home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Usus Buntu Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Usus Buntu Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Apakah Anda sering mengalami rasa sakit secara tiba-tiba di perut bagian bawah saat kehamilan? Sebaiknya kondisi ini jangan diabaikan. Pasalnya ini bisa jadi pertanda radang usus buntu. Meskipun jarang, usus buntu saat hamil sangat mungkin terjadi. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Dan apakah kondisi Anda akan memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan? Baca terus untuk mengetahui jawabannya.

Apa itu usus buntu?

Penyakit usus buntu atau bahasa medisnya disebut appendicitis adalah peradangan yang terjadi bagian usus buntu. Usus buntu sendiri adalah bagian dari usus besar yang terletak di perut bagian kanan bawah. Itu sebabnya, apabila seseorang mengeluhkan rasa sakit di perut bagian kanan bawah, ini merupakan kecurigaan utama terhadap penyakit usus buntu.

Rasa sakit yang muncul akibat usus buntu bersifat hilang timbul. Namun umumnya akan terasa semakin parah dan intens. Tidak hanya itu, rasa sakit di bagian perut ini juga akan semakin memburuk ketika Anda mengambil nafas dalam-dalam, batuk, bersin, berjalan, atau gerakan yang menimbulkan penekanan pada perut kanan bawah.

Apa dampaknya bagi bayi dalam kandungan jika ibu punya usus buntu saat hamil?

Usus buntu saat hamil yang dibiarkan terus tanpa pengobatan dapat menyebabkan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Terlebih jika Anda sudah memasuki kehamilan tua, atau pada trimester ketiga. Pasalnya, usus buntu yang meradang lama kelamaan dapat merusak dinding usus yang bisa menyebabkan usus berlubang sehingga isi dalam usus yang berisi banyak kuman keluar ke dalam rongga perut.

Akibatnya akan terjadi peradangan di bagian dalam perut dan akhirnya kuman-kuman tadi masuk ke seluruh tubuh hingga menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya. Nah, jika keadaan ini terjadi, maka justru akan berbahaya baik untuk ibu maupun anak.

Bagaimana cara mengatasi usus buntu saat hamil?

Hal terpenting yang bisa dilakukan jika Anda mengalami gejala usus buntu, seperti sakit perut di bagian kanan bawah, adalah segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik jika usus buntu yang dialami ibu hamil masih tahap yang ringan. Namun, apabila sudah memasuki status akut, operasi akan menjadi satu-satunya jalan keluar. Jika Anda berada di trimester pertama atau kedua, dokter cukup melakukan operasi laparoskopi. Tapi jika Anda berada di trimester ketiga, Anda mungkin memerlukan operasi dengan sayatan yang lebih besar.

Tapi, apakah operasi usus buntu aman bagi janin?

Ya. Pasalnya jika dokter bedah sudah mengatakan harus dioperasi, maka operasi harus dijalankan. Perencanaan operasi usus buntu saat hamil akan turut melibatkan dokter kandungan Anda dan juga spesialis anestesi supaya rahim pasien tidak terjadi kontraksi saat operasi berlangsung, misalnya dengan pemberian obat.

Meskipun sekitar 80% wanita yang menjalani operasi usus buntu mengalami kontraksi prematur. Tapi, jangan khawatir. Kebanyakan wanita tidak mengalami persalinan prematur karena kontraksi ini. Mereka berhasil melanjutkan kehamilan mereka dan melahirkan bayi yang sehat. Jadi, operasi usus buntu selama kehamilan aman dilakukan, asalkan Anda tanggap dengan kondisi ini. Itu sebabnya, jika Anda mengeluhkan gejala usus buntu selama kehamilan segeralah berkonsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Metode kalkulasi

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Appendicitis During Pregnancy – https://www.verywell.com/appendicitis-during-pregnancy-2758583 diakses pada 4 Agustus 2017

Appendicitis in Pregnancy: Diagnosis, Management, and Complications –https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10535336 diakses pada 4 Agustus 2017

4 Ways to Recognize Appendicitis During Pregnancy – http://www.livestrong.com/article/11076-recognize-appendicitis-during-pregnancy/ diakses pada 4 Agustus 2017

Appendicitis During Pregnancy: Causes, Symtoms and Treatments You Should Be Aware Of – http://www.momjunction.com/articles/appendicitis-during-pregnancy-causes-symptoms-treatments_00105943/#gref diakses pada 4 Agustus 201

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 20/08/2017
x