Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Salah satu hal yang juga kerap dikhawatirkan oleh para kaum hawa adalah munculnya benjolan di payudara. Umumnya, tumor di payudara tidak berbahaya dan bersifat jinak. Memang, menemukan benjolan pada payudara kerap membuat Anda panik. Namun, tidak semua tumor tersebut menandakan kondisi serius, seperti kanker payudara. Berikut ulasan lengkapnya.

Apa yang dimaksud tumor payudara?

Dikutip dari National Breast Cancer Foundation, tumor adalah massa jaringan abnormal. Bisa disimpulkan, pada intinya tumor adalah jaringan yang tumbuh abnormal.

Tumor payudara sendiri terdapat beberapa jenis, yaitu tumor non-kanker atau biasa disebut tumor jinak. Sementara, jenis satu lagi adalah tumor yang bersifat kanker, atau beberapa orang menyebutnya dengan istilah tumor ganas.

Ganas atau tidaknya tumor biasanya baru bisa ditentukan secara akurat melalui pemeriksaan medis. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) biasanya hanya mampu mendeteksi keberadaan tumor, yang umumnya akan berwujud benjolan.

Tumor jinak

Ketika benjolan payudara didiagnosis sebagai tumor jinak, dokter biasanya akan membiarkannya ketimbang harus menyingkirkannya. Terutama apabila tidak ada keluhan karena massa ini biasanya tidak begitu mengganggu.

Dokter biasanya hanya merekomendasikan kontrol dan pemantauan secara berkala untuk melihat perkembangan massa tersebut.

Meski umumnya tidak agresif terhadap jaringan di sekitarnya, terkadang tumor akan tetap tumbuh dan menekan organ lain. Kondisi inilah yang kemudian dapat dapat menyebabkan rasa sakit atau masalah lainnya.

Apabila itu yang terjadi, dokter akan merekomendasikan tumor untuk diangkat, sehingga rasa sakit atau komplikasi mereda.

Tumor ganas

Tumor ganas yang berada di kelenjar susu dikategorikan sebagai kanker payudara. Tak hanya agresif, tumor ganas ini juga akan menyerang dan merusak jaringan di sekitarnya.

Ketika tumor diduga sebagai kanker, dokter mungkin akan melakukan biopsi payudara untuk menentukan tingkat keparahan atau seberapa agresif tumor tersebut.

Apa gejala tumor jinak di payudara?

Umumnya, untuk mengetahui apakah benjolan bersifat jinak atau tidak diperlukan pemeriksaan medis. Meski begitu, terdapat beberapa ciri tumor jinak payudara yang bisa Anda perhatikan untuk mendeteksinya secara dini.

Berikut adalah beberapa ciri dan gejala tumor non-kanker di payudara:

  • Terdapat batas yang jelas
  • Massa dapat digerakkan
  • Seringnya tidak diikuti keluhan lain (nyeri, bernanah, dll) selain adanya massa
  • Sel-sel tidak membelah dengan cepat
  • Sel-sel stroma (sel-sel jaringan ikat) masih terlihat agak seperti sel-sel normal
  • Tidak ada pertumbuhan berlebihan pada sel stroma

Terkadang, tumor dapat memengaruhi jaringan kelenjar (sistem lobulus dan saluran yang menghasilkan susu). Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi jaringan pendukung payudara yang disebut dengan jaringan stroma.

Apa penyebab tumor jinak payudara?

Tumor jinak biasanya dapat berpindah dan terasa lunak. Kondisi ini dapat dirasakan pada satu atau kedua payudara.

Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa penyebab munculnya tumor payudara, antara lain:

  • Perubahan-perubahan jinak pada payudara
  • Infeksi atau cedera pada payudara
  • Obat-obatan yang mungkin menyebabkan tumor atau sakit pada payudara, khususnya pil KB, terapi hormon, produk kacang kedelai, dan kafein.

Jaringan payudara terus berubah seiring berjalannya kehidupan wanita. Jaringan payudara biasanya sensitif terhadap kadar hormon estrogen dan progesteron yang sering berubah-ubah saat siklus menstruasi.

Pada kondisi fibrokistik contohnya, perubahan hormon saat siklus menstruasi dapat menciptakan perubahan pada payudara yang disebut dengan fibrokistik.

Perubahan ini biasanya disadari saat Anda berusia 40 tahun. Kondisi ini merupakan sebab paling umum dari munculnya tumor jinak payudara pada wanita berusia 35 hingga 50 tahun.

Apa saja jenis-jenis tumor jinak di payudara?

SADARI kanker payudara

Semua benjolan di payudara yang tidak ganas atau jinak disebut dengan tumor.

Ada banyak jenis kondisi ini. Umumnya, semuanya disebabkan oleh perubahan abnormal atau pertumbuhan yang tak biasa di payudara.

Untuk menentukan jenis tumor yang Anda miliki, perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahuinya secara pasti.

Berikut adalah beberapa jenis tumor payudara yang umum diketahui:

1. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor jinak payudara yang padat dan paling sering muncul pada wanita berusia di antara 15-35 tahun.

Fibroadenoma dapat membesar atau menyusut dengan sendirinya. Perawatan mungkin termasuk pemantauan untuk mendeteksi adanya perubahan ukuran atau sensasi rasa yang mungkin ditimbulkan.

Kebanyakan fibroadenoma tidak meningkatkan risiko Anda kena kanker payudara.

2. Fibrosis

Fibrosis mengacu pada penumpukan jaringan fibrosa, jaringan yang sama dengan ligamen dan jaringan parut. Kondisi ini terasa kenyal, keras, atau sulit disentuh.

Banyak benjolan di payudara yang disebabkan oleh fibrosis, yaitu perubahan pada jaringan payudara yang non-kanker (jinak). Kondisi ini biasanya muncul pada wanita usia produktif, tetapi bisa juga terdapat pada wanita di segala usia.

3. Fibrokistik

Fibrokistik terdiri atas jaringan yang terasa kenyal atau seperti tali. Dilansir dari Mayo Clinic, dokter menyebutnya sebagai jaringan payudara nodular atau kelenjar.

Tumor jinak payudara yang satu ini juga umum terjadi. Kebanyakan wanita pernah mengalami fibrokistik dalam suatu masa di hidup mereka.

Tindakan perawatan diri yang sederhana biasanya dapat meredakan ketidaknyamanan terkait kondisi ini. Tumor ini juga tidak akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara.

4. Papiloma intraduktal

Papiloma intraduktal adalah tumor jinak yang tampak seperti kutil dan tumbuh di dalam saluran susu payudara. Terdiri atas jaringan kelenjar bersama dengan jaringan fibrosa dan pembuluh darah (disebut jaringan fibrovaskular).

Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di antara usia 35-55 tahun. Faktor risiko untuk kondisi ini tidak diketahui.

Papiloma intraduktal dibagi menjadi dua jenis, yaitu solitary papillomas yang biasanya tumbuh di dekat puting dan multiple papillomas yang tumbuh jauh dari puting.

5. Nekrosis lemak traumatik (traumatic fat necrosis)

Nekrosis lemak traumatik merupakan benjolan yang meliputi jaringan payudara yang mati atau rusak. Kondisi ini sering kali muncul setelah operasi payudara, radiasi, atau trauma lainnya.

Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memengaruhi risiko Anda terkena kanker payudara. Nekrosis lemak traumatis biasanya tidak terasa sakit, tapi bisa menyebabkan kecemasan.

Jika Anda memiliki kondisi ini, Anda mungkin juga akan merasakan memar dan kemerahan di sekitar benjolan. Nekrosis lemak traumatis terasa mirip dengan benjolan kanker payudara. Jadi, jika Anda mengalami benjolan di payudara, segera hubungi dokter.

Selain lima jenis tumor yang telah disebutkan di atas, kista juga kerap dianggap termasuk ke dalamnya. Padahal, tumor dan kista berbeda. Tumor merupakan benjolan jinak yang berisi massa padat, sedangkan kista berisi cairan.

Secara garis besar, tumor jinak dan kista sama-sama merupakan benjolan yang dapat muncul di payudara. Keduanya dikategorikan sebagai benjolan jinak yang umumnya tidak berpengaruh pada peningkatan risiko kanker payudara.

Apakah tumor jinak payudara dapat diobati?

Kondisi ini biasanya tidak memerlukan perawatan apa pun. Beberapa di antaranya bahkan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, sebagian orang memutuskan untuk tetap menjalani pengobatan, seperti pengangkatan tumor untuk mengatasi kondisi tersebut.

Pada kondisi fibrokistik, umumnya Anda tidak memerlukan perawatan jika tidak merasakan gejala apa pun. Sementara itu, nyeri hebat atau kista besar yang berhubungan dengan payudara fibrokistik mungkin memerlukan perawatan.

Berikut pilihan pengobatan tumor jinak payudara yang dapat Anda lakukan:

Pengobatan non-bedah

Jika dokter meyakini bahwa benjolan di payudara Anda adalah fibroadenoma, Anda mungkin tidak memerlukan operasi.

Jika Anda memutuskan untuk tidak melakukan operasi, penting untuk memantau fibroadenoma dengan kunjungan ke dokter, hingga melakukan USG payudara.

Pada nekrosis lemak traumatik, perawatan khusus juga tidak perlu dilakukan. Namun, Anda bisa mengonsumsi ibuprofen untuk mengatasi rasa sakit.

Kompres area terkena dengan air hangat juga dapat Anda lakukan. Pijatlah area tersebut dengan lembut.

Pengobatan bedah

Kondisi ini juga dapat ditangani dengan metode operasi, khususnya jika Anda merasa benar-benar terganggu.

Pada fibroadenoma misalnya, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda melakukan lumpektomi atau cryoablation jika benjolan berukuran sangat besar dan semakin besar.

Tindakan operasi juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan papiloma intraduktal dan bagian dari salurannya.

Setelah prosedur operasi dilakukan, tumor jinak, seperti fibroadenoma, dapat kembali lagi. Jika hal itu terjadi, Anda perlu melakukan tes mamografi, USG, hingga biopsi untuk menentukan apakah tumor tersebut mengarah ke kanker atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Payudara, Health Centers 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit