Normalkah Jika Sering Terjadi Kram Perut Saat Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Kehamilan memang dapat membuat berbagai perubahan pada tubuh Anda. Perubahan ini dapat membuat bagian-bagian pada tubuh Anda terasa sakit, seperti pada bagian kaki, punggung, payudara, dan bahkan perut. Beberapa dari Anda mungkin akan merasakan kram pada bagian perut dan ini merupakan hal yang normal terjadi. Rasa sakit ini mungkin berhubungan dengan sembelit ataupun aliran darah yang meningkat di rahim Anda. Beberapa mungkin merupakan tanda dari penyakit serius, seperti infeksi saluran kencing, keguguran, preeklampsia, atau kondisi medis lainnya.

Apa penyebab kram perut saat hamil?

Kram perut saat hamil dapat dirasakan kapan saja selama kehamilan, bisa pada saat trimester pertama, kedua, atau ketiga.

Penyebab kram perut yang paling umum

1. Masalah pada lambung

Lambung bergas dan kembung dapat terjadi saat hamil. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron, yaitu hormon yang membuat otot-otot Anda berileksasi, termasuk pada otot di saluran pencernaan Anda. Akibatnya, sistem pencernaan Anda berjalan lebih lambat dan Anda merasakan tekanan pada rahim dan usus. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasakan perut bergas, kembung, atau sembelit. Pada saat ini, Anda mungkin merasa kram pada bagian perut Anda.

Buang air besar atau buang gas mungkin akan sedikit membantu menghilangkan rasa kram Anda. Anda juga perlu mengonsumsi makanan berserat, makan sedikit tapi sering, dan lebih banyak minum air untuk membantu mengurangi sembelit.

2. Kram setelah orgasme

Kram selama atau setelah orgasme merupakan hal yang normal Anda alami selama berhubungan seksual. Hal ini tidak berbahaya dan tidak akan menyakiti janin Anda dalam kandungan. Kram juga bisa disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke daerah panggul atau kontraksi rahim yang normal selama orgasme.

3. Peningkatan aliran darah ke rahim

Selama kehamilan, tubuh Anda akan lebih banyak mengalirkan darah ke rahim untuk menyuplai darah ke janin Anda. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasakan tekanan di daerah rahim atau kram pada perut. Saat merasakan kram, Anda bisa berbaring atau berendam air hangat untuk membantu meringankannya.

4. Kram karena rahim ibu mengembang

Karena rahim ibu terus mengembang selama kehamilan, ibu kadang merasakan kram pada bagian perut yang dapat menyebar ke bagian pinggul atau pangkal paha. Biasanya kram atau nyeri ini dimulai pada trimester kedua kehamilan. Kram ini sering dialami saat Anda berolahraga, setelah Anda bangun dari tempat tidur atau kursi, bersin, batuk, ketawa, atau saat Anda membuat gerakan tiba-tiba atau aktivitas lainnya.

5. Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi ini biasanya dimulai sekitar usia kehamilan 20 minggu dan ini bisa menjadi persiapan tubuh ibu sebelum persalinan. Kontraksi ini biasanya jarang terjadi, tidak berlangsung dalam waktu lama, datangnya tidak teratur, dan biasanya tidak menyakitkan. Dehidrasi mungkin dapat menyebabkan kontraksi Braxton Hicks, sehingga Anda perlu minum yang banyak untuk mencegah hal ini.

Penyebab kram perut selama trimester pertama sampai kedua kehamilan

1. Kehamilan ektopik (di luar kandungan)

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi (saluran yang menghubungkan rahim dan indung telur). Hal ini menyebabkan Anda merasakan kram pada salah satu sisi perut Anda. Rasa kram ini bisa berlangsung lama dan semakin lama semakin memburuk. Periksakan kehamilan Anda ke dokter jika Anda juga mengalami perdarahan pada vagina, nyeri pada bahu, rasa sakit pada perut yang semakin memburuk ketika Anda melakukan aktivitas, dan pingsan.

2. Keguguran

Keguguran dapat menyebabkan Anda merasa kram di bagian perut, punggung bagian bawah, dan daerah panggul. Kadang, kram pada perut sulit dibedakan apakah karena Anda mengalami keguguran, implantasi, atau karena rahim Anda sedang berkembang. Namun, kram karena keguguran biasa berlangsung selama beberapa jam atau hari dan disertai dengan perdarahan ringan atau berat selama beberapa hari. Anda juga merasakan nyeri pada pinggang atau tekanan pada panggul Anda.

Penyebab kram perut selama trimester kedua sampai ketiga kehamilan

1. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing biasanya dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, tekanan pada panggul atau nyeri pada perut bagian bawah, lebih sering buang air kecil, urin berbau busuk, keruh, atau berdarah. Infeksi saluran kencing yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi ginjal dan kelahiran prematur.

2. Abruptio plasenta

Merupakan istilah yang menggambarkan kondisi plasenta Anda yang terpisah seluruhnya atau sebagian dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Kondisi ini juga dapat menyebabkan perut Anda mengalami kram parah dan bisa berlangsung lama. Selain itu, Anda juga dapat mengalami nyeri punggung, perdarahan pada vagina, dan kontraksi di rahim.

3. Preeklampsia

Ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin. Preeklampsia juga bisa menjadi salah satu alasan mengapa Anda merasakan kram pada bagian atas perut. Selain itu, Anda juga bisa mengalami sakit kepala parah, gangguan penglihatan, mual dan muntah, bengkak pada wajah, tangan, dan kaki, serta sesak napas.

4. Kram sebagai tanda persalinan

Anda mungkin akan melakukan persalinan jika Anda mengalami kontraksi yang teratur, biasanya setiap 10 menit atau lebih. Kontraksi ini biasanya juga tidak mudah hilang walaupun Anda sudah mengubah posisi. Pada saat ini, Anda juga akan mengalami kram perut. Selain itu, Anda juga merasakan tekanan pada daerah panggul, mengalami perubahan atau peningkatan cairan vagina, dan perdarahan pada vagina. Anda dapat mengalami kelahiran prematur jika Anda mengalami hal ini sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Bagaimana cara mengatasi kram perut saat hamil?

Saat Anda merasakan kram, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah beristirahat. Anda bisa mencoba hal-hal berikut ini untuk meringankan kram pada perut Anda:

  • Berbaring atau duduk sementara waktu. Berbaringlah pada sisi berlawan dari tempat rasa sakit Anda. Serta luruskan kaki Anda.
  • Mandi air hangat.
  • Kompres bagian perut Anda yang kram dengan air hangat.
  • Cobalah untuk rileks dan tenang.
  • Minum banyak cairan, jika kram disebabkan oleh kontraksi Braxton Hicks.
  • Bergerak atau melakukan beberapa gerakan pelan untuk menghilangkan kram yang mungkin disebabkan oleh lambung bergas.

 

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 15, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 28, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca