Yang Perlu Dilakukan Saat Menolong Orang yang Terkena Serangan Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Kita sering berpikir bahwa serangan jantung hanya terjadi di saat-saat stres ekstrem atau aktivitas berat, seperti saat mengangkat beban. Padahal, jika sudah terjadi penyumbatan pada pembuluh darah, salah satu penyebab utama serangan jantung, kondisi ini bisa menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Oleh sebab itu, Anda perlu mempersiapkan diri untuk melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung pada diri sendiri maupun pada orang lain.

Memberikan pertolongan pertama pada pasien serangan jantung

Mengingat serangan jantung bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, Anda perlu memahami apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung. Hal ini penting untuk dilakukan pada diri Anda maupun orang terdekat.

Anda tidak perlu panik jika dihadapkan pada situasi seperti ini. Hal yang terpenting, jangan menunda untuk mendapatkan pertolongan medis gawat darurat dan menunggu sampai gejala serangan jantung mereda. Bahkan sekali pun Anda masih belum yakin bahwa yang sedang dialami adalah serangan jantung.

Masalahnya, gejala serangan jantung dapat dengan mudah disalahpahami sebagai kondisi lain. Jika itu adalah serangan jantung dan bukan serangan panik, tidak apa. Namun, sekali lagi, jangan pernah menunda untuk memeriksakan kondisi ke dokter.

Melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung secepat mungkin bisa membuat perbedaan besar antara hidup dan mati seseorang. Peluang bertahan hidup seseorang meningkat tiga kali lebih besar jika ia mendapatkan pertolongan pertama pada serangan jantung yang efektif dalam waktu 30 menit sampai satu jam dari titik awal serangan jantung.

Berikan pertolongan secepatnya dalam urutan di bawah ini:

1. Telepon ambulans

Menurut sebuah artikel yang dimuat pada Mayo Clinic, menghubungi rumah sakit terdekat adalah salah satu pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan kepada pasien serangan jantung. Hal ini disebabkan waktu adalah faktor penting ketika Anda sedang berhadapan dengan serangan jantung.

Hal paling pertama dan terbaik yang Anda harus lakukan adalah menelepon ambulans gawat darurat (119). Katakan dengan jelas bahwa Anda sedang bersama orang yang mengalami serangan jantung. Jangan meninggalkan korban sendirian untuk mencari obat resep mereka. Pasalnya, ini dapat menyebabkan Anda menunda memanggil bantuan medis.

Jangan mencoba untuk membawa pasien ke rumah sakit dengan upaya Anda sendiri. Situasi lalu lintas dan birokrasi administrasi rumah sakit akan menghambat pasien untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara, saat dijemput dengan ambulans, selama dalam perjalanan pasien telah mendapatkan penanganan terhadap serangan jantung.

Apabila pasien tidak responsif atau tidak sadarkan diri, ahli medis kesehatan yang berada di dalam ambulans dapat menginstruksikan Anda untuk melakukan pertolongan darurat.  Sebagai contoh, memberikan CPR-tangan darurat.

Hingga ambulans tiba, pertolongan pertama pada serangan jantung juga bisa dilakukan dengan memandu pasien untuk duduk dan menenangkan diri. Buat ia senyaman mungkin, dalam posisi setengah duduk dengan menyandarkan kepala dan bahu, juga tekuk kedua lututnya. Hal ini dilakukan untuk melepaskan ketegangan jantung. Longgarkan pakaian di leher, dada, dan pinggang.

2. Berikan aspirin

Jika pasien serangan jantung sepenuhnya sadar, berikan dosis penuh tablet aspirin 300 mg (jika tersedia dan jika pasien tidak alergi) sampai ambulans datang sebagai pertolongan pertama. Minta pasien untuk mengunyah tablet perlahan, jangan langsung ditelan. Mengunyah aspirin akan membantu obat terserap ke dalam aliran darah lebih cepat.

Namun, sebelum memberikan aspirin kepada pasien, pastikan bahwa yang Anda berikan adalah aspirin asli dan bukan turunannya. Sebagai contoh, ibuprofen, asetaminofen, atau pereda nyeri lain. Aspirin dalam bentuk aslinya adalah obat pengencer darah yang sangat efektif.

Jika pasien tidak responsif, jangan masukkan obat apapun ke dalam mulutnya, kecuali obat resep penyakit jantung. Jika orang tersebut telah diresepkan nitrogliserin di masa lalu untuk penyakit jantung atau angina, dan obat berada dekat jangkauan, Anda dapat memberikan dosis pribadi mereka.

Jika Anda, anggota keluarga, atau kerabat dekat Anda berisiko terhadap serangan jantung, para pakar mendorong Anda untuk selalu menyimpan persediaan tablet aspirin di tas atau dompet untuk berjaga-jaga kemungkinan terjadinya serangan jantung.

3. Memberikan CPR

Salah satu pertolongan pertama pada serangan jantung yang bisa Anda berikan pada orang lain adalah memberikan CPR. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, metode ini biasanya juga disarankan oleh petugas atau ahli medis kesehatan dari rumah sakit yang Anda hubungi.

Namun, sebelum melakukannya, Anda perlu yakin terlebih dahulu bahwa Anda bisa melakukannya. Jangan memaksakan diri untuk melakukan CPR jika Anda tidak yakin bisa melakukannya. Anda bisa menekan dada pasien sebanyak 100-120 kali dalam satu menit.

Ahli medis yang Anda hubungi mungkin akan membantu dengan memberikan instruksi yang sesuai agar Anda bisa melakukannya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda menjalani pelatihan untuk memberikan CPR agar bisa memberikan  pertolongan pertama pada orang lain yang mengalami serangan jantung.

4. Monitor pasien

Selalu periksa pernapasan, denyut nadi, dan tingkat respon pasien. Ketahuilah bahwa penderita serangan jantung dapat mengalami syok. Bukan berarti syok emosional, tapi lebih kepada kondisi syok fisik yang mengancam jiwa, yang dapat disebabkan oleh serangan jantung.

Jika AED (automated external defibrillator) terpasang pada pasien, biarkan mesin tetap hidup setiap saat dan biarkan bantalannya tetap terpasang di tubuh pasien sekalipun ia sudah kembali pulih.

Jika pasien kehilangan kesadaran, buka jalan napas mereka, periksa napasnya, dan persiapkan diri untuk menangani seseorang yang tidak responsif. Anda mungkin perlu melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau pijat jantung.

Namun, menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat demi mencegah serangan jantung lebih baik dilakukan daripada harus mengobatinya. Oleh sebab itu, selalu ajak keluarga Anda berolahraga dan menerapkan pola makan sehat agar tidak mengalami obesitas. Pasalnya, obesitas meningkatkan risiko serangan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30/06/2020 . 7 menit baca

Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . 7 menit baca

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . 4 menit baca

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca