Tips Mengendalikan Mood Swing Saat Hamil

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa suasana hati Anda berubah dengan drastis, dari perasaan senang lalu beberapa saat kemudian menangis tersedu-sedu? Anda tidak sendiri, karena mood swing adalah hal yang umum terjadi saat kehamilan, di mana suasana hati Anda dengan mudahnya naik dan turun.

Tingkat hormon pada ibu hamil bergejolak, disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam darah. Hal ini dapat mempengaruhi mood Anda, sehingga Anda mudah merasa sensitif.

Mungkin juga mood swing Anda disebabkan oleh perspektif bahwa kehamilan merupakan hal yang sangat baru dan penting dalam kehidupan Anda. Anda merasa sangat gembira karena akan segera memiliki bayi, tapi di satu sisi Anda menyadari apa yang akan Anda hadapi.

Beberapa kekhawatiran yang umum terjadi saat hamil yaitu:

  • Apakah Anda dapat menjadi orangtua yang baik atau tidak?
  • Bagaimana kehadiran bayi dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan suami?
  • Apakah anak Anda akan lahir dengan sehat?
  • Apakah finansial Anda akan mencukupi kebutuhan bayi?
  • Perubahan bentuk tubuh Anda, dan perilaku suami terhadap perubahan tubuh Anda akan seperti apa?

Selain itu, beberapa gangguan kesehatan dapat mempengaruhi mood Anda selama kehamilan, seperti:

  • Mulas
  • Merasa lelah
  • Perasaan mual (morning sickness)
  • Sering bolak-balik ke kamar kecil

Hal-hal tersebut dapat membuat emosi Anda berubah dengan drastis.

Kapan mood swing biasanya terjadi?

Mood swing biasanya terjadi saat 12 minggu pertama kehamilan. Anda akan merasa sulit untuk mengendalikan emosi selama trimester pertama. Anda akan merasa mudah marah atau menangis karena hal-hal kecil.

Namun, perlahan-lahan Anda akan kembali stabil, karena tubuh Anda beradaptasi terhadap perubahan hormon kehamilan dan Anda mulai terbiasa dengan kehamilan Anda.

Anda mungkin akan kembali mengalami perubahan emosi yang cepat pada minggu-minggu terakhir kehamilan atau sebelum persalinan.

Bagaimana cara mengendalikan mood swing saat hamil?

Walaupun perubahan mood disebabkan oleh hormon dan seringnya berada di luar kendali Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti berikut:

  • Cari bantuan. Sangat wajar jika Anda ingin melakukan semua persiapan sebelum bayi Anda lahir. Namun tidak semua hal, seperti menghias kamar bayi, membersihkan peralatan, atau berbelanja perlengkapan bayi harus dilakukan sendiri. Anda bisa meminta bantuan pasangan, keluarga atau teman Anda.
  • Banyak beristirahat. Tidur siang bila perlu. Jika Anda bekerja dan merasa lelah atau stres, pertimbangkan untuk mengambil cuti untuk libur. Anda mungkin bisa mengambil cuti hamil lebih awal agar bisa mempersiapkan diri Anda sebelum kelahiran bayi Anda.
  • Bersenang-senanglah. Tonton film yang membuat Anda senang, berbincang-bincang dengan teman, window shopping di mall. Lakukan apa saja yang dapat membuat Anda lupa terhadap kesibukan akibat kehamilan untuk beberapa saat. Manfaatkan beberapa waktu untuk memanjakan diri Anda.
  • Bicarakan dengan seseorang. Cara yang ampuh untuk mengusir perasaan galau adalah dengan membicarakannya dengan seseorang. Teman atau keluarga akan mendengarkan dengan simpati, atau bicarakan dengan dokter atau bidan Anda. Anda juga dapat bergabung dengan komunitas, di mana Anda dapat berbagi dengan calon ibu lainnya.
  • Olahraga. Olahraga dikenal sebagai mood booster yang ampuh. Jika Anda merasa jengkel atau cemas, cobalah berenang atau jalan-jalan sambil menghirup udara segar. Anda juga dapat mengikuti kelas seperti yoga untuk kehamilan, yang dapat menenangkan pikiran dan melatih tubuh Anda.
  • Habiskan waktu dengan pasangan. Pasangan Anda mungkin sering terkena imbas dari perubahan emosi Anda yang ekstrem. Tunjukkan rasa sayang pada pasangan dan berikan pengertian untuk tidak memasukkan ke hati jika mood swing Anda sedang kumat. Saat merasa lebih tenang, habiskan waktu Anda bersama suami. Hal ini dapat memperkuat ikatan Anda dengan pasangan sebelum kelahiran bayi Anda.
  • Berhentilah merasa bersalah. Kehamilan adalah suatu titik penting dalam kehidupan Anda. Sangat wajar jika kadang Anda merasa kewalahan, kesal dan gelisah, bahkan jika Anda telah lama menunggu kehadiran sang bayi. Jadi, berhentilah merasa bersalah akan mood swing yang Anda rasakan.

Jika Anda merasa apa yang Anda alami lebih dari sekadar mood swing biasa, bicarakan dengan dokter atau bidan dan ceritakan permasalahan Anda.

Sekitar 10% wanita hamil mengalami depresi saat kehamilan. Jika Anda sering merasa down secara konsisten, Anda mungkin masuk dalam kategori ini.

Mood swing yang intens dan sering terjadi dapat mengindikasikan kondisi gangguan bipolar atau manic depression. Mood swing ini biasanya berlangsung hanya sekali selama beberapa minggu atau bulan. Perasaan akan berubah dari perasaan gembira yang ekstrem (high) menjadi depresi yang intens (low).  Gangguan bipolar jarang terjadi untuk pertama kalinya saat kehamilan. Namun, wanita yang sudah memiliki kondisi ini sebelumnya kemungkinan akan mengalami kondisi bipolar yang lebih parah saat kehamilan.

Jika Anda merasa mood swing yang Anda alami lebih parah dari mood swing biasa, segera diskusikan dengan dokter atau bidan Anda. Mereka akan membantu memberikan penanganan yang Anda butuhkan.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

    Di trimester ketiga, janin masih banyak melakukan perkembangan sehingga asupan nutrisi perlu dipenuhi. Apa saja nutrisi trimester ketiga untuk ibu hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

    Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

    Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

    Baik karena Anda memiliki penyakit Celiac, atau hanya ingin mencoba diet baru, berikut ini 10 resep gluten free yang sehat dan mengenyangkan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Nutrisi, Hidup Sehat 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    5 Penyebab Bayi Kurus

    5 Hal Utama yang Jadi Penyebab Bayi Kurus

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    bersepeda saat hamil

    Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit