Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orang yang telah sembuh dari penyakit kanker dan selesai menjalani pengobatan, bukan berarti bebas melakukan apapun tanpa risiko. Berbagai pantangan dan anjuran harus dilakukan oleh mantan penderita kanker untuk mencegah kambuhnya penyakit dan menjaga kondisi secara keseluruhan, salah satunya adalah dengan berolahraga. 

Tetapi, sampai saat ini banyak yang beranggapan bahwa mantan penderita kanker tidak boleh kelelahan  sehingga aktivitas fisik mereka dibatasi. Padahal, rutin berolahraga sangat bermanfaat bagi mantan penderita kanker.

Lalu, apa saja manfaat olahraga untuk mantan penderita kanker? Apa saja jenis olahraga yang baik untuk mantan penderita kanker? Apakah olahraga yang dilakukan para mantan penderita kanker sama dengan orang sehat lainnya?

Manfaat olahraga bagi mantan penderita kanker

Olahraga membuat mantan penderita kanker bisa hidup normal kembali

Mantan penderita kanker yang berhasil melewati pengobatan kanker, tentunya ingin hidup normal dan melanjutkan kerja atau sekolah seperti sebelum ia terdiagnosis kanker. Pengobatan kanker memang membuat mereka terlepas dari penyakit tersebut. Akan tetapi timbul berbagai macam efek samping yang menyebabkan kualitas hidup mereka menurun seperti mudah lelah, penurunan kemampuan, dan kekuatan fisik.

Walau begitu, para mantan penderita kanker perlu untuk melakukan aktivitas fisik meskipun dalam intensitas yang ringan. Dengan melakukan aktivitas fisik, maka penyintas kanker bisa mengembalikan kekuatan dan massa otot yang hilang ketika menjalani pengobatan, fungsi tubuh menjadi normal kembali, dan menurunkan risiko kekambuhan.

Mengurangi stress, membuat suasana hati menjadi bahagia, serta lupa akan kenangan tentang kanker

Hampir semua penyintas kanker memiliki ketakutan serta kecemasan yang besar terkait kekambuhan yang mungkin terjadi. Hal ini bisa membuat mereka stress, emosi tidak stabil, dan merasa takut sepanjang hari. Namun dengan melakukan olahraga yang rutin, maka perhatian dan pikiran mereka tentang kekambuhan akan teralihkan.

Tidak hanya itu, olahraga juga bisa menjadi stimulasi atau perangsang motivasi yang baik untuk terus menjaga kesehatan tubuh dan menjauhkan penyintas kanker dari pikiran-pikiran negatif.  

Olahraga bisa meningkatkan kekebalan tubuh seseorang

Sebagian besar mantan penderita kanker mempunyai sistem kekebalan yang rendah akibat menjalani berbagai pengobatan kanker. Salah satu yang dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh menjadi normal adalah dengan melakukan olahraga rutin.  

Hal ini bahkan telah dibuktikan oleh penelitian yang mengatakan bahwa mantan penderita kanker payudara yang melakukan olahraga dengan rutin lebih tahan terhadap berbagai penyakit dibandingkan dengan penyintas kanker yang tidak berolahraga.

Apakah mantan penderita kanker bisa melakukan olahraga seperti orang sehat lainnya?

Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), mantan penderita kanker dianjurkan untuk tidak pasif dan melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kurangnya aktivitas fisik pada mantan penderita kanker justru membuat risiko untuk mengalami penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, dan serangan jantung jadi lebih besar.

Penyintas kanker yang berusia 18-64 tahun disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau olahraga intensitas berat selama 75 menit per minggu.

Jika merasa kelelahan dan tidak ingin melakukan olahraga, maka hal itu bisa dimaklumi dan lebih baik untuk tidak berolahraga. Kemampuan fisik mantan penderita kanker memang berbeda dengan orang yang sehat. Pengobatan kanker yang telah dijalani memang mempengaruhi kesehatan fisik mereka. Karena itu, yang paling penting adalah menghindari pola hidup sedentari dan pasif sepanjang hari. Melakukan olahraga ringan dalam waktu singkat dapat membantu mereka untuk pulih dengan cepat.

Olahraga jenis apa saja yang dianjurkan untuk penyintas kanker?

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mantan penderita sebenarnya sama dengan orang sehat lainnya, yaitu olahraga dengan intesitas sedang dan intensitas berat. Ciri olahraga berintesitas sedang adalah jika aktivitas tersebut bisa dilakukan sambil berbicara namun tidak bisa dilakukan sambil bernyanyi. Contohnya:

  • Voli, baseball, atau olahraga yang mengharuskan menangkap dan melempar bola
  • Tenis
  • Berjalan santai
  • Melakukan aktivitas berkebun

Sedangkan olahraga yang membuat kita hanya bisa mengatakan beberapa kata saja tanpa berhenti menarik napas termasuk dengan jenis olahraga yang intensitasnya tinggi atau berat, seperti:

  • Aerobik
  • Bersepeda dengan kecepatan 16 km per jam
  • Mendaki gunung
  • Jogging
  • Berenang
  • Karate, taekwondo, silat, dan sebagainya
  • Lompat tali

Apa saja yang harus diperhatikan saat berolahraga?

Sebenarnya mantan penderita kanker memiliki berbagai risiko kesehatan, seperti terjadinya kekambuhan kanker, atau penyakit degeneratif lain yang disebabkan oleh efek samping dari pengobatan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diwaspadai dan diperhatikan oleh para mantan penderita kanker jika melakukan olahraga:

  • Mantan penderita kanker yang mengalami anemia tidak boleh melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang berat hingga kondisinya kembali pulih.
  • Mantan penderita kanker yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang rendah disarankan untuk tidak melakukan olahraga dengan menggunakan fasilitas umum, seperti gym dan berenang di kolam renang umum.
  • Mantan penderita kanker yang melakukan transplantasi sumsum tulang belakang harus menghindari olahraga di gym dan kolam renang setidaknya selama satu tahun setelah melakukan transplantasi.
  • Penyintas kanker yang mengalami penurunan kemampuan fisik akibat pengobatan dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan selama 10 menit setiap harinya.
  • Mantan penderita kanker yang mengalami ataksia–penyakit yang disebabkan oleh rusaknya sel saraf pada otak kecil–akibat pengobatan, maka tidak diizinkan untuk bersepeda, berlari, berjalan jauh, dan treadmill. Orang yang menderita ataksia tidak memiliki kemampuan keseimbangan yang baik sehingga mudah jatuh dan lemah.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Usia remaja belum terlambat untuk menambah tinggi badan lewat berbagai cara, terutama asupan nutrisi dan olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
minum kopi sebelum olahraga

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit