home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Bahayanya Jika Anda Olahraga Berlebihan

Ini Bahayanya Jika Anda Olahraga Berlebihan

Olahraga memang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, bukan berarti Anda harus berolahraga berlebihan. Faktanya, olahraga terlalu keras justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan, lho! Simak penjelasannya berikut ini.

Olahraga terlalu keras menurunkan sistem imun

Peneliti Rusia telah menyimpulkan bahwa melakukan olahraga terlalu berat akan mengurangi fungsi kekebalan tubuh. Hal ini pun didukung oleh beberapa penelitian selama dua dekade terakhir yang menegaskan jika terlalu banyak berolahraga dengan intensitas tinggi akan menyakitkan sistem kekebalan tubuh karena akan menguras imunitas seluler dan humoral. Hal ini sering disebut sebagai istilah over-training lawan dari olahraga moderat, alias olahraga dengan intesitas sedang.

Idealnya, ketika seseorang melakukan olaharaga ringan, ini memang akan meningkatkan respon kekebalan tubuh. Namun ketika intensitas volume olahraga lebih besar, ini menyebabkan efek depresan sehingga membuat sistem imun jadi menurun.

Dalam kondisi normal, radikal bebas yang dihasilkan dalam tingkat yang rendah akan menetralisir tubuh dan sistem antioksidan. Namun jika seseorang melakukan over-training, justru akan memicu peningkatan produksi radikal bebas yang melebihi kapasitas sistem pertahanan seluler Anda. Hal ini membuat radikal bebas menyerang sistem membran sel, yang menyebabkan sel dalam tubuh kehilangan viabilitasnya– kemampuan suatu sel mempertahankan dan memulilhkan kondisinya, sehingga meningkatkan kerusakan tulang dan otot.

Hubungan olahraga terlalu keras dengan kanker kulit

Sebuah artikel terbaru di British Journal of Cancer melaporkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dalam intensitas sedang memang mampu meningkatkan respon imun dan berperan dalam pencegahan beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker usus besar.

Namun sebaliknya, olahraga berlebihan seperti ultramaraton akan menekan kekebalan selama beberapa jam, seminggu, bahkan lebih, sehingga rentan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bahkan kemungkinan terkena kanker, terutama kanker kulit. Pasalnya sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Austria menemukan jika pelari maraton lebih rentan untuk memiliki tahi lalat kulit yang tidak normal dan lesi di pundak dibandingkan yang bukan pelari.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyarankan pelari melakukan olahraga ketika paparan sinar matahari tidak terlalu terik, mengenakan pakaian yang memadai, dan secara teratur menggunakan tabir surya tahan air.

Apakah ini berarti bahwa olahraga keras dilarang?

Tentu saja tidak. Olahraga dengan intensitas keras atau tinggi tidak berbahaya selama tidak berlebihan (over-training). Namun para peneliti mengatakan jika Anda ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang keras, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi. Hal ini guna menggantikan nutrisi yang hilang selama olahraga sehingga mencegah sistem kekebalan tubuh menurun.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral, antioksidan, dan probiotik sehingga mempercepat proses pemulihan akibat kelelahan setelah melakukan olahraga.

Apa saja gejala jika Anda mengalami over-training?

Menurut Dr Neil F. Gordon, seorang peneliti dari Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas, Texas, beberapa tanda yang menunjukan jika Anda mengalami over-training akibat olahraga terlalu keras adalah:

  • Perubahan pola tidur, yang ditandai dengan insomnia
  • Membutuhkan waktu yang lama dari biasanya untuk penyembuhan luka ringan seperti ketika terkena goresan
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab padahal sedang tidak diet atau melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Kehilangan selera makan
  • Kelesuan/kelelahan
  • Hilangnya libido atau minat pada seks
  • Nyeri otot dan sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi lagi
  • Merasakan haus yang berlebihan ketika malam hari

Kesimpulannya, penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan melakukan olahraga dengan intensitas yang berat tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik, ini cenderung memicu komplikasi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Overtraining Lead To Cancer? – https://www.bodybuilding.com/fun/rob9.htm diakses pada 17 April 2017

Can Running Cause Cancer? – http://www.runnersworld.com/runners-stories/can-running-cause-cancer diakses pada 17 April 2017

Overtraining Topic Overview – http://www.webmd.com/a-to-z-guides/tc/overtraining-topic-overview diakses pada 17 April 2017

Too Much Ecercise Reduces Immunity and Requires More Nutrients – https://www.realnatural.org/too-much-exercise-reduces-immunity-and-requires-more-nutrients/ diakses pada 17 April 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 26/04/2017
x