Prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang juga tidak luput dari risiko kanker. Ketahui gejala, penyebab, hingga pengobatannya dalam pembahasan di bawah ini.
Prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang juga tidak luput dari risiko kanker. Ketahui gejala, penyebab, hingga pengobatannya dalam pembahasan di bawah ini.

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat. Prostat terletak pada bagian bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra.
Organ ini berfungsi menghasilkan cairan untuk melindungi dan mengangkut sel sperma.
Umumnya, sel kanker muncul pertama kali pada sel-sel bagian luar kelenjar prostat. Pertumbuhan sel abnormal pada prostat cenderung sangat lambat dan tidak berpotensi menyebar.
Namun, tidak menutup kemungkinan kanker berkembang cepat dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Ini merupakan jenis kanker pada pria yang paling sering terjadi. Penyakit kanker ini kerap ditemukan pada pria berusia lanjut atau sekitar 60 tahun ke atas.

Berdasarkan jenis sel dan tempat awal mula kanker berkembang, berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam kanker prostat.
Adenokarsinoma asinar tumbuh pada sel-sel kelenjar yang melapisi prostat. Umumnya, pasien yang didiagnosis kanker prostat mengalami jenis kanker ini.
Adenokarsinoma duktal muncul pada sel-sel yang melapisi tabung atau saluran kelenjar prostat. Jenis kanker ini berkembang dan menyebar lebih cepat daripada adenokarsinoma asinar.
Sel kanker transisional atau urotelial berkembang pada sel-sel yang terletak di uretra atau saluran kemih. Penyakit ini berawal di kandung kemih dan menyebar ke prostat.
Pada kasus yang langka, sel ini muncul pertama kali di kelenjar prostat dan menyebar ke saluran kandung kemih serta jaringan di sekitarnya.
Sel kanker skuamosa timbul dan berkembang di sel-sel pipih yang menyelimuti kelenjar. Pertumbuhan dan penyebarannya cenderung lebih cepat daripada sel kanker adenokarsinoma.
Berkembang di sel-sel kecil prostat, penyakit ini termasuk ke dalam kanker neuroendokrin yang berasal dari sel-sel saraf yang memproduksi hormon.
Tanda dan gejala kanker prostat umumnya tidak akan muncul pada stadium awal. Gejala sering kali baru muncul bila sel kanker sudah berkembang lebih lanjut.
Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut.
Mungkin ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Pada dasarnya, penyebab kanker prostat adalah adanya perubahan atau mutasi DNA pada sel prostat yang sehat.
Akibat mutasi DNA, sel-sel sehat ini berubah jadi abnormal, lalu tumbuh secara tidak terkendali.
Belum diketahui pasti penyebab dari mutasi DNA yang memicu berkembangnya kanker. Namun, beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit ini.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat adalah sebagai berikut.
Berikut adalah beberapa risiko komplikasi kanker prostat bila penyakit ini tidak segera ditangani.
Sel-sel abnormal pada prostat bisa menyebar atau metastasis ke organ sekitarnya, seperti kandung kemih.
Selain itu, sel kanker dapat menyebar melalui aliran darah menuju tulang atau organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, paru-paru, dan hati.
Keberadaan sel kanker dan efek pengobatan yang dijalani oleh pasien berisiko mengakibatkan inkontinensia urine.
Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan keluarnya urine. Akibatnya, terjadi kebocoran atau keluarnya urine tanpa disengaja.
Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh penyakit kanker dan pengobatannya, baik operasi maupun terapi lainnya.
Kondisi ini membuat pasien kanker sulit untuk mencapai serta mempertahankan ereksi.
Dokter dan tim medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan stadium kanker prostat.
Berikut adalah sejumlah tes yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini.

Dokter akan menentukan pengobatan kanker prostat tergantung tingkat keparahan, penyebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan pasien.
Untuk kanker stadium awal, dokter akan menunggu serta memantau perkembangan penyakit ini melalui cek darah, tes rektum, atau biopsi sebelum mengambil tindakan.
Namun, saat kanker sudah berkembang dan memasuki stadium lanjut, berikut adalah beberapa jenis penanganan kanker prostat yang mungkin Anda dapatkan.
Prosedur bedah atau operasi dilakukan dengan cara mengangkat kelenjar prostat dan sebagian jaringan di sekitarnya. Prosedur ini dinamakan prostatektomi radikal.
Ada dua metode di dalam melakukan operasi ini, yakni operasi retropubik atau operasi perineal.
Terapi radiasi atau radioterapi dilakukan dengan menggunakan energi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.
Radioterapi untuk kanker prostat dapat dilakukan dengan dua cara, yakni radiasi dari luar tubuh (radioterapi eksternal) dan radiasi dari dalam tubuh (brakiterapi).
Terapi ini bertujuan menghentikan produksi testosteron di dalam tubuh Anda. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan sel kanker sangat bergantung pada hormon testosteron.
Dengan menghentikan atau mengurangi produksi testosteron, diharapkan pertumbuhan sel-sel kanker akan melambat, kemudian mati secara perlahan.
Obat kemoterapi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan disuntik atau diminum dalam bentuk obat oral.
Kemoterapi berguna untuk pasien kanker stadium akhir serta pasien yang tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melakukan terapi hormon.
Imunoterapi memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Salah satu imunoterapi yang digunakan untuk kanker prostat stadium lanjut ialah sipuleucel-T (Provenge).
Krioterapi (cryotherapy) merupakan terapi yang memanfaatkan suhu dingin untuk membekukan dan membunuh sel kanker serta sebagian besar kelenjar prostat.
Berkonsultasilah dengan dokter terkait jenis pengobatan yang hendak Anda jalani serta kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi selama atau setelah prosedur.
Penerapan pola hidup sehat merupakan langkah awal untuk mencegah kanker prostat. Ini dapat dilakukan dengan melakukan pola makan sehat dan rutin berolahraga.
Apabila ada pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik atas masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
What is prostate cancer? (2023). American Cancer Society. Retrieved October 31, 2024, from https://www.cancer.org/cancer/types/prostate-cancer/about/what-is-prostate-cancer.html
What is prostate cancer? (2019). Cancer Research UK. Retrieved October 31, 2024, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/prostate-cancer/about
Rare prostate cancers. (2022). Prostate Cancer UK. Retrieved October 31, 2024, from https://prostatecanceruk.org/prostate-information-and-support/further-information/rare-prostate-cancer
Prostate cancer. (2022). Mayo Clinic. Retrieved October 31, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087
Prostate cancer. (2023). MedlinePlus. Retrieved October 31, 2024, from https://medlineplus.gov/ency/article/000380.htm
Indonesia. (2022). Global Cancer Observatory. Retrieved October 31, 2024, from https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf
Versi Terbaru
12/11/2024
Ditulis oleh Ihda Fadila
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari