam artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Berbahayakah Bagi Janin Jika Perut Ibu Hamil Tertekan atau Terbentur?

Meski telah berhati-hati, bisa saja kecelakaan kecil terjadi saat hamil. Misalnya perut ibu hamil tertekan atau terbentur sesuatu. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jus untuk Ibu Hamil yang Menyehatkan Kehamilan dan Janin

Jika Anda bosan makan buah potong saat hamil, bagaimana jika dibuat jus buah? Apa saja jus untuk ibu hamil yang menyehatkan kehamilan dan janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ibu hamil makan daging kambing memiliki beragam pendapat di masyarakat. Namun, sebenarnya bolehkah ibu hamil makan daging jenis ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
janin berhenti bergerak

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
plasenta previa adalah

Plasenta Previa: Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit