Apakah Penggunaan Parasetamol Saat Hamil Berbahaya bagi Bayi Laki-laki?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Penggunaan parasetamol pada kehamilan dapat membahayakan janin laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa penggunaan parasetamol selama 7 hari selama hamil dapat menurunkan kadar testosteron. Penelitian menggunakan jaringan testis janin yang ditransplantasikan pada tikus.

Kadar testosteron yang rendah pada kehamilan bayi laki-laki telah dikaitkan dengan berbagai kondisi, misalnya tidak turunnya testis, hingga kondisi yang lebih serius, seperti kemandulan dan kanker testis. Namun untungnya, mengonsumsi parasetamol sekali-sekali tidak akan mempengaruhi kadar testosteron. Hanya penggunaan terus menerus yang dapat memberikan dampak, bukan penggunaan sesekali yang tidak rutin.

Yang perlu diperhatikan adalah, percobaan dilakukan pada tikus, namun tidak diketahui apa efeknya pada manusia. Juga tidak diketahui apakah dampak dari penggunaan rutin tersebut dapat disembuhkan, dan dalam jangka waktu apa, serta apakah paparan parasetamol pada kehamilan dapat memberi dampak detrimental pada anak laki-laki. Parasetamol secara umum dipercaya aman untuk kehamilan, namun seperti obat-obatan lainnya, wanita hamil dianjurkan untuk hanya mengonsumsinya jika benar-benar diperlukan pada dosis efektif yang paling rendah dan paling sebentar.

Dari mana berita ini muncul?

Penelitian dilakukan oleh peneliti dari University of Edinburgh. Selain penelitian yang meliputi tikus dan bukan manusia, tidak ditemukan penurunan sementara pada kadar testosteron yang dapat menyebabkan bahaya permanen pada janin laki-laki. Efeknya hanya sementara dan dapat diperbaiki.

Jenis riset apakah ini?

Hal ini merupakan penelitian laboratorium yang menggunakan tikus sebagai contoh untuk melihat efek parasetamol pada perkembangan testikular. Testis menghasilkan hormon seksual testosteron.

Penelitian sebelumnya menemukan hubungan antara paparan hormon seksual yang rendah pada janin dan kelainan reproduksi, seperti testis yang tidak turun, atau sedikitnya jumlah sperma dan kanker testis pada masa awal dewasa.

Para peneliti berusaha untuk menginvestigasi apakah paparan parasetamol mengurangi kadar produksi testosteron. Karena tidak etis untuk meneliti hal ini pada wanita hamil, para ahli menggunakan tikus sebagai model.

Parasetamol adalah salah satu obat yang dipercaya aman digunakan pada kehamilan.

Apa saja yang termasuk dalam penelitian?

Para peneliti mentransplantasi sampel dari jaringan testis janin manusia kepada tikus. Pada rangkaian percobaan laboratorium, para peneliti memberikan dosis oral parasetamol yang berbeda dalam seminggu. Para ahli mengukur efek parasetamol pada kadar testosteron yang dihasilkan jaringan testikular.

Testis janin manusia diambil dari kehamilan yang berhenti pada trimester kedua. Sampel jaringan berukuran 1mm3 dari testis ditransplantasikan pada bawah kulit tikus sehingga para peneliti dapat melihat efek parasetamol pada pertumbuhan hewan yang serupa dengan manusia.

Testis pada tikus telah diangkat, sehingga produksi testosteron tidak mempengaruhi studi. Sistem imun juga telah dikurangi untuk mengurangi kemungkinan penolakan jaringan testikular.

Setelah seminggu, waktu yang cukup untuk jaringan testikular mendapat suplai darah, tikus disuntik dengan hormon human chorionic gonadotrophin (hCG), yang menstimulasi produksi testosteron dan biasanya terdapat di rahim. Kemudian, tikus diacak untuk diberi parasetamol oral atau placebo dengan kekuatan dan aturan yang berbeda.

Para peneliti mengukur kadar testosteron pada waktu yang berbeda pada penelitian. Mereka juga mengukur berat dari seminal vesicle, kelenjar yang menyimpan cairan yang mencampur sperma untuk membentuk cairan semen. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan pertumbuhan seminal vesicle sensitif terhadap hormon seksual.

Percobaan juga dilakukan pada tikus untuk mengukur efek parasetamol pada produksi testosteron.

Apa saja hasil dari penelitian?

Kadar testosteron berkurang setelah paparan parasetamol selama 7 hari. Dosis 20mg/kg 3 kali sehari selama 7 hari, sama dengan dosis normal dewasa, menghasilkan:

  • 45% pengurangan produksi testosteron dari jaringan testikular
  • 18% pengurangan berat seminal vesicle
  • Paparan 20mg/kg 3 kali dalam sehari telah diuji di bawah premis bahwa kebanyakan wanita hamil hanya akan menggunakan parasetamol untuk periode waktu yang singkat. Hal ini tidak mengurangi kadar testosteron atau menyebabkan perubahan pada berat seminal vesicle.
  • Dosis tinggi parasetamol 350mg/kg satu kali sehari tidak mempengaruhi kadar testosteron, namun menghasilkan penurunan berat seminal vesicle pada tikus percobaan sebanyak 27%.
  • Transplantasi bertahan 65% selama 2 minggu masa percobaan. Tidak ada perbedaan berat transplantasi di antara tikus yang terekspos pada parasetamol dan placebo. Tikus terlihat sehat dan tidak memiliki perubahan pada berat tubuh.

Apa artinya bagi kita?

Hasil utama dari penelitian ini adalah parasetamol oral mengurangi produksi testosteron jika diminum tiga kali sehari selama seminggu. Minum parasetamol sebanyak satu dosis saja tidak akan berpengaruh apa-apa pada produksi testosteron.

Namun, berhubung penelitian ini dilakukan pada tikus, tidak diketahui apakah hasilnya akan sama pada manusia. Peneliti juga tidak tahu apakah efek samping parasetamol ini permanen atau tidak, dan berapa lama jangka waktunya. Tak diketahui pula apakah minum parasetamol saat hamil akan mempengaruhi anak lelaki saat ia dewasa, misalnya gangguan pubertas, atau masalah kesuburan.

Saat ini, parasetamol masih dianggap aman bagi wanita hamil. Parasetamol adalah obat utama bagi ibu hamil yang butuh penghilang rasa sakit, dan merupakan alternatif bagi ibuprofen dan aspirin yang memiliki risiko tinggi untuk komplikasi jika dikonsumsi saat hamil.

Parasetamol juga dapat terbawa ke ASI, namun jumlahnya tidak berbahaya.

Seperti obat lainnya, wanita hamil sebaiknya meminumnya hanya jika benar-benar diperlukan, dengan dosis terendah yang masih efektif, dan di periode yang sesingkat mungkin. Jika Anda mengalami kondisi rasa sakit yang berlangsung lebih dari dua hari, tanyakan dokter atau bidan Anda tentang pengobatan lain yang bisa Anda lakukan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020