3 Cara Menjaga Kehamilan yang Sehat Apabila Anda Gemuk

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan yang sehat merupakan dambaan semua ibu hamil. Namun untuk mendapatkannya, ada beberapa hal yang harus Anda capai. Salah satunya adalah berat badan selama kehamilan yang harus terjaga. Melihat ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang cukup banyak mungkin merupakan suatu hal yang memuaskan, namun tidak berarti sehat. Terlebih lagi jika ibu hamil sudah bertubuh gemuk atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan. Lalu, bagaimana cara memeroleh kehamilan sehat jika saya sudah mempunyai berat badan lebih?

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Kalau Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan?

Menjaga kehamilan sehat untuk ibu hamil bertubuh gemuk

Penting bagi Anda untuk mendapatkan kehamilan yang sehat meskipun Anda bertubuh gemuk. Berat badan Anda yang terlalu berlebihan dapat berdampak pada kesehatan kehamilan Anda dan juga bayi dalam kandungan. Berbagai risiko komplikasi bisa meningkat jika Anda kelebihan berat badan saat hamil, seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, dan preeklampsia.

Oleh karena itu, jika Anda overweight saat hamil, Anda perlu memerhatikan makanan yang Anda makan, aktivitas yang Anda lakukan, dan berapa banyak kenaikan berat badan yang Anda dapatkan selama kehamilan. Ketiga hal ini membantu Anda dalam mendapatkan kehamilan yang sehat dan untuk mencegah Anda dari komplikasi kehamilan.

1. Kontrol berat badan saat hamil

Jika sebelum hamil Anda sudah mengalami kelebihan berat badan, maka Anda hanya perlu menaikkan sedikit berat badan Anda selama kehamilan. Jadi, kenaikan berat badan yang harus Anda capai selama kehamilan disesuaikan dengan berat badan yang Anda punya sebelum hamil. Dengan begitu, Anda akan memiliki berat badan sehat selama kehamilan.

  • Jika Anda sudah kelebihan berat badan, Anda perlu menaikkan berat badan sebesar 7-11 kg selama kehamilan.
  • Jika Anda obesitas, Anda hanya perlu menaikkan berat badan sebesar 5-9 kg selama kehamilan.

Apakah boleh diet atau menurunkan berat badan saat hamil?

Dalam bebarapa kasus, menurunkan berat badan saat hamil justru dapat membahayakan janin Anda. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists pun, kehamilan bukanlah waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan, bahkan jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil. Jadi, jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil, solusi yang tepat adalah mengontrol kenaikan berat badan Anda saat hamil, bukan menurunkan berat badan Anda.

BACA JUGA: 5 Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil

2. Konsumsi makanan sehat

Hal paling baik bagi Anda dan bayi dalam kandungan adalah dengan mengonsumsi diet seimbang. Saat Anda overweight, Anda harus mengontrol asupan makan Anda untuk menjaga kenaikan berat badan Anda selama hamil. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah, yang membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mengubahnya menjadi gula. Misalnya, sayuran dan buah (terutama yang berwarna hijau tua, merah, dan orange), daging dan unggas, serta makanan yang mengandung lemak baik (seperti alpukat dan salmon). Juga, pilih makanan dengan kandungan tinggi serat sehingga Anda tidak mudah merasa lapar. Misalnya, buah-buahan, sayur, beras merah, roti gandum, dan biji-bijian. Makanan berserat juga dapat mencegah Anda dari sembelit dan kembung.

Anda harus pintar memilih-milih makanan dan membuat penggantinya. Misalnya, daripada mengonsumsi keripik kentang atau roti sebagai makanan selingan, Anda sebaiknya lebih memilih salad atau buah. Jika Anda sering merasa lapar, sebaiknya terapkan prinsip makan sedikit tapi sering. Jangan sekali-kali melewatkan jam makan Anda karena hal ini tidak akan membantu Anda dalam mengontrol berat badan. Juga, jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin prenatal yang dianjurkan dokter Anda.

3. Lakukan olahraga teratur

Melakukan olahraga teratur selama kehamilan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan sehat, juga untuk membantu tubuh mempersiapkan kelahiran, dan membantu Anda untuk mendapatkan tidur yang baik. Olahraga juga dapat membantu Anda dalam mengontrol berat badan selama kehamilan, terutama jika dilakukan bersama dengan diet gizi seimbang. Namun, tidak semua jenis olahraga dapat Anda lakukan, terutama jenis olahraga berat. Sebaiknya mulailah melakukan olahraga ringan sampai sedang, seperti jalan cepat, berenang, atau yoga. Konsultasikan dengan dokter Anda olahraga apa saja yang bisa Anda lakukan tergantung dari kondisi kehamilan Anda.

BACA JUGA: Ibu Hamil yang Rajin Berolahraga Melahirkan Bayi Cerdas

Selain melakukan olahraga setiap hari, Anda juga harus aktif secara fisik. Artinya, Anda harus mengurangi aktivitas sedenter Anda, seperti hanya duduk dan tiduran. Aktif secara fisik juga dapat membantu tubuh dalam membakar kalori ekstra. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan agar Anda lebih aktif adalah menggunakan tangga daripada lift, berjalan ke taman atau ke minimarket terdekat daripada menggunakan kendaraan, dan lain sebagainya.

Jangan lupa untuk minum air putih yang banyak untuk menjaga hidrasi tubuh Anda. Anda membutuhkan cairan yang lebih banyak saat Anda hamil. Namun, sebaiknya hindari minuman yang berasa, minuman ringan, atau jus karena ini dapat menambah kalori ekstra ke tubuh Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Jenis Beras, Mana yang Paling Sehat?

Kita mungkin setiap hari makan nasi putih, tapi ada berbagai jenis berasa lain yang tersedia. Kira-kira beras jenis apa yang lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Penyebab Berat Badan Anda Naik Setelah Diet

Jangan keburu girang setelah berat badan kembali ideal. Masih ada kemungkinan berat Anda mendadak naik lagi karena tiga penyebab berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit