Berbagai Benjolan di Payudara yang Perlu Anda Tahu (Tidak Cuma Kanker, Lho!)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/02/2020 . 9 mins read
Bagikan sekarang

Menemukan benjolan di payudara bisa jadi membuat Anda cemas, apalagi wanita. Apakah ini kanker payudara? Sebelum Anda khawatir terlalu jauh, perlu Anda ketahui tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Lantas, apa saja yang menyebabkan munculnya benjolan pada payudara? Seperti apa ciri benjolan kanker payudara dan yang bukan?

Benjolan di payudara, apakah pasti kanker?

Baik wanita dan pria di segala usia bisa memiliki benjolan pada payudara, baik di salah satu sisi maupun keduanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan, benjolan di payudara juga terjadi pada bayi.

Benjolan dapat dirasakan saat ada satu area spesifik pada payudara yang membengkak dan menonjol. Kemunculan benjolan di payudara sering kali disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh. 

Hal ini karena kadar estrogen pada tubuh meningkat sementara. Ketika kadar hormon ini mulai menurun atau pada beberapa kasus menghilang, otomatis benjolan pada payudara pun akan menghilang.

Dikutip dari American Cancer Society, benjolan pada payudara biasanya cenderung jinak dan bersifat non-kanker. Artinya, tidak semua benjolan di payudara berarti Anda memiliki kanker.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa benjolan yang muncul menjadi gejala kanker pada payudara.

Jenis-jenis benjolan di payudara

Benjolan di payudara bisa saja terdeteksi saat Anda melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Namun, belum tentu benjolan yang Anda rasakan itu adalah kanker.

Beberapa jenis benjolan yang mungkin muncul pada payudara, antara lain: 

1. Kelainan fibrokistik

Kebanyakan benjolan pada payudara merupakan fibrosis atau kista. Kista payudara atau fibrosis merupakan perubahan abnormal di jaringan payudara dan tidak bersifat ganas atau non-kanker.

Perubahan ini biasa disebut perubahan payudara fibrokistik dan biasanya terdeteksi karena adanya benjolan pada payudara, rasa sakit, atau bahkan bengkak pada payudara. Keadaan dan gejala ini biasanya semakin memburuk seiring dengan dimulainya periode menstruasi wanita.

Benjolan yang terasa di payudara mungkin lebih dari satu dan terkadang akan keluar sedikit cairan berwarna keruh dari puting.

Benjolan di payudara yang ini cenderung umum dialami oleh wanita usia produktif. Benjolan dapat terjadi di salah satu atau kedua payudara.

Disebut fibrokistik karena belum diketahui apakah benjolan yang muncul merupakan kista atau merupakan fibrosis (benjolan/tumor yang terdiri atas jaringan). Saat telah melakukan pemeriksaan di dokter, baru dapat ditentukan apakah benjolan yang Anda miliki merupakan kista atau fibrosis.

2. Fibrosis

Jaringan ini hampir mirip dengan jaringan luka. Jika diraba, fibrosis pada payudara akan terasa kenyal, padat, dan keras. Kelainan ini umumnya tidak menyebabkan kanker ataupun berkembang ke arah sana.

Dunia medis mendefinisikan fibrosis sebagai benjolan atau tumor yang terjadi karena tumbuhnya jaringan ikat secara berlebihan.

Penelitian tentang peningkatan risiko kanker payudara pada penderita fibrosis memberikan kesimpulan yang beragam.

Ada yang mengatakan fibrosis bisa meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki penyebab kanker payudara, ada pula yang mengatakan sebaliknya. 

3. Kista

Kista di payudara merupakan benjolan atau kantung yang berisi cairan. Adanya kista biasanya baru terdeteksi ketika ukurannya sudah membesar (kista makro). Kista makro ukurannya bisa mencapai 2,5-5 cm.

Pada tahap ini Anda sudah dapat merasakan adanya benjolan pada payudara. Kista cenderung membesar dan menjadi lunak ketika mendekati masa menstruasi.

Benjolan kista payudara biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan mudah digerakkan atau berpindah-pindah ketika disentuh, seperti menyentuh kelereng.

Namun, benjolan kista dan benjolan solid di payudara lainnya susah untuk dibedakan.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti apakah benjolan di payudara Anda benar-benar kista atau bukan. Sama seperti fibrosis, kista juga tidak meningkatkan risiko Anda terhadap kanker payudara.

4. Lipoma

Benjolan di payudara lainnya adalah lipoma. Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh lambat dan paling sering terletak di antara kulit serta lapisan otot. Lipoma bukanlah kanker dan biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Muncul tepat di bawah kulit dan paling sering di area leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha
  • Lembut dan agak padat saat disentuh
  • Bisa bergerak ketika disentuh dengan cara sedikit ditekan
  • Umumnya berukuran kurang dari 5 cm tetapi bisa tumbuh
  • Terkadang terasa sakit jika tumbuh dengan menekan saraf di dekatnya atau jika terdapat pembuluh darah

5. Fibroadenoma

Benjolan di payudara satu ini merupakan salah satu jenis tumor jinak yang paling sering dialami wanita. Ciri-cirinya adalah bisa digerakkan atau berpindah-pindah tempat,

Jika ditekan, benjolan di payudara ini akan terasa padat atau solid, berbentuk bulat atau oval, serta kenyal. Biasanya benjolan di payudara ini juga tidak menimbulkan rasa sakit pada saat ditekan.

Fibroadenoma biasa dialami oleh mereka yang berusia 20-30 tahun dan ras Afrika-Amerika cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami benjolan di payudara ini di kemudian hari.

Selain itu, benjolan di payudara ini biasanya juga cenderung memerlukan waktu lama untuk bertambah besar. Meski begitu, bukan tidak mungkin ukurannya akan menjadi sangat besar (atau disebut dengan giant fibroadenoma).

Benjolan di payudara umumnya tidak akan berkembang menjadi kanker. Sama seperti fibrosis dan kista, penelitian tentang peningkatan risiko kanker terhadap mereka yang memiliki fibroadenoma belum dapat memberikan jawaban pasti.

6. Papiloma intraduktal

Merupakan suatu benjolan atau tumor jinak non-kanker yang terbentuk di payudara. Biasanya papiloma intraduktal teraba sebagai satu benjolan cukup besar di dekat puting.

Benjolan pada payudara ini juga bisa berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting. 

Dikutip dari Healthline, ukuran dari benjolan di payudara ini berkisar antara 1-2 cm, bisa lebih besar atau bahkan lebih kecil tergantung letak benjolan tumbuh.

Terbentuk dari kelenjar, sel fibrous, dan pembuluh darah, papiloma intraduktal lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 35-55 tahun.

Apabila papiloma intraduktal yang muncul hanya terdiri atas satu benjolan dan berada di dekat puting, kondisi ni biasanya tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Namun, multiple papillomas alias benjolan yang lebih dari satu dan tersebar di payudara jauh dari puting, dapat membuat Anda berisiko menderita kanker payudara di kemudian hari.

Ini karena benjolan di payudara sering dikaitkan dengan suatu keadaan pre-kanker yang disebut atypical hyperplasia.

7. Nekrosis lemak traumatis (traumatic fat necrosis)

Kondisi ini terjadi ketika ada luka pada payudara akibat cedera. Traumatic fat necrosis biasanya menyebabkan jaringan lemak terluka atau rusak. Akibatnya terbentuklah benjolan bulat dan keras yang terasa sakit.

Selain benjolan, payudara juga bisa mengeluarkan cairan yang bukan air susu. Untuk menentukan kondisi yang Anda alami, dokter biasanya akan melakukan biopsi payudara.

8. Kanker payudara

Inilah jenis benjolan di payudara yang paling dikhawatirkan. Salah satu tanda kanker payudara memang munculnya benjolan pada payudara.

Secara umum terdapat dua kategori sifat kanker, yaitu:

  • Non-invasif (in situ), kanker belum menyebar dari jaringan awal (stadium 0)
  • Invasif (infiltrasi), sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya (tahap 1-4)

Jaringan yang terinfeksi nantinya bisa menentukan jenis kanker payudara itu sendiri, misalnya:

  • Ductal carcinoma, kanker pada lapisan saluran susu (paling umum)
  • Lobular carcinoma, kanker pada lobulus payudara (tempat susu diproduksi)
  • Sarkoma, kanker pada jaringan ikat payudara (jarang terjadi)

Benjolan di payudara tanda kanker ini biasanya disertai dengan berbagai gejala lain yang perlu diwaspadai seperti:

  • Keluarnya cairan dari puting, padahal tidak sedang menyusui
  • Puting masuk ke dalam
  • Payudara besar sebelah
  • Permukaan payudara sedikit cekung
  • Permukaan payudara bertekstur seperti kulit jeruk
  • Nyeri pada payudara
  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas
  • Kelenjar getah bening di ketiak membesar
  • Pembuluh vena di payudara terlihat jelas

Bagaimana membedakan benjolan kanker pada payudara dan bukan?

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa biasanya benjolan pada payudara yang jinak dan tidak berbahaya memiliki beberapa karakteristik berikut:

  • Cenderung mudah digerakkan atau bergeser jika disentuh
  • Memiliki batas yang jelas
  • Berbentuk oval atau bulat (biasanya terasa seperti kelereng)
  • Kemunculannya cenderung mengikuti siklus menstruasi
  • Bisa terasa sakit atau tidak sama sekali
  • Pertumbuhannya lambat

Untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti dan jelas, Anda tentu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lanjutan (seperti USG payudara dan mammografi) mungkin dibutuhkan.

Kedua pemeriksaan tersebut dapat membant memberikan hasil yang lebih akurat terkait benjolan di payudara Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Meski sebagian besar benjolan di payudara bukan kanker, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika:

  • Menemukan benjolan baru pada payudara
  • Area payudara terasa berbeda dari biasanya
  • Benjolan di payudara tak kunjung hilang setelah menstruasi
  • Benjolan pada payudara berubah ukuran atau tumbuh lebih besar
  • Payudara memar tanpa alasan jelas
  • Kulit payudara berwarna merah atau mulai mengerut seperti kulit jeruk
  • Puting masuk ke dalam atau terbalik
  • Keluar cairan seperti darah dari puting

Jika berbagai gejala ini sudah muncul, tak perlu menunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat Anda ke dokter, akan semakin cepat pula permasalahan Anda teratasi.

Terlebih jika benjolan itu kanker. Semakin dini benjolan kanker terdeteksi, semakin besar pula peluang kesembuhan yang Anda jalani.

Deteksi dini kanker payudara adalah salah satu cara agar benjolan yang Anda miliki cepat ditangani.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read