Penyebab Sakit Perut Saat Hamil: Dari yang Ringan Sampai yang Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjadi ibu hamil memang tidak mudah. Banyak kondisi-kondisi yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman saat kehamilan. Salah satunya adalah sakit perut. Ini bukan sakit perut biasa, sakit perut yang dirasakan ibu hamil berbeda dengan sakit perut biasanya. Sakit perut saat hamil ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai hal. Tidak hanya karena ingin buang air besar, seperti pada orang kebanyakan.

Apakah sakit perut saat hamil normal terjadi?

Sakit perut saat hamil, termasuk nyeri dan kram perut, merupakan hal yang normal terjadi. Ini bisa menjadi bagian dari proses perubahan tubuh Anda saat hamil. Saat rahim Anda terus membesar untuk memberi ruang pada janin, ini dapat menempatkan tekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah. Sehingga, dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau sakit di sekitar perut. Tentu, ini bukan merupakan hal yang perlu Anda khawatirkan dan tidak akan membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda.

Namun di samping itu, ada juga beberapa hal penyebab sakit perut saat hamil yang perlu Anda khawatirkan. Karena, penyebab sakit perut Anda ini bisa jadi merupakan kondisi yang serius yang perlu penanganan dokter.

Penyebab ringan sakit perut saat hamil

1. Perut bergas

Gas yang menumpuk pada perut selama kehamilan dapat membuat Anda merasa tidak nyaman di bagian perut. Perut bergas biasanya disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron, yang dapat menyebabkan otot-otot pada saluran pencernaan beristirahat. Semakin banyak hormon ini dilepaskan oleh tubuh, maka saluran pencernaan Anda akan bekerja lebih lambat. Sehingga, waktu yang dihabiskan makanan dalam usus besar lebih lama dan menyebabkan perut bergas.

Selain itu, kehamilan yang semakin membesar juga dapat menyebabkan perut bergas. Mengapa? Karena rahim yang semakin besar dapat menempatkan tekanan tambahan pada organ yang membuat sistem pencernaan berjalan lebih lambat juga.

2. Sembelit

Masalah pencernaan ini juga bisa disebabkan karena perubahan hormon selama kehamilan. Selain itu, kurang minum, kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang aktif bergerak, dan efek samping dari pil zat besi atau pil penambah darah, juga dapat menyebabkan ibu hamil sembelit. Sembelit ini kemudian dapat menyebabkan ibu hamil merasa perutnya sakit atau kram.

3. Kontraksi Braxton-Hicks

Kontraksi ini umum dirasakan ibu hamil, tapi tenang karena kontraksi ini berbeda dengan kontraksi saat Anda ingin melahirkan. Kontraksi Braxton-Hicks terasa seperti pengetatan pada otot perut sehingga perut terasa lebih kencang atau keras. Sedangkan, kontraksi saat ingin melahirkan terasa lebih kuat dan lebih terasa menyakitkan, serta berlangsung lebih lama.

Saat Anda merasakan kontraksi Braxton-Hicks, cobalah untuk minum lebih banyak air. Cara ini mungkin dapat membantu menenangkan Anda.

4. Round ligament pain

Terdapat dua ligamen yang terbentang dari rahim ke selangkangan. Fungsi ligamen ini adalah untuk menopang rahim. Saat rahim membesar dan meregang, ligamen pun juga ikut meregang. Hal ini membuat Anda merasakan rasa sakit yang tajam di perut, panggul, atau selangkangan. Pergerakan tubuh Anda, seperti saat mengubah posisi tubuh, bersin, dan batuk dapat membuat Anda merasakan round ligament pain. Biasanya nyeri ini Anda rasakan pada trimester kedua.

Penyebab serius sakit perut saat hamil

1. Kehamilan ektopik

Merupakan sebuah kehamilan yang berkembang di luar rahim. Kehamilan ini tidak dapat berlanjut dan membutuhkan perawatan medis. Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, Anda mungkin mengalami rasa sakit di perut Anda. Anda juga bisa mengalami perdarahan yang berat antara minggu ke 6-10 kehamilan. Segera periksakan ke dokter jika mengalami hal ini karena kehamilan ektopik butuh penanganan cepat.

2. Keguguran

Keguguran biasanya terjadi karena bayi tidak berkembang dengan baik. Pada saat akan mengalami keguguran, biasanya Anda akan mengalami kram perut, perdarahan, dan rasa sakit di tengah perut bagian bawah di waktu tertentu pada 12 minggu pertama kehamilan. Beberapa tanda lain dari keguguran adalah nyeri punggung, kontraksi setiap 5-20 menit, dan perdarahan berat.

3. Plasenta abrupsi

Merupakan kondisi di mana plasenta memisahkan diri dari rahim sebelum bayi lahir. Nyeri perut dalam waktu sangat lama dan menyakitkan dapat menjadi gejala dari plasenta abrupsi. Beberapa gejala lain dari plasenta abrupsi, yaitu pecahnya cairan ketuban disertai dengan darah dan nyeri punggung.

4. Infeksi saluran kencing

Masalah ini dapat Anda alami saat kehamilan dan bisa menjadi penyebab mengapa Anda sakit perut saat hamil. Jika Anda mengalami sakit atau nyeri di perut di bagian bawah diikuti dengan sakit saat buang air kecil, bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kencin. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika mengalami hal ini, karena jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi.

5. Preeklampsia

Jika Anda mengalami sakit perut di bagian atas (di bawah tulang rusuk di sisi kanan), ini bisa saja menjadi tanda bahwa Anda mengalami preeklampsia. Tanda lain dari preeklampsia, yaitu mual, muntah, dan tekanan darah tinggi. Biasanya masalah ini terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit