home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Orang yang telah sembuh dari penyakit kanker dan selesai menjalani pengobatan, bukan berarti bebas melakukan apapun tanpa risiko. Berbagai pantangan dan anjuran harus dilakukan oleh mantan penderita kanker untuk mencegah kambuhnya penyakit dan menjaga kondisi secara keseluruhan, salah satunya adalah dengan berolahraga.

Tetapi, sampai saat ini banyak yang beranggapan bahwa mantan penderita kanker tidak boleh kelelahan sehingga aktivitas fisik mereka dibatasi. Padahal, rutin berolahraga sangat bermanfaat bagi mantan penderita kanker.

Lalu, apa saja manfaat olahraga untuk mantan penderita kanker? Apa saja jenis olahraga yang baik untuk mantan penderita kanker? Apakah olahraga yang dilakukan para mantan penderita kanker sama dengan orang sehat lainnya?

Manfaat olahraga bagi mantan penderita kanker

Olahraga membuat mantan penderita kanker bisa hidup normal kembali

Mantan penderita kanker yang berhasil melewati pengobatan kanker, tentunya ingin hidup normal dan melanjutkan kerja atau sekolah seperti sebelum ia terdiagnosis kanker. Pengobatan kanker memang membuat mereka terlepas dari penyakit tersebut. Akan tetapi timbul berbagai macam efek samping yang menyebabkan kualitas hidup mereka menurun seperti mudah lelah, penurunan kemampuan, dan kekuatan fisik.

Walau begitu, para mantan penderita kanker perlu untuk melakukan aktivitas fisik meskipun dalam intensitas yang ringan. Dengan melakukan aktivitas fisik, maka penyintas kanker bisa mengembalikan kekuatan dan massa otot yang hilang ketika menjalani pengobatan, fungsi tubuh menjadi normal kembali, dan menurunkan risiko kekambuhan.

Mengurangi stress, membuat suasana hati menjadi bahagia, serta lupa akan kenangan tentang kanker

Hampir semua penyintas kanker memiliki ketakutan serta kecemasan yang besar terkait kekambuhan yang mungkin terjadi. Hal ini bisa membuat mereka stress, emosi tidak stabil, dan merasa takut sepanjang hari. Namun dengan melakukan olahraga yang rutin, maka perhatian dan pikiran mereka tentang kekambuhan akan teralihkan.

Tidak hanya itu, olahraga juga bisa menjadi stimulasi atau perangsang motivasi yang baik untuk terus menjaga kesehatan tubuh dan menjauhkan penyintas kanker dari pikiran-pikiran negatif.

Olahraga bisa meningkatkan kekebalan tubuh seseorang

Sebagian besar mantan penderita kanker mempunyai sistem kekebalan yang rendah akibat menjalani berbagai pengobatan kanker. Salah satu yang dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh menjadi normal adalah dengan melakukan olahraga rutin.

Hal ini bahkan telah dibuktikan oleh penelitian yang mengatakan bahwa mantan penderita kanker payudara yang melakukan olahraga dengan rutin lebih tahan terhadap berbagai penyakit dibandingkan dengan penyintas kanker yang tidak berolahraga.

Apakah mantan penderita kanker bisa melakukan olahraga seperti orang sehat lainnya?

Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), mantan penderita kanker dianjurkan untuk tidak pasif dan melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kurangnya aktivitas fisik pada mantan penderita kanker justru membuat risiko untuk mengalami penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, dan serangan jantung jadi lebih besar.

Penyintas kanker yang berusia 18-64 tahun disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau olahraga intensitas berat selama 75 menit per minggu.

Jika merasa kelelahan dan tidak ingin melakukan olahraga, maka hal itu bisa dimaklumi dan lebih baik untuk tidak berolahraga. Kemampuan fisik mantan penderita kanker memang berbeda dengan orang yang sehat. Pengobatan kanker yang telah dijalani memang mempengaruhi kesehatan fisik mereka. Karena itu, yang paling penting adalah menghindari pola hidup sedentari dan pasif sepanjang hari. Melakukan olahraga ringan dalam waktu singkat dapat membantu mereka untuk pulih dengan cepat.

Olahraga jenis apa saja yang dianjurkan untuk penyintas kanker?

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mantan penderita sebenarnya sama dengan orang sehat lainnya, yaitu olahraga dengan intesitas sedang dan intensitas berat. Ciri olahraga berintesitas sedang adalah jika aktivitas tersebut bisa dilakukan sambil berbicara namun tidak bisa dilakukan sambil bernyanyi. Contohnya:

  • Voli, baseball, atau olahraga yang mengharuskan menangkap dan melempar bola
  • Tenis
  • Berjalan santai
  • Melakukan aktivitas berkebun

Sedangkan olahraga yang membuat kita hanya bisa mengatakan beberapa kata saja tanpa berhenti menarik napas termasuk dengan jenis olahraga yang intensitasnya tinggi atau berat, seperti:

  • Aerobik
  • Bersepeda dengan kecepatan 16 km per jam
  • Mendaki gunung
  • Jogging
  • Berenang
  • Karate, taekwondo, silat, dan sebagainya
  • Lompat tali

Apa saja yang harus diperhatikan saat berolahraga?

Sebenarnya mantan penderita kanker memiliki berbagai risiko kesehatan, seperti terjadinya kekambuhan kanker, atau penyakit degeneratif lain yang disebabkan oleh efek samping dari pengobatan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diwaspadai dan diperhatikan oleh para mantan penderita kanker jika melakukan olahraga:

  • Mantan penderita kanker yang mengalami anemia tidak boleh melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang berat hingga kondisinya kembali pulih.
  • Mantan penderita kanker yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang rendah disarankan untuk tidak melakukan olahraga dengan menggunakan fasilitas umum, seperti gym dan berenang di kolam renang umum.
  • Mantan penderita kanker yang melakukan transplantasi sumsum tulang belakang harus menghindari olahraga di gym dan kolam renang setidaknya selama satu tahun setelah melakukan transplantasi.
  • Penyintas kanker yang mengalami penurunan kemampuan fisik akibat pengobatan dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan selama 10 menit setiap harinya.
  • Mantan penderita kanker yang mengalami ataksia–penyakit yang disebabkan oleh rusaknya sel saraf pada otak kecil–akibat pengobatan, maka tidak diizinkan untuk bersepeda, berlari, berjalan jauh, dan treadmill. Orang yang menderita ataksia tidak memiliki kemampuan keseimbangan yang baik sehingga mudah jatuh dan lemah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

COURNEYA, K. (2003). Exercise in Cancer Survivors: An Overview of Research. Medicine & Science in Sports & Exercise, 35(11), pp.1846-1852.

Garcia, D. and Thomson, C. (2014). Physical Activity and Cancer Survivorship. Nutrition in Clinical Practice, 29(6), pp.768-779.

Guideline.gov. (2017). Nutrition and physical activity guidelines for cancer survivors. | National Guideline Clearinghouse. [online] Available at: https://www.guideline.gov/summaries/summary/37279  [Accessed 3 Jan. 2017].

Ligibel, J. (2012). Physical activity for cancer survivors: meta-analysis of randomised controlled trials. Breast Diseases: A Year Book Quarterly, 23(4), pp.328-330.

Mayo Clinic. (2017). Cancer survivors: Care for your body after treatment – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-survivor/art-20044015  [Accessed 3 Jan. 2017].

National Cancer Institute. (2017). Guidelines Urge Exercise for Cancer Patients, Survivors. [online] Available at: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/research/exercise-before-after-treatment  [Accessed 3 Jan. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 15/01/2021
x