Sakit Perut Saat Hamil: Dari yang Ringan Sampai yang Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ada kondisi-kondisi yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman saat kehamilan, salah satunya adalah sakit perut. Ibu hamil akan merasakan sakit yang tidak biasa dan berbeda dengan sakit perut biasa. Ada berbagai penyebab nyeri perut saat hamil yang perlu diketahui oleh Anda. Berikut penjelasan lengkapnya beserta cara mengatasi sakit perut saat hamil.

Apakah nyeri perut saat hamil normal terjadi?

nyeri perut saat hamil

Mengutip dari American Pregnancy, sakit perut saat hamil adalah hal yang normal terjadi. Kondisi ini termasuk ke dalam proses perubahan tubuh karena pertumbuhan janin di dalam rahim.

Saat rahim terus membesar untuk memberi ruang pada janin, ini dapat menempatkan tekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau sakit di sekitar perut.

Tentu, nyeri perut saat hamil bukan hal yang perlu dikhawatirkan dan tidak akan membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Ibu hamil sering merasakan sakit perut bagian atas, terutama ketika kandungan semakin membesar. Selain itu, kram perut juga menjadi keluhan ibu hamil yang paling sering dirasakan.

Namun pada kondisi tertentu, ada beberapa penyebab sakit perut saat hamil yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda masalah serius. 

Penyebab ringan nyeri perut saat hamil

nyeri perut saat hamil

Perut sakit saat hamil muda atau tua bisa disebabkan oleh kondisi ringan dan berat. Berikut beberapa penyebab nyeri perut ringan saat hamil:

1. Perut bergas

Gas yang menumpuk pada perut saat kehamilan dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut.

Perut bergas biasanya disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron, yang dapat menyebabkan otot-otot pada saluran pencernaan beristirahat.

Semakin banyak hormon ini dilepaskan oleh tubuh, maka saluran pencernaan akan bekerja lebih lambat. Ini membuat waktu yang dihabiskan makanan dalam usus besar lebih lama dan menyebabkan perut bergas.

Selain itu, kehamilan yang semakin membesar juga dapat menyebabkan perut bergas.

Mengapa? Ini karena rahim yang semakin besar dapat menempatkan tekanan tambahan pada organ yang membuat sistem pencernaan berjalan lebih lambat juga.

2. Sembelit

Nyeri perut saat hamil juga bisa disebabkan masalah pencernaan karena perubahan hormon selama kehamilan. Selain itu penyebab sembelit saat hamil yaitu:

  • Kurang minum
  • Kurang mengonsumsi makanan berserat
  • Kurang aktif bergerak
  • Efek samping dari pil zat besi atau pil penambah darah,

Kondisi di atas dapat menyebabkan ibu hamil sembelit. Sembelit ini kemudian dapat menyebabkan ibu hamil merasa perutnya sakit atau kram.

3. Kontraksi Braxton-Hicks

Ini adalah kontraksi palsu yang umum dirasakan ibu hamil, tapi tenang karena kontraksi ini berbeda dengan kontraksi saat Anda ingin melahirkan.

Kontraksi Braxton-Hicks terasa seperti pengetatan pada otot perut sehingga perut terasa lebih kencang atau keras. Sementara itu kontraksi saat ingin melahirkan terasa lebih kuat dan lebih terasa menyakitkan, serta berlangsung lebih lama.

Saat ibu hamil merasakan kontraksi Braxton-Hicks, cobalah untuk minum lebih banyak air. Cara ini mungkin dapat membantu menenangkan Anda.

4. Nyeri ligamen perut (round ligament pain) saat hamil

Ini adalah rasa nyeri terasa menusuk tajam pada bagian bawah perut sampai pangkal paha. Biasanya dirasakan hanya beberapa detik dan dialami ibu hamil di trimester dua kehamilan.

Terdapat dua ligamen yang terbentang dari rahim ke selangkangan. Fungsi ligamen ini adalah untuk menopang rahim. Saat rahim membesar dan meregang, ligamen pun juga ikut meregang.

Kondisi ini membuat ibu hamil merasakan rasa sakit yang tajam di perut, panggul, atau selangkangan. Gerakan tubuh ibu hamil, seperti saat mengubah posisi, bersin, dan batuk dapat membuat merasakan round ligament pain

Penyebab serius nyeri perut saat hamil

sakit perut saat hamil

Selain penyebab ringan, ada beberapa hal serius yang memicu sakit perut saat hamil. seperti:

1. Kehamilan ektopik

Ini adalah sebuah kehamilan yang berkembang di luar rahim dan tidak dapat berlanjut dan membutuhkan perawatan medis. 

Saat ibu hamil mengalami kehamilan ektopik, mungkin mengalami rasa sakit di perut yang tidak tertahankan. Anda juga bisa mengalami perdarahan yang berat antara minggu ke 6-10 kehamilan. 

Segera periksakan ke dokter jika mengalami hal ini karena kehamilan ektopik butuh penanganan cepat.

2. Keguguran

Keguguran biasa terjadi karena bayi tidak berkembang dengan baik. Pada saat akan mengalami keguguran, ibu hamil akan mengalami nyeri dan kram perut, perdarahan, dan rasa sakit di tengah perut bagian bawah di waktu tertentu.

Beberapa tanda lain dari keguguran adalah nyeri punggung, kontraksi setiap 5-20 menit, dan perdarahan berat. 

Mengutip dari NHS, keuguran bisa terjadi sebelum usia kehamilan 24 minggu. 

3. Solusio plasenta 

Ini adalah kondisi plasenta terlepas diri dari rahim sebelum bayi lahir. Nyeri perut dalam waktu sangat lama dan menyakitkan dapat menjadi gejala dari solusio plasenta atau plasenta abruptio

Beberapa gejala lain dari plasenta abrupsi, yaitu pecahnya cairan ketuban disertai dengan darah dan nyeri punggung.

4. Infeksi saluran kencing

Masalah ini dapat dialami saat kehamilan dan bisa menjadi penyebab mengapa sakit perut saat hamil.

Jika Anda mengalami sakit atau nyeri di perut di bagian bawah diikuti dengan sakit saat buang air kecil, bisa jadi mengalami infeksi saluran kencing pada ibu hamil

Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika mengalami hal ini, karena jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi.

5. Preeklampsia

Preeklampsia ditandai dengan nyeri perut saat hamil di bagian atas (di bawah tulang rusuk di sisi kanan).

Tanda lain dari, yaitu hipertensi dalam kehamilanmual, muntah, penglihatan kabur, bengkak pada kaki tangan dan wajah. Biasanya masalah ini terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.

6. Kelahiran prematur

Bila ibu hamil mengalami nyeri perut tidak biasa saat usia kehamilan di bawah 37 minggu, ini bisa menjadi tanda kelahiran bayi prematur.

Anda perlu segera ke rumah sakit bila merasakan sakit perut yang tidak tertahankan dan bertahan sangat lama.

powered by Typeform

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit