Ini Bahayanya Jika Anda Olahraga Berlebihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga memang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, bukan berarti Anda harus berolahraga berlebihan. Faktanya, olahraga terlalu keras justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan, lho! Simak penjelasannya berikut ini.

Olahraga terlalu keras menurunkan sistem imun

Peneliti Rusia telah menyimpulkan bahwa melakukan olahraga terlalu berat akan mengurangi fungsi kekebalan tubuh. Hal ini pun didukung oleh beberapa penelitian selama dua dekade terakhir yang menegaskan jika terlalu banyak berolahraga dengan intensitas tinggi akan menyakitkan sistem kekebalan tubuh karena akan menguras imunitas seluler dan humoral. Hal ini sering disebut sebagai istilah over-training lawan dari olahraga moderat, alias olahraga dengan intesitas sedang.

Idealnya, ketika seseorang melakukan olaharaga ringan, ini memang akan meningkatkan respon kekebalan tubuh. Namun ketika intensitas volume olahraga lebih besar, ini menyebabkan efek depresan sehingga membuat sistem imun jadi menurun.

Dalam kondisi normal, radikal bebas yang dihasilkan dalam tingkat yang rendah akan menetralisir tubuh dan sistem antioksidan. Namun jika seseorang melakukan over-training, justru akan memicu peningkatan produksi radikal bebas yang melebihi kapasitas sistem pertahanan seluler Anda. Hal ini membuat radikal bebas menyerang sistem membran sel, yang menyebabkan sel dalam tubuh kehilangan viabilitasnya– kemampuan suatu sel mempertahankan dan memulilhkan kondisinya, sehingga meningkatkan kerusakan tulang dan otot.  

Hubungan olahraga terlalu keras dengan kanker kulit

Sebuah artikel terbaru di British Journal of Cancer melaporkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dalam intensitas sedang memang mampu meningkatkan respon imun dan berperan dalam pencegahan beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker usus besar.

Namun sebaliknya, olahraga berlebihan seperti ultramaraton akan menekan kekebalan selama beberapa jam, seminggu, bahkan lebih, sehingga rentan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bahkan kemungkinan terkena kanker, terutama kanker kulit. Pasalnya sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Austria menemukan jika pelari maraton lebih rentan untuk memiliki tahi lalat kulit yang tidak normal dan lesi di pundak dibandingkan yang bukan pelari.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyarankan pelari melakukan olahraga ketika paparan sinar matahari tidak terlalu terik, mengenakan pakaian yang memadai, dan secara teratur menggunakan tabir surya tahan air.

Apakah ini berarti bahwa olahraga keras dilarang?

Tentu saja tidak. Olahraga dengan intensitas keras atau tinggi tidak berbahaya selama tidak berlebihan (over-training). Namun para peneliti mengatakan jika Anda ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang keras, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi. Hal ini guna menggantikan nutrisi yang hilang selama olahraga sehingga mencegah sistem kekebalan tubuh menurun.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral, antioksidan, dan probiotik sehingga mempercepat proses pemulihan akibat kelelahan setelah melakukan olahraga.

Apa saja gejala jika Anda mengalami over-training?

Menurut Dr Neil F. Gordon, seorang peneliti dari Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas, Texas, beberapa tanda yang menunjukan jika Anda mengalami over-training akibat olahraga terlalu keras adalah:

  • Perubahan pola tidur, yang ditandai dengan insomnia
  • Membutuhkan waktu yang lama dari biasanya untuk penyembuhan luka ringan seperti ketika terkena goresan
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab padahal sedang tidak diet atau melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Kehilangan selera makan
  • Kelesuan/kelelahan
  • Hilangnya libido atau minat pada seks
  • Nyeri otot dan sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi lagi
  • Merasakan haus yang berlebihan ketika malam hari

Kesimpulannya, penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan melakukan olahraga dengan intensitas yang berat tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik, ini cenderung memicu komplikasi kesehatan Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Agar otot lebih kuat, tak perlu olahraga mati-matian. Penelitian membuktikan kalau Anda perlu meluangkan waktu satu hari untuk "rest day" dan tidak ngegym.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Porfiria

Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fibroadenoma mammae (fam) adalah

Fibroadenoma Mammae (FAM)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
abses payudara adalah

Abses Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek tanning

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit