Scan Perfusi Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi

Apa itu scan perfusi jantung?

Scan perfusi jantung digunakan untuk mengukur jumlah darah dalam otot jantung ketika beristirahat dan selama berolahraga. Scan ini sering dilakukan untuk mencari tahu penyebab nyeri pada dada. Dapat dilakukan setelah terjadi serangan jantung untuk melihat bagian dari jantung yang tidak mendapatkan darah cukup atau mencari tahu tingkat kerusakan otot jantung akibat serangan jantung.

Selama scan, kamera akan mengambil gambar jantung setelah pemberian obat khusus untuk tes ini (tracer radioaktif) diberikan melalui infus. Tracer bergerak melalui darah dan ke dalam otot jantung. Saat tracer bergerak melalui otot jantung, area yang aliran darahnya cukup baik akan menyerap tracer. Area yang tidak dapat menyerap tracer kemungkinan tidak mendapatkan cukup darah atau terdapat kerusakan akibat serangan jantung. Dua set gambar akan diambil selama scan perfusi jantung. Satu set diambil ketika Anda beristirahat. Lainnya diambil setelah jantung Anda bekerja dengan keras, baik setelah berolahraga ataupun setelah pemberian obat. Kedua gambar tersebut kemudian akan dibandingkan.

Tes ini juga dikenal dengan nama lain, diantaranya scan perfusi miokard, pencitraan perfusi miokard, scan thalium, scan jantung sestamibi, dan tes stres nuklir.

Kapan saya harus menjalani scan perfusi jantung?

can perfusi jantung dapat digunakan untuk mencari tahu penyebab nyeri dada, atau nyeri dada yang terjadi saat berolahraga. Tes ini juga bisa dilakukan untuk:

  • menunjukkan pola aliran darah ke dinding jantung
  • melihat apakah jantung (koroner) arteri tersumbat dan seberapa parah kondisinya
  • menentukan kondisi cedera pada jantung yang diakibatkan serangan jantung (infraksi myocardial)

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani scan perfusi jantung?

Ada beberapa penyebab kenapa Anda tidak bisa menjalani tes ini atau hasil tes Anda tidak akan membantu kondisi Anda, di antaranya:

  • serangan jantung parah terjadi belakangan ini
  • peradangan jantung, seperti miokard atau sarcoidosis
  • cedera pada otot jantung (cardiac contusion)
  • otot jantung melemah
  • otot jantung menegang (myocardial fibrosis)
  • penyempitan parah pada katup jantung
  • kondisi yang membuat Anda sulit beraktivitas, seperti penyakit paru, arthritis, atau masalah pada otot saraf
  • obat-obatan, seperti dipyridamole (Persantine) dan pentoxifylline (Trental)
  • ketidakseimbangan elektrolit (khususnya kalsium, kalium, natrium, dan magnesium)
  • hamil atau menyusui (kecuali bila keadaan darurat)

Hasil tes akan sulit untuk dijelaskan ketika scan dilakukan pada wanita dengan payudara besar.

Tes stres menggunakan obat akan dilakukan sebagai ganti dari tes stres olahraga untuk dewasa lanjut dan orang-orang dengan kondisi sulit berolahraga, seperti obesitas atau memiliki penyakit paru obstruktif kronik, penyakit arteri perifer, cedera tulang belakang , arthritis, atau multiple sclerosis.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani scan perfusi jantung?

Secara umum tidak diperlukan banyak persiapan sebelum tes ini. Namun, Anda akan diminta untuk tidak makan atau minum apapun yang mengandung kafein sebelum tes. Pada beberapa kasus, dokter dapat menyarankan Anda untuk tidak menggunakan obat selama beberapa hari sebelum scan. Anda juga mungkin akan diminta daftar obat-obatan yang Anda gunakan pada hari tes berlangsung. Rumah sakit setempat akan memberitahu Anda bila aturan ini berlaku untuk Anda.

Bagaimana proses scan perfusi jantung?

Scan perfusi jantung biasanya dilakukan di rumah sakit pada bagian radiologi atau tempat praktik dokter maupun klinik rawat jalan. Tes ini dilakukan oleh dokter dan teknisi terlatih dalam bidang kedokteran nuklir.

Resting scan

Untuk resting scan Anda tidak perlu beraktivitas, Anda akan diminta untuk menanggalkan pakaian Anda dari bagian pinggang ke atas, dan Anda akan diberikan pakaian rumah sakit untuk dikenakan. Elektroda akan dilekatkan pada dada untuk memantau detak jantung Anda. Akan akan diinfus pada bagian lengan atau tangan. Sejumlah kecil tracer radioaktif akan ditempatkan di dalam IV.

Anda akan berbaring telentang di atas meja dengan kamera besar diposisikan di atas dada Anda. Kamera merekam sinyal tracer ketika bergerak melalui darah Anda. Kamera tidak menghasilkan radiasi apapun, sehingga Anda tidak terpapar radiasi tambahan selama scan berlangsung.

Anda akan diminta untuk tetap berbaring setiap scan berlangsung, yang membutuhkan waktu antara 5 sampai 10 menit. Kamera akan bergerak untuk mengambil banyak gambar dari sisi yang berbeda. Beberapa scan akan diperlukan.

Keseluruhan tes ini membutuhkan waktu 30 hingga 40 menit, setelahnya Anda bisa kembali beraktivitas normal.

Stress scan menggunakan obat

Stress scan dilakukan dalam dua bagian. Pada banyak rumah sakit, gambar pertama diambil saat sedang berisitirahat. Kemudian gambar kedua diambil setelah diberikan obat seperti adenosine, yang memberi respon pada jantung seolah-olah seperti habis berolahraga. Terkadang stress scan dilakukan pertama kali kemudian resting scan dilakukan pada keesokan hari. Tes stres dengan obat biasanya digunakan ketika seseorang tidak dapat berolahraga karena alasan-alasan tertentu.

Untuk tes ini, Anda akan diminta untuk duduk atau berbaring di atas meja pemeriksaan dan Anda akan diberikan elektrokardiogram (EKG atau ECG), yang membutuhkan sekitar 5 hingga 10 menit.

Kemudian Anda akan diberikan obat melalui infus. Anda akan merasa sakit kepala dan pusing serta mual karena obat tersebut, tetapi efek samping ini tidak berlangsung lama. EKG dan pengukuran tekanan darah akan diambil sebagai tambahan. Setelah obat bereaksi (sekitar 4 menit), sejumlah kecil perunut radioaktif (tracer) diberikan melalui infus.

Anda akan menunggu sekitar 30 sampai 60 menit. Anda akan diminta untuk makan dan minum sesuatu. Kemudian Anda akan berbaring di atas meja untuk melakukan beberapa scan. Kamera merekam sinyal tracer saat bergerak melalui darah Anda. Kamera tidak menghasilkan radiasi apapun, sehingga Anda tidak terpapar radiasi selama proses scan dilakukan.

Terkadang banyak gambar akan diambil setelah Anda beristirahat selama 2 hingga 4 jam. Kebanyakan orang akan kembali pada pola makan serta aktivitas normal mereka setelah scan terakhir selesai dilakukan.

Stress scan dengan berolahraga

Saat stress scan dengan berolahraga, denyut jantung Anda akan diperiksa dengan elektrokardiogram (EKG atau ECG). Karena elektroda EKG perlu untuk dilekatkan di dada untuk memeriksa jantung, pria biasanya akan telanjang dada dan wanita biasanya hanya mengenakan bra, atau kaos longgar.

Stress scan olahraga biasanya dilakukan dalam dua bagian. Bagian pertama, beberapa gambar resting akan diambil kemudian beberapa gambar stress akan diambil segera setelah selesai berolahraga. Terkadang stress scan dilakukan pertama kali kemudian resting scan pada hari berikutnya. Pada banyak rumah sakit, gambar resting pertama diambil menggunakan satu jenis tracer. Gambar selanjutnya diambil menggunakan tracer berbeda setelah jantung Anda stres karena berolahraga.

Dalam tes stres ini, Anda akan berolahraga di atas treadmill atau sepeda statis. Detak jantung Anda akan diperiksa selama tes dengan elektrokardiografi standar. Tekanan darah Anda akan diperiksa menggunakan alat tekanan darah yang diletakkan pada lengan Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut, lihat pada topik Exercise Electrocardiogram.

Anda akan berjalan atau mengayuh secara perlahan dan santai. Setiap menit, kecepatan akan ditingkatkan. Anda akan berolahrga hingga Anda perlu untuk berhenti atau ketika telah mencapai detak jantung yang dirasa pas. Pada saat itu, Anda akan diberikan tracer berbeda melalui infus. Anda mungkin akan melanjutkan olahraga sebagai tambahan selama 1 hingga 2 menit agar sirkulasi tracer radioaktif berjalan.

Anda akan berbaring di atas meja scan. Setiap scan membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit. Kamera tidak menghasilkan radiasi, sehingga Anda tidak terkena paparan radiasi selama scan dilakukan. Terkadang gambar lebih banyak akan diambil setelah Anda beristirahat selama 30 menit sampai 4 jam. Pada beberapa rumah sakit, Anda diberikan tracer radioaktif beberapa jam setelah berolahraga dan sebelum gambar terakhir.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani scan perfusi jantung?

Anda sebaiknya bangun secara perlahan untuk menghindari pusing atau pening sehabis berbaring telentang selama prosedur. Anda akan diinstruksikan untuk minum cukup cairan dan buang air kecil lebih sering selama 24 sampai 48 jam setela tes untuk mengeluarkan sisa radionuklida dari dalam tubuh. Kebanyakan orang akan kembali ke pola makan dan aktivitas normal mereka setelah scan selesai.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil tes biasanya tersedia dalam waktu 1 hingga 3 hari. Scan perfusi jantung mengukur jumlah darah dalam otot jantung saat istirahat dan selama berolahraga. Hasilnya adalah:

  • normal, jika tracer radioaktif secara merata mengalir dalam otot jantung Anda
  • abnormal, jika terdapatnya bagian penyerapan tracer yang abnormal. Ini menandakan beberapa bagian pada otot jantung tidak mendapatkan cukup darah (iskemia). Ini bisa berarti ada kerusakan pada jantung atau terdapat penyakit koronerarteri

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Cara Mengatasi Mata yang Perih dan Terasa Panas Berdasarkan Penyebabnya

    Stop! Mengucek mata bukanlah cara yang baik untuk mengatasi mata perih. Cari tahu dulu apa penyebabnya, dan intip cara mengobati mata perih di artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Peran Komunitas Pendamping bagi Pasien TB Resistan Obat dalam Pengobatan

    Organisasi dan komunitas bisa menjadi pendorong lebih banyaknya pasien TB RO yang terdiagnosis dan memastikan mereka melakukan pengobatan dengan tekun.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kesehatan Pernapasan, TBC 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

    Usia remaja belum terlambat untuk menambah tinggi badan lewat berbagai cara, terutama asupan nutrisi dan olahraga berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

    Minuman campuran lemon dan madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain membantu meningkatkan imun tubuh, apa saja manfaat campuran lemon dan madu?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    arti desahan wanita

    Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    cacing pita

    4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    proses pembekuan darah koagulasi

    Benarkah Rokok Menyebabkan Penggumpalan Darah?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    menghirup debu

    Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit